Cara Merawat Anak yang Kucing Baru Lahir Tanpa Induk

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merawat anak kucing tidaklah mudah. Terlebih ketika induknya sudah meninggal, maka dibutuhkan komitmen dan usaha yang ekstra untuk memeliharanya.
Pada dasarnya, anak kucing membutuhkan gizi yang baik ketika baru lahir. Sebab, dalam masa pertumbuhan, virus dan penyakit mudah sekali hinggap pada tubuh kucing.
Untuk itu, Anda perlu membawanya ke dokter hewan terlebih dahulu. Lakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi awal untuk menentukan susu serta makanan yang cocok untuknya.
Setelah itu, barulah Anda bisa mulai merawatnya. Nah, artikel berikut akan menjelaskan tentang tata cara merawat anak kucing yang baru lahir tanpa induk.
Cara Merawat Anak Kucing yang Baru Lahir
Jika Anda merawat anak kucing tanpa induk, sebaiknya cari induk pengganti terlebih dahulu. Jika tidak dapat menemukannya, maka beli lah pengganti susu yang dirancang khusus untuk anak kucing.
Jangan berikan susu sapi atau jenis susu lainnya. Sebab, ini bisa menggangguan pencernaan anak kucing. Sebaiknya, konsultasikan dulu ke dokter hewan yang profesional dalam bidangnya.
Mengutip buku Solusi Permasalahan Kucing karya Cacang Effendi (2017), ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memberi susu kepada anak kucing, yaitu:
Beri kolostrum buatan untuk anak kucing Anda. Namun, pemberiannya harus dikonsultasikan ke dokter hewan terlebih dahulu.
Gunakan selalu air hangat saat membuat susu untuk anak kucing.
Sediakan dot khusus kitten ukuran 1-3 ml.
Cuci alat menggunakan air panas jika selesai digunakan.
Taruh ditempat tertutup atau bungkus dengan plastik. Sesuaikan takarannya seperti tercantum pada kemasan produk.
Berikan secara bertahap jangan terlalu kenyang.
Setelah minum susu, buatlah rangsangan kecil berupa tepukan pada bagian anus kitten menggunakan tisu basah. Tujuannya agar anak kucing dapat melakukan urinasi.
Selalu jaga kebersihan, terutama pada bagian mulut. Jika ada sisa air susu segera buang atau berikan ke hewan lain
Cek kondisi anak kucing ke dokter hewan pada hari pertama, ketiga, ketujuh, dan setiap minggunya.
Soal tempat tidur anak kucing, pastikan alasnya tetap hangat. Dikutip dari laman Cuteness, hindari suhu AC atau ruangan yang dingin. Sebab, kondisi ini bisa memicu penyakit tertentu seperti flu dan alergi.
Buatlah tempat tinggal yang nyaman dan jauh dari kebisingan. Jauhkan dari predator yang berpotensi memangsa anak kucing seperti tikus, musang, kucing jantan, ataupun ular.
Soal litterbox atau tempat membuang kotoran, Anda harus membersihkannya setiap hari. Ganti pasir atau kayu secara berkala bila sudah terasa sangat kotor dan bau.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kuman dan bakteri berkembang biak di dalamnya. Tempatkan litterbox pada sudut ruangan yang tenang. Latih anak kucing untuk membuang kotorannya di situ.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Mengapa anak kucing harus dirawat dengan ekstra?

Mengapa anak kucing harus dirawat dengan ekstra?
Sebab, dalam masa pertumbuhan, virus dan penyakit mudah sekali hinggap pada tubuh kucing.
Apa susu yang cocok untuk anak kucing?

Apa susu yang cocok untuk anak kucing?
Bisa mencari induk kucing lain yang sedang menyusui atau susu khusus untuk kitten (anak kucing).
Bagaimana cara menjaga kebersihan litterbox?

Bagaimana cara menjaga kebersihan litterbox?
Anda harus membersihkannya setiap hari. Ganti pasir atau kayu secara berkala bila sudah terasa sangat kotor dan bau.
