Cara Merayakan Jumat Agung bagi Umat Kristiani

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jumat (15/4), umat Kristiani akan memperingati Jumat Agung. Ini adalah momen yang identik dengan pengorbanan Yesus Kristus. Karena itulah, umat Kristiani perlu memahami bagaimana cara merayakan Jumat Agung yang benar.
Mengutip Meyakini Menghargai (Mengenal Lebih Dekat Ragam Agama dan Kepercayaan di Indonesia) oleh Ibn Ghifarie (2018: 36), Jumat Agung adalah hari kematian Yesus Kristus di kayu salib yang diperingati pada hari Jumat sebelum hari Paskah (Minggu).
Jumat Agung diperingati oleh umat Kristen untuk mengingat kematian Yesus Kristus di atas bukit Golgota setelah disiksa dan diadili. Perayaan ini disebut sebagai salah satu bentuk penebusan dosa umat manusia.
Sebagai salah satu hari raya umat Kristiani, Jumat Agung dapat dijadikan sebagai momen untuk melakukan ibadah secara khusyuk dan penuh khidmat kepada Tuhan.
Cara Merayakan Jumat Agung
Mengutip Catholic Link, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merayakan Jumat Agung.
1. Bangun Pagi dan Datang ke Gereja
Dianjurkan untuk bangun lebih pagi dari biasanya untuk mempersiapkan diri. Lalu, kenakan pakaian hitam untuk melambangkan duka atas wafatnya Yesus.
Setelah siap, segera pergi ke gereja untuk berdoa. Bagi yang beragama Katolik, tidak ada Misa saat perayaan Jumat Agung, melainkan hanya penerimaan komuni kudus. Di momen ini, berdoalah di hadapan Tuhan dalam bentuk sakramen suci.
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan saat Jumat Agung adalah doa Rosario, yakni doa renungan atas misteri keselamatan Yesus, dari mulai dikandungan hingga dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus.
2. Berpuasa
Sebagian umat Kristen melakukan puasa pada hari Jumat Agung. Mereka hanya akan makan satu kali dengan porsi lengkap atau dua kali dengan porsi kecil.
3. Berdoa dengan Khusyuk
Berhenti melakukan kegiatan apa pun pada pukul 15.00 dan berdoalah dengan khusyuk. Menurut kepercayaan, Yesus wafat di kayu salib pada pukul 15.00.
4. Membersihkan Rumah
Setelah kembali dari gereja, bersihkan dan rapikan rumah sambil merenungkan bagaimana Yesus telah membuat diri menjadi "bersih".
5. Merenung
Seperti yang sudah disebutkan, inti dari perayaan hari Jumat Agung adalah untuk merenungi peristiwa wafatnya Yesus. Oleh karena itu, renungkanlah kematian Yesus dan pengorbanan-Nya sepanjang hari itu. Caranya dengan mengingat tujuh pernyataan terakhir Yesus yang dikenal sebagai Tujuh Perkataan Salib.
Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Lukas 23:43, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Yohanes 19:26-27, “Ibu, inilah anakmu!” – “Inilah ibumu!”
Matius 27:46 dan Markus 15:34, “Eli, Eli, lama sabaktani. Artinya, Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
Yohanes 19:28, “Aku haus!”
Yohanes 19:30, “Sudah selesai.”
Lukas 23:46, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
(SFR)
