Konten dari Pengguna

Cara Merayakan Tahun Baru Islam Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah warga mengikuti pawai menyambut Tahun Baru Islam di Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga mengikuti pawai menyambut Tahun Baru Islam di Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Umat Muslim akan menyambut tahun baru Islam pada Sabtu (30/7) . Peringatan ini ditandai dengan datangnya bulan Muharram yang menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Rasulullah SAW menyebut bulan Muharram sebagai syahrullah atau bulan Allah. Itu karena bulan ini disandarkan atau dinisbatkan kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Hasan bahwa Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya Allah membuka tahun dengan bulan haram (bulan Muharram), dan mengakhirinya dengan bulan haram (bulan Dzulhijjah), maka tiada bulan dalam satu tahun lebih agung di sisi Allah setelah bulan Ramadhan kecuali bulan Muharram."

Hadits di atas menunjukkan bahwa bulan Muharram memiliki keutamaan dan keagungan tersendiri bagi umat Muslim. Bahkan, keistimewaannya hampir menyamai Ramadhan yang menjadi bulan paling penuh berkah dalam kalender Islam.

Oleh sebab itu, umat Muslim dianjurkan untuk menyambut datangnya bulan Muharram dengan sukacita. Bagaimana cara merayakan tahun baru Islam yang tepat? Berikut informasinya.

Cara Merayakan Tahun Baru Islam

Anak-anak membawa obor saat pawai menjelang Tahun Baru Islam di tengah wabah COVID-19 di Tangerang, Rabu (19/8/2020). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Cara merayakan tahun baru Islam di setiap negara berbeda-beda tergantung tradisinya masing-masing. Di Indonesia, momen penting ini biasanya dirayakan dengan menggelar pawai obor ataupun sekadar saling memberikan ucapan selamat tahun baru Islam kepada sesama Muslim.

Namun, mengutip buku Yang Perlu Dilakukan Muslimah Sepanjang Tahun tulisan Khayeera Indana Hulwah dan Aliyah Tsurayya, pada dasarnya tidak ada ajaran Islam yang mengkhususkan ritual tertentu untuk menyambut tahun baru Islam.

Momen tersebut hendaknya dimanfaatkan umat Muslim untuk bermuhasabah, memohon ampunan atas kesalahan dan dosa yang lalu, serta mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan selama setahun.

Jadi, alih-alih berpesta, sambutlah tahun baru Islam dengan melakukan berbagai ibadah yang disunnahkan Rasulullah SAW. Berikut beberapa cara merayakan tahun baru Islam dengan tepat yang bisa dilakukan:

1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun

Ilustrasi cara merayakan tahun baru Islam dengan berdoa. Foto: Unsplash

Doa akhir tahun bisa dibaca pada sore hari setelah sholat Ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah. Mengutip buku Misteri Bulan Suro oleh Muhammad Sholikhin, biasanya masyarakat akan berkumpul di masjid atau musala untuk melaksanakan sholat Ashar berjamaah dan dilanjutkan berdzikir, melantunkan ayat-ayat Alquran, serta doa akhir tahun.

Menurut Kitab Maslakul Akhyar oleh Sayyid Utsman bin Yahya, berikut doa akhir tahun yang dibaca oleh Rasulullah SAW:

Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Saat memasuki bulan Muharram, dianjurkan pula untuk membaca doa awal tahun sesudah sholat Maghrib pada malam 1 Muharram. Berikut bacaan doanya:

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

2. Puasa Sunnah pada 1 Muharram

Ilustrasa puasa 1 Muharram. Foto: Unsplash

Allah menjanjikan puasa umat Muslim pada 1 Muharram sebagai penghapus dosa selama 30 hari. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Hafshah meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah, beliau bersabda:

Barangsiapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus dosa atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari.

3. Puasa Asyura

Asyura adalah hari kesepuluh di bulan Muharram. Hari ini memiliki keutamaan dan kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Sebab, Asyura menandai peristiwa syahidnya cucu Nabi Muhammad, Hussein dan para sahabatnya dalam perang Karbala.

Untuk itu, umat Muslim dianjurkan menunaikan puasa Asyura di tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah kalian di hari Asyura dan bedakanlah dengan Yahudi dengan berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.” (Al-Baihaqi)

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Tahun baru Islam memperingati apa?
chevron-down

Peringatan ini ditandai dengan dimulainya bulan Muharram yang menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Apa yang harus dilakukan pada malam tahun baru Islam?
chevron-down

Sambutlah tahun baru Islam dengan melakukan berbagai ibadah yang disunnahkan Rasulullah SAW.

Apa hukum merayakan tahun baru Islam?
chevron-down

Pada dasarnya tidak ada ajaran Islam yang mengkhususkan ritual tertentu untuk menyambut tahun baru Islam.