Cara Merobohkan Sapi Kurban yang Benar Sesuai Syariat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Idul Adha identik dengan proses penyembelihan hewan kurban yang dijalankan umat Islam di berbagai daerah. Selain kambing, sapi menjadi salah satu hewan kurban yang paling banyak dipilih masyarakat Indonesia.
Mengingat ukuran tubuh sapi yang besar dan tenaga yang kuat, proses penanganannya perlu dilakukan secara hati-hati. Bukan hanya proses penyembelihannya yang harus benar, cara merobohkan sapi pun perlu dilakukan dengan teknik khusus agar aman bagi hewan maupun panitia kurban.
Dalam Islam, hewan kurban tetap harus diperlakukan dengan baik sebelum disembelih. Sebab, sapi juga merupakan makhluk hidup yang bisa merasakan takut, sakit, hingga stres, terlebih saat berada di lingkungan ramai dan mengetahui dirinya akan disembelih.
Karena itu, proses merebahkan sapi tidak boleh dilakukan secara kasar atau menyakitkan. Lantas, bagaimana teknik merobohkan sapi kurban yang benar sesuai syariat? Berikut tata caranya.
Cara Merobohkan Sapi Qurban
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, salah satu teknik menjatuhkan sapi kurban yang dinilai cukup sederhana dan mudah dilakukan adalah metode Burley atau cara ikat leher.
Teknik ini diterapkan agar proses perebahan hewan tetap sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan. Berikut tata caranya:
Siapkan tali tambang yang kuat dengan panjang sekitar 6 meter.
Bagi tali menjadi dua bagian sama panjang tanpa dipotong.
Tali dililitkan dengan kedua ujung melewati leher bagian belakang sapi, lalu disilangkan di antara kaki depan (sternum).
Kedua ujung tali kemudian ditarik ke atas dan disilangkan di bagian punggung, usahakan berada pada titik keseimbangan ternak.
Setelah itu, kedua ujung tali ditarik ke bawah melalui selangkangan kiri dan kanan ternak dalam posisi lurus dan tidak disilangkan.
Tarik tali secara perlahan ke arah belakang hingga sapi terdorong ke belakang dan akhirnya rebah atau roboh dalam posisi duduk ke belakang.
Setelah sapi berhasil direbahkan, ikat keempat kaki untuk mengunci posisi ternak agar tidak bergerak.
Jika memungkinkan, posisikan sapi menghadap kiblat.
Sapi juga dapat disiram air dingin agar lebih tenang sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Tata Cara Pemotongan Sapi Kurban
Setelah sapi berhasil dirobohkan, proses penyembelihan juga perlu dilakukan sesuai syariat Islam. Selain memperhatikan ketentuan agama, pemotongan hewan kurban juga harus memenuhi aspek teknis, kebersihan, serta sanitasi agar daging tetap aman dan layak dikonsumsi.
Mengutip laman BAZNAS, berikut tata cara pemotongan hewan kurban yang halal dan sesuai ketentuan:
1. Membaca Basmalah saat Menyembelih
Penyembelih dianjurkan membaca basmalah dan takbir sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Pemotongan dilakukan dalam satu gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher agar hewan tidak tersiksa.
Saat menyembelih, tiga saluran utama harus terputus, yaitu saluran pernapasan, saluran makanan, dan pembuluh darah utama, serta pastikan sapi benar-benar telah mati
2. Membiarkan Darah Keluar Sempurna
Setelah sapi disembelih, darah dibiarkan keluar secara sempurna sebelum proses pengulitan atau pemotongan daging dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersihan, kualitas daging, dan meminimalkan risiko kontaminasi penyakit.
3. Membagikan Daging Kurban
Daging hasil kurban kemudian dibagikan sesuai ketentuan syariat Islam, yaitu sebagian untuk fakir miskin, sebagian untuk keluarga atau kerabat, dan sebagian lagi dapat disimpan atau dibagikan kepada masyarakat lainnya.
Baca Juga: Melihat Jaguar, Sapi 1 Ton Asal Situbondo Buat Kurban Presiden Prabowo
(ANB)
