Konten dari Pengguna

Cara Nabi Muhammad SAW Membaca Tasbih dan Keutamaan Mengamalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tasbih. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tasbih. Foto: Pixabay

Bertasbih merupakan salah satu aktivitas terpuji yang dapat menghasilkan pahala. Melakukannya pun sangat mudah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah. Lalu, seperti apakah cara Nabi Muhammad SAW membaca tasbih?

Dalam buku Kumpulan Doa Berdasarkan Alquran dan Sunah karya Sa'id Ali bin Wahf al-Qahthoni dijabarkan bagaimana cara Rasulullah bertasbih, salah satunya dengan jari-jemari. Hal ini pun terdapat dalam hadist, yang berbunyi:

"Dari Abdullah bin Amar, dia berkata: Aku melihat Rasulullah menghitung bacaan tasbih dengan (jari-jari) tangan kanannya." (HR. Abu Dawud)

Mengutip dari kitab Al Hilyah oleh Imam Asy-Syafi'I, sejumlah sahabat Nabi menggunakan media seperti batu dan biji kurma untuk menghitung dzikir.

Hal ini pun tercantum dalam sebuah kisah dari istri Rasulullah, Shofiyah, ketika sang suami datang kerumahnya. Saat itu Nabi Muhammad SAW melihat ada 4.000 biji kurma dan menanyakan kepada Shofiyah untuk diapakan biji tersebut, Shofiyyah pun menjawab jika itu digunakannya untuk berdzikir. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya engkau dapat berzikir lebih banyak dari itu dengan menyebutkan, Mahasuci Allah sebanyak ciptaan-Nya.” (HR Tirmizi, Hakim, dan Thabrani).

Cara Nabi Muhammad SAW Membaca Tasbih

Tasbih. Foto: Pixabay

Bertasbih dengan jari-jemari merupakan cara Nabi Muhammad SAW membaca tasbih. Bacaan tasbih dianjurkan dibaca sebagai kalimat dzikir, utamanya usai sholat. Selain bacaan tasbih, ada pula takbir dan tahmid.

Ketiga bacaan ini tergolong ringan dan tidak membutuhkan waktu banyak untuk membacanya. Jika bacaan tasbih, takbir, dan tamid digabungkan akan menjadi :

ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪْ ﻭَﻵ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮْ

"Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

Keutamaan Membaca Tasbih

Keutamaan bertasbih dikutip dari buku Berzikir Cara Nabi: Merengkuh Keutamaan Zikir Tahmid, Tasbih, Tahlil, dan dan Hauqala oleh Abdur Razzaq Ash-Shadr, yaitu:

1. Kalimat yang Paling Dicintai Allah

Imam Muslim dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari hadist Samurah bin Jundab RA, dia berkata:

"Rasulullah SAW bersabda: Kalimat yang paling dicintai Allah ada 4. Anda tidak ada salah memulai dari kalimat mana saja: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar."

2. Kalimat Pelebur Dosa

Dalam kitab Al Musnad, Sunan At Tirmidzi, dan Musadrak Al Hakim, terdapat riwayat dari hadits Abdullah bin 'Amr ra, dia berkata:

"Rasulullah SAB bersabda: "Di muka bumi ini, setiap kali seseorang membaca kalimat laa ilaaha illallaah, Allaahu Akbar, Subhaanallah, Alhamdulillaah, dan Laa haula walaa quwwata illaa billaah, maka dosa-dosanya dilebur meskupun lebih banyak dari buih di laut."

Dosa yang dilebur yakni dosa kecil. Sedangkan dosa besar tidak bisa dilebur, tapi harus dengan bertobat.

3. Tanaman Surga

At Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda: "Aku bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra'kan. Lalu Ibrahim berkata, 'Wahai Muhamamd, samapaikan salamku kepada umatmu dan beritahulah mereka bahwa surga itu baik tanahnya, tawar airnya, dan surga itu qi'an, yang tanamannya adalah subhaanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar."

(NDA)