Cara Shalat di Mobil saat Umat Muslim dalam Perjalanan Jauh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat lima waktu merupakan ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan apapun alasannya. Namun, ada kondisi di mana umat Islam tidak dapat melaksanakan shalat dengan normal, seperti saat berada dalam mobil atau kendaraan lainnya.
Berada dalam kendaraan saat menempuh perjalanan panjang bukan alasan shalat boleh ditinggalkan. Shalat tetap dapat dilakukan meski sedang di dalam kendaraan.
Dalam sebuah hadits, Jabir bin Abdillah ra mengatakan: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan salat sunah di atas kendaraan tanpa menghadap kiblat". (HR. Bukhari 1094)
Shalat di dalam mobil boleh dilakukan jika menemui hambatan yang dibenarkan dalam ajaran Islam. Contoh kondisinya adalah tidak menemukan masjid atau mushola terdekat, terjebak macet, dan lainnya.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui tata cara shalat di mobil sesuai ajaran Islam. Berikut adalah penjelasannya yang dihimpun dari buku Panduan Shalat dalam Keadaan Darurat susunan Drs. H. Nor Hadi dan sumber lainnya.
Cara Shalat di Mobil
Dalam sebuah hadits, diceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengerjakan shalat di atas kendaraan. “Rasulullah SAW melajukan kendaraannya ke depan dan melakukan shalat dengan membungkuk, bungkuknya untuk sujud lebih rendah dari bungkuk untuk rukuk.” (HR. Ahmad, Nasa i, Daruquthni, dan Tirmizi)
Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara shalat di mobil sesuai syariat Islam:
Duduk dengan posisi biasa orang naik kendaraan, punggung bersandar pada sandaran kursi, pandangan ke depan bawah.
Takbiratul ihram, membaca surat dengan posisi yang sama.
Rukuk dengan sedikit menundukkan badan.
I'tidal kembali ke posisi semula.
Sujud dengan menundukkan badan lebih rendah dari ketika rukuk.
Duduk di antara dua sujud dengan posisi duduk sempurna, seperti ketika takbiratul ihram.
Gerakan lainnya sama seperti penjelasan di atas.
Ketika tasyahud, acungkan jari telunjuk dan pandangan tertuju ke arah telunjuk.
Salam, menoleh ke kanan ke kiri dalam posisi duduk.
Syarat Diperbolehkannya Shalat di Kendaraan
Mengutip buku Shalat di Kendaraan susunan Ahmad Sarwat, Lc., MA., shalat wajib dapat dilakukan di atas kendaraan jika bisa melakukannya dengan sempurna. Namun, jika tidak memungkinkan untuk mengerjakannya dengan sempurna, sebaiknya turun dari kendaraan terlebih dahulu.
“Dari Jabir bin Abdillah radliyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW shalat di atas kendaraannya menghadap ke mana pun kendaraannya itu menghadap. Namun bila beliau hendak shalat fardhu, maka beliau turun dan shalat menghadap kiblat.” (HR. Bukhari)
Ada sejumlah syarat diperbolehkannya melaksanakan shalat di atas kendaraan, yaitu:
Tidak dapat menghentikan laju kendaraan seperti ketika naik pesawat terbang, kereta api, dan semacamnya, sementara dirinya khawatir akan terlewat waktu shalat wajib.
Tidak dapat menemukan air untuk berwudhu. Dalam kondisi ini diperbolehkan untuk bertayamum, kecuali jika menemukan toilet atau wastafel di dalam kendaraan yang dapat digunakan untuk berwudhu.
Frequently Asked Question Section
Situasi apa yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat di atas mobil?

Situasi apa yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat di atas mobil?
Shalat di kendaraan boleh dilakukan jika ada uzur (halangan) yang dibenarkan dalam Islam. Sebagai contoh, jika tidak memungkinkan untuk turun dari kendaraan selama di perjalanan karena suatu hal.
Apa saja syarat diperbolehkan shalat di kendaraan?

Apa saja syarat diperbolehkan shalat di kendaraan?
Tidak dapat menghentikan laju kendaraan, tidak memungkinkan baginya untuk menghentikan kendaraan sejenak untuk shalat, atau tidak dapat menemukan air untuk berwudhu.
(ANS)
