Cara Takbiratul Ihram bagi Wanita yang Benar

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Takbiratul ihram merupakan takbir pertama dalam shalat. Arti takbiratul ihram adalah takbir yang mengharamkan. Sebab, takbir ini menjadi batas diharamkannya melakukan hal lain yang tidak berkaitan dengan shalat.
Dalam pelaksanaannya, banyak perdebatan mengenai cara takbiratul ihram bagi wanita. Mengutip Fiqih Shalat Jamaah Bagi Wanita susunan Aini Aryani, gerakan dan bacaan shalat bagi wanita pada dasarnya sama saja dengan laki-laki.
Keduanya punya kedudukan hukum yang sama menurut Al-Quran dan As-Sunnah. Namun, bila ada dalil yang secara khusus mengatur tentang tata cara bacaan atau gerakan khusus buat wanita, tentu umat Islam tidak boleh menolaknya dan senantiasa untuk memperbaiki shalatnya agar ibadah semakin baik.
Lantas, bagaimana cara takbiratul ihram bagi wanita? Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.
Cara Takbiratul Ihram bagi Wanita
Masih dari sumber yang sama, menurut Mazhab Al-Hanafiyah cara takbiratul ihram bagi wanita adalah sebagai berikut.
Mengangkat telapak tangannya ketika bertakbir dalam shalat (termasuk takbiratul ihram, ruku, bangun dari ruku’, dan bangun dari tahiyat pertama).
Tangan setinggi pundak atau telinga.
Telapak tangannya menghadap ke kiblat.
Jari jemarinya tidak dibuka dengan lebar dan tidak dirapatkan akan tetapi direnggangkan sedikit.
Hal ini berlaku sama untuk laki-laki, karena tidak ada dalil yang menunjukkan perbedaan antara keduanya. Dari Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah SAW ketika memulai shalat, beliau mengangkat kedua tangannya dengan dibentangkan.” (HR. Abu Daud).
Ibnu Umar ra juga menceritakan, “Bahwa Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya setinggi pundak, ketika memulai shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Malik bin al-Huwairits ra turut berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ketika takbiratul ihram, ketika rukuk, ketika i’tidal, hingga setinggi daun telinga.” (HR. Nasai).
Makna Takbiratul Ihram
Dihimpun dari buku Aku Cermin Shalatku karya Ghufron Hasan, secara bahasa, takbiratul ihram berarti takbir yang mengharamkan mushalli (orang yang shalat) untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya halal dilakukan.
Makan, minum, berbicara, dan semacamnya hukumnya halal sebelum shalat. Tetapi ketika sudah takbiratul ihram (shalat), hal-hal yang disebutkan itu menjadi haram dilakukan dan bisa membatalkan shalat.
Takbiratul Ihram sendiri merupakan salah satu dari rukun shalat. Rukun yang berarti dasar atau pokok ini membuat takbiratul ihram tidak boleh tertinggal, baik sengaja atau lupa. Meninggalkan atau tidak melakukannya menyebabkan shalat yang dilakukan oleh seseorang menjadi tidak sah.
Takbiratul Ihram ini adalah rukun pertama yang dilakukan saat shalat. Bahkan, salah satu pendapat madzhab menunjukkan bahwa kedudukannya yang sangat penting sebagai pembuka shalat.
Rasulullah SAW bersabda:
مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطُّهُورُ ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Artinya: “Kunci salat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir dan penutupnya adalah salam.” (HR. Abu Daud, al-Tirmidzi, dan Ibn Majah)
Saat takbir, lafaz yang diucapkan adalah اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar), yang artinya ‘Allahu Maha Besar’. Merujuk NU Online, dalam pelaksanaannya, pengucapan kalimat tersebut harus memenuhi beberapa syarat yakni:
Pada saat mengucapkannya, orang yang hendak shalat harus sudah dalam posisi berdiri. Bila pengucapannya dilakukan di tengah-tengah proses hendak berdiri, maka tidak sah shalatnya.
Pada saat mengucapkannya, orang yang hendak shalat sudah pada posisi menghadap kiblat.
Menggunakan bahasa Arab. Namun, bagi yang tidak bisa mengucapkannya dengan bahasa Arab dan tidak memungkinkan untuk mempelajari pada saat itu, diperbolehkan baginya untuk bertakbiratul ihram menggunakan bahasa lain dengan mengucapkan makna dari kalimat Allahu Akbar. Setelah itu ia berkewajiban untuk mempelajari takbiratul ihram dengan bahasa Arab.
Pengucapan kalimat Allahu Akbar setiap hurufnya harus bisa didengar oleh minimal dirinya sendiri dengan catatan kondisi pendengarannya dalam keadaan sehat. Seandainya yang terdengar hanya kalimat Allahu saja dan tak terdengar kalimat Akbar-nya, meskipun kedua bibirnya bergerak mengucapkannya, maka takbir tersebut tidak sah.
Pengucapan takbiratul ihram tersebut dibarengi dengan hati yang membisikkan niat shalat .
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa lafadz yang dibaca saat takbiratul ihram?

Apa lafadz yang dibaca saat takbiratul ihram?
Saat takbir, lafaz yang diucapkan adalah (Allahu Akbar), yang artinya ‘Allahu Maha Besar’.
Apa yang dimaksud takbiratul ihram secara bahasa?

Apa yang dimaksud takbiratul ihram secara bahasa?
Secara bahasa, takbiratul ihram berarti takbir yang mengharamkan mushalli (orang yang shalat) untuk melakukan sesuatu yang sebelumnya halal dilakukan.
Bagaimana jika seseorang melewatkan gerakan takbiratul ihram ketika shalat?

Bagaimana jika seseorang melewatkan gerakan takbiratul ihram ketika shalat?
Takbiratul Ihram sendiri merupakan salah satu dari rukun shalat. Rukun yang berarti dasar atau pokok ini membuat takbiratul ihram tidak boleh tertinggal, baik sengaja atau lupa. Artinya, meninggalkan atau tidak melakukannya menyebabkan shalat yang dilakukan oleh seseorang tidak sah.
