Ceban Berapa Rupiah? Ini Artinya dan Bilangan Lain dalam Bahasa Mandarin

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah ceban sering terdengar bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Meski sering digunakan, beberapa orang masih belum mengetahui artinya. Sehingga, sering muncul pertanyaan, ceban berapa nominalnya dalam rupiah?
Secara bahasa, ceban berarti Rp 10.000. Kata ini berasal dari bahasa Mandarin, tepatnya dialek Hokkien, yang digunakan untuk mengartikan jumlah uang.
Mengutip buku Merajut Harmoni, Membangun Bangsa: Memahami Konflik dalam Masyarakat Indonesia terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, dialek Hokkien adalah bahasa Mandarin yang biasa digunakan penduduk Tionghoa dengan pelafalan yang lebih sederhana.
Selain ceban, ada pula istilah Mandarin lain yang digunakan untuk menyebut jumlah mata uang. Apa saja? Nah, berikut rangkumannya untuk Anda.
Arti Ceban dan Istilah Mandarin Hokkien Lainnya
Berdasarkan catatan sejarah, istilah ceban awalnya digunakan oleh pedagang China yang datang dan menetap di wilayah Indonesia. Istilah ini merujuk pada jumlah mata uang, yakni Rp 10.000.
Mulanya, dialek Hokkien banyak ditemukan di wilayah Batavia atau Jakarta. Tidak hanya bahasanya saja, ternyata budaya Mandarin juga turut memengaruhi kehidupan masyarakat Batavia atau Betawi.
Pasalnya, masyarakat Betawi tidak memiliki struktur bahasa yang kuat, sehingga mudah sekali terpengaruh dengan bahasa lain. Mereka tidak memiliki bahasa ibu yang paten layaknya suku Sunda, Jawa, dan Batak.
Mengutip buku Biografi Delapan Penulis Peranakan: Dari Penjaja Tekstil Sampai Superwoman karya Myra Sidharta, di antara dialek Mandarin lainnya, Hokkien adalah dialek yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Meski kini sudah jarang terdengar, ternyata dialek Hokkien masih tetap eksis di beberapa wilayah. Sebagai contoh, masyarakat Tionghoa di wilayah Singkawang, Kalimantan Barat kerap menggunakan dialek Hokkien sebagai bahasa sehari-hari.
Kembali bicara soal ceban, ternyata ada juga istilah lain yang digunakan untuk menyebut jumlah uang dalam dialek Hokkien. Contohnya seperti gocap, gopek, seceng, noceng, goceng, ceban, cepek ceng, cetiao, dan gotiao.
Menghimpun laman Gramedia Blog, berikut adalah arti dari cepek, gocap, gopek, seceng, noceng, goceng, ceban, cepek ceng, cetiao, dan gotiao dalam bahasa Indonesia:
Gocap: Lima puluh (50).
Cepek: Seratus (100).
Gopek: Lima ratus (500).
Seceng: Seribu (1.000).
Noceng: Dua ribu (2.000).
Goceng: Lima ribu (5.000).
Ceban: Sepuluh ribu (10.000).
Goban: Lima puluh ribu (50.000).
Cepek Ceng: Seratus ribu (100.000).
Cetiao: Satu juta (1.000.000).
Gotiao: Lima juta (5.000.000).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa arti ceban?

Apa arti ceban?
Istilah ceban merujuk pada jumlah mata uang Indonesia yakni sepuluh ribu rupiah.
Berasal dari manakah istilah ceban?

Berasal dari manakah istilah ceban?
Dari bahasa Mandarin, tepatnya dialek Hokkien.
Apa itu dialek Hokkien?

Apa itu dialek Hokkien?
Dialek Hokkien adalah bahasa Mandarin yang biasa digunakan penduduk Tionghoa dengan pengucapan yang lebih sederhana.
