Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Ayam Mangon sebagai Ayam Petarung Bergaya Modern

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ayam petarung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayam petarung. Foto: Pixabay

Ayam mangon atau magon merupakan ayam petarung bergaya modern hasil perkawinan silang dari jenis pama dan saigon. Di Indonesia, ayam petarung biasanya digunakan dalam hiburan sabung ayam atau adu ayam.

Mengutip buku Ayam Pakhoe: Si Petarung Paling Unggul oleh Didit Gondang, dkk., (2016), ayam petarung jenis saigon adalah ayam aduan dengan tulang paling tebal.

Keunggulan tersebut membuat ayam jenis saigon mempunyai pukulan yang keras, ketangguhan, dan daya tahan dalam menerima pukulan tangguh ayam lawan. Namun, ayam ini tidak memiliki kelincahan, sehingga kurang cerdas saat bertarung.

Sementara ayam petarung jenis pama merupakan ayam aduan yang berasal dari Myanmar. Persilangan antar ayam aduan ini dapat menghasilkan ayam dengan kekuatan yang lebih besar dan beragam.

Ciri-Ciri Ayam Mangon dan Ayam Pama Lainnya

Ilustrasi ayam aduan. Foto: Pixabay

Setiap ayam aduan mempunyai karakteristik masing-masing berdasarkan ciri-ciri dan jenisnya. Masih mengutip dari buku Ayam Pakhoe; Si Petarung Paling Unggul, berikut ciri-ciri ayam mangon dan ayam pama lainnya.

1. Ayam Mangon (Pama Saigon)

  • Ukuran dan rangka tulang kasar serta besar.

  • Berat mencapai 3-4 kg.

  • Memiliki bulu lebat, biasanya berwarna gelap dan kurang menarik (jalak, kelabu, hitam, dan merah coklat).

  • Kaki berukuran besar, kering, bulat, dan berwarna gelap (hitam, biru, dan kuning coklat).

  • Gaya bertarung sedikit lambat, sama seperti ayam saigon.

  • Menyerang dengan menempel kiri-kanan lawan, tidak bisa dipancing atau anti lock.

  • Pukulan keras dengan akurasi mencapai 90% mengenai bagian kepala (paruh, mata, dan tenggorokan).

2. Ayam Pama Original

  • Ukuran dan rangka relatif kecil (tipis) daripada ayam aduan lainnya.

  • Beratnya berkisar 2-2,6 kg.

  • Berbulu lebat dan warnanya kurang menarik.

  • Kaki berukuran kecil, kering, bulat, dan berwarna kegelapan.

  • Menghindar dan memukul tanpa mematuk.

  • Mempunyai tingkat efektivitas dan akurasi pukulan mencapai 90% mengenai bagian kepala (paruh, mata, dan tenggorokan).

Ilustrasi ayam mangon. Foto: Pixabay

3. Ayam Mathai (Pama Thai)

  • Ukuran dan rangka lebih besar daripada ayam pama original.

  • Berat mencapai 3,5 kg.

  • Memiliki bulu yang lebat dan biasanya berwarna menarik (jalak, kelabu, dan merah coklat).

  • Ukuran kaki kecil, kering, bulat, dan berwarna terang seperti ayam bangkok.

  • Gaya bertarung seperti ayam bangkok dengan cara menempel lawan di kanan-kiri, kemudian memancing dan mengunci lawan dengan pukulan keras.

  • Pukulan keras dengan tingkat akurasi mencapai 90% mengenai bagian kepala (paruh, mata, dan tenggorokan).

4. Ayam Masil-Brazillian (Pama Brazil)

  • Ukuran dan rangka lebih besar daripada ayam pama original.

  • Berat mencapai 3,5 kg.

  • Berbulu lebat, berwarna gelap dan kurang menarik (jalak, kelabu, hitam, dan merah coklat).

  • Ukuran kaki kecil, kering, bulat, dan berwarna terang,

  • Gaya bertarungnya berdiri dengan kontrol kiri-kanan dan tidak bisa mengunci, namun pukulannya mengenai syaraf.

  • Tingkat akurasi pukulan mencapai 90% mengenai bagian kepala (paruh, mata, dan tenggorokan).

  • Mempunyai mental paling baik untuk jenis ayam petarung.

Kelebihan dari Ayam Magon

Ilustrasi ayam petarung. Fito: Unsplash

Dalam sabung ayam, ayam magon memiliki mental yang bagus serta pukulan yang keras dan akurat. Pukulan ini berpotensi mengalahkan lawan dengan cepat.

Pukulan ayam magon memiliki tingkat akurasi tinggi yang mengarah ke area vital lawan, yaitu di sekitar mata, paruh, rahang, dan tenggorokan.

Selain itu, ayam magon juga memiliki teknik yang khas dalam bertarung, seperti teknik lari dan anti lock. Teknik lari adalah teknik ayam magon dengan ciri saat lawan menyerang ayam ini lari dan balik menyerang.

Sementara teknik anti lock adalah teknik menyerang lawan dengan cara menempel kiri-kanan lawan dan tidak bisa dipancing.

Harga Ayam Magon

Ilustrasi ayam magon. Foto: Unsplash

Ayam magon merupakan salah satu jenis ayam aduan unggulan. Harga yang ditawarkan di pasaran bervariasi, tergantung pada jenis, karakteristik, kondisi, dan umur ayam.

Secara umum, ayam magon asli dijual dengan variasi harga mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,2 juta. Sementara ayam magon betina biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp1,7 juta hingga Rp5 juta.

Ada pula jenis ayam magon bulbi yang dijual dengan harga di atas Rp1 juta hingga Rp12 juta, tergantung kondisi ayam.

Baca Juga: 4 Jenis Ayam Bangkok Paling Mahal tapi Banyak Diburu

Cara Merawat Ayam Magon

Ilustrasi beras merah sebagai pakan ayam. Foto: Unsplash

Ayam magon perlu dirawat dengan baik dan benar agar memiliki kondisi yang prima saat bertarung. Sebab, ayam yang sudah masuk arena aduan harus melalui serangkaian tes, seperti tes fisik, mental, hingga gaya bertarung.

1. Makanan Ayam Magon

Jenis pakan ayam magon akan berbeda pada perkembangan usia tertentu menyesuaikan kebutuhan nutrisinya. Misalnya, pakan untuk ayam magon yang berusia 3 bulan memiliki jenis dan komposisi pakan yang berbeda dengan ayam usia 6 bulan.

Adapun beberapa jenis makanan ayam magon yang biasanya diberikan adalah gabah, nasi putih sisa, singkong, jagung, dan beras merah.

2. Cara Memandikan

Selain makanan, faktor penting lainnya dalam merawat ayam magon adalah memastikan kebersihan ayam. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui cara memandikan ayam magon yang benar.

Pada dasarnya, cara memandikan ayam magon cukup menggunakan handuk bersih yang dibasahi kemudian lap seluruh badan dan bulu ayam hingga bersih. Adapun untuk waktu mandi, sebaiknya ayam dimandikan setiap 3-4 kali dalam seminggu.

3. Cara Melatih

Ayam magon tidak cukup hanya memiliki bentuk badan yang ideal dengan tubuh padat dan rangka tulang yang keras. Hewan ini juga harus memiliki daya tahan fisik yang baik untuk bisa bertarung dengan baik.

Sasaran latihan pada ayam aduan adalah untuk mengembangkan kemampuan bertarung, mental, dan kondisi badan yang kuat, sehat, dan napas yang panjang.

Dikutip dari Seri Life Skill (Beternak Ayam Bangkok) oleh Tisna Suwanda (2005: 47-50), adapun beberapa cara melatih ayam magon, di antaranya:

  1. Melatih otot kaki dan sayap ayam, seperti latihan lari. Latihan lari diperlukan agar otot kaki lebih kencang dan kepakan sayapnya lebih kuat. Kegiatan ini akan membantu pembentukan otot sayap dan kaki serta pandangan mata menjadi lebih tajam.

  2. Lontar ayam atau latihan melompat yang dilakukan dengan melontarkan tubuh ayam ke udara. Lontar ayam berfungsi agar ayam mampu melompat sampai melakukan pukulan kepada lawan, serta meredam serangan lawan.

  3. Menjantur ayam, yakni perlakuan mengangkat ayam setinggi 1 meter dengan memegang kuat pangkal ekor secara terbalik. Ayam yang terangkat dengan ekor di atas dan kepala di bawah akan berusaha sangat keras mengepakkan sayap dan kakinya.

  4. Latihan adu tanding dengan ayam lain yang berfungsi untuk mempersiapkan mental ayam ketika bertarung.

(DND & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu ayam mangon?
chevron-down

Ayam mangon atau magon merupakan ayam petarung bergaya modern hasil perkawinan silang dari jenis pama dan saigon.

Apa ciri-ciri ayam mangon?
chevron-down

Ukuran dan rangka tulang kasar serta besar, berat mencapai 3-4 kg, serta memiliki bulu lebat, biasanya berwarna gelap dan kurang menarik (jalak, kelabu, hitam, dan merah coklat).

Apa kelebihan ayam magon?
chevron-down

Dalam sabung ayam, ayam magon memiliki mental yang bagus serta pukulan yang keras dan akurat. Pukulan ini berpotensi mengalahkan lawan dengan cepat.