Ciri-Ciri Kurma Tidak Layak Konsumsi yang Perlu Diketahui

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurma adalah salah satu makanan yang dikenal memiliki masa simpan panjang. Buah dengan aneka ragam manfaat ini mudah ditemukan di pasaran dalam berbagai jenis, bentuk, dan kemasan.
Namun, kurma tetap bisa rusak apabila tidak disimpan dengan benar atau sudah melewati batas layak konsumsi. Simak ciri-ciri kurma tidak layak konsumsi selengkapnya di artikel ini!
Ciri-Ciri Kurma Tidak Layak Konsumsi
Kurma memiliki masa simpan berbeda-beda tergantung jenisnya. Dikutip dari laman The Kitchn, kurma jenis Deglet Noor bisa bertahan hingga 1 tahun pada suhu ruang dan 2–3 tahun jika disimpan di freezer. Sementara kurma Medjool memiliki masa simpan lebih pendek, yakni sekitar 6 bulan di suhu ruang dan lebih dari 1 tahun jika dibekukan.
Melebihi waktu simpan tersebut, kualitas kurma akan menurun dan berpotensi tidak aman dikonsumsi. Menurut laman Narafood dan The Kitchn, ada beberapa ciri-ciri kurma tidak layak konsumsi yang sebaiknya segera dibuang. Berikut rinciannya:
1. Terdapat Jamur
Jamur pada kurma bisa berwarna putih, hitam, atau kehijauan dengan tekstur berbulu atau berserat. Jamur sering muncul dari pangkal buah lalu menyebar ke seluruh bagian.
Sebaiknya belah kurma sebelum dikonsumsi untuk memeriksa bagian dalamnya. Bintik hitam di dalam daging buah bisa menjadi tanda adanya racun jamur, seperti aflatoksin atau okratoksin A yang berbahaya bagi kesehatan.
2. Perubahan Warna yang Mencolok
Kurma yang sudah rusak mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dari biasanya, baik di bagian luar maupun dalam. Namun, perubahan warna ini berbeda dengan lapisan putih tipis yang sering muncul di permukaan kurma. Lapisan putih tersebut hanyalah kristal gula alami (sugar bloom) yang tidak berbahaya.
3. Bau Tidak Sedap
Kurma yang masih layak konsumsi memiliki aroma ringan dan khas. Jika tercium bau asam, tengik, busuk, atau menyerupai alkohol, itu adalah tanda jelas bahwa kurma sudah mengalami kerusakan dan tidak boleh dimakan.
4. Ditemukan Serangga atau Hama
Kurma organik yang tidak diproses dengan pestisida berpotensi mengandung ulat, laba-laba, atau lalat buah di bagian dalam buah. Tanda yang umum ditemukan adalah serbuk kecil berwarna cokelat menyerupai serbuk gergaji di dalam buah.
Namun, ditemukannya hama pada satu buah tidak selalu berarti seluruh kemasan rusak. Anda bisa mengakalinya dengan membuang kurma yang terinfeksi dan periksa sisanya satu per satu.
Tips Menyimpan Kurma agar Tetap Segar
Mengutip laman Narafood dan The Kitchn, berikut cara menyimpan kurma dengan benar:
Kurma segar sebaiknya disimpan di kulkas. Jika jenis kurma berair, maka dianjurkan untuk menyimpannya di freezer.
Kurma kering lebih tahan lama dan bisa disimpan di suhu ruang selama tempat penyimpanannya kering dan tidak lembap.
Gunakan wadah kedap udara atau kantong vacuum-sealed untuk mencegah perubahan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri.
Hindari menyimpan kurma di wadah terbuka pada suhu ruang karena dapat menarik lalat buah dan hama lainnya.
Jika kurma sudah dicuci, segera konsumsi atau keringkan terlebih dahulu sebelum kembali disimpan.
(FHK)
Baca juga: Jangan Asal Bungkus! Kemasan Takjil Ini Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan
