Ciri-Ciri Rendah Hati menurut Alkitab, Teladan Yesus dalam Melayani

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri rendah hati dapat ditemukan dalam Alkitab. Sebelum membahas lebih jauh tentang rendah hati, ada baiknya ketahui lebih dulu perbedaannya dengan rendah diri.
Rendah diri adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau banyak hal. Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja.
Sementara itu, rendah hati merupakan sikap yang dapat ditunjukkan melalui kesadaran bahwa manusia adalah makhluk fana yang penuh keterbatasan. Karena itu, manusia bergantung sepenuhnya pada Allah.
Lalu, bagaimana ciri-ciri rendah hati menurut Alkitab?
Ciri-Ciri Rendah Hati Menurut Alkitab
Ciri-ciri kerendahan hati menurut Alkitab seperti dikutip dari buku Pendidikan Agama Kristen karya Pdt. Janse Belandina adalah seperti berikut.
Takut akan Tuhan dan menggantungkan hidup pada-Nya.
Taat kepada Tuhan dan melakukan perintah/ajaran-Nya.
Menghindari pemegahan diri sendiri tidak menyombongkan diri.
Menghargai kelebihan orang lain.
Menyadari kelemahan diri.
Menghargai talenta yang Tuhan berikan dan dipakai untuk menolong orang lain dan berpartisipasi dalam komunitas gereja.
Bersedia menolong orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih.
Kerendahan hati memperoleh penekanan utama dalam ajaran Yesus. Ia tak hanya mengajarkan prinsip-prinsip kerendahan hati namun Ia mempraktikannya. Ia mengajar sekaligus menjadi panutan dalam hal kerendahan hati.
Berulang kali Yesus menegaskan bahwa orang yang rendah hatilah yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga. Ia juga mengecam murid-murid-Nya yang masih bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka.
Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai simbol atau tanda pelayanan dan kerendahan hati. Ia mengatakan: Aku datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.
Yesus selalu mengakui “kebesaran Allah Bapa-Nya”. Ia melayani murid-murid-Nya dan memanggil mereka sahabat.
Manusia rendah hati adalah manusia yang tahu kekurangan dan kelebihan dirinya sendiri tanpa pernah meremehkan orang lain. Sebaliknya, mereka merendahkan diri di hadapan Allah.
(AAG)
