Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Wali Abdal, Sosok Pilihan Pengganti Para Nabi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Wali Abdal. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wali Abdal. Foto: Pixabay

Dalam Islam, penggolongan manusia berdasarkan tingkat ketakwaannya dimulai dari nabi, wali, hingga manusia biasa. Wali dikenal sebagai pewaris para nabi yang juga bertugas membimbing umat agar tetap berada di jalan-Nya.

Wali digolongkan menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan ciri-cirinya. Salah satunya adalah Wali Abdal, sosok manusia pengganti yang memiliki keshalihan dan ketaatan kepada Allah SWT. Mereka juga diberikan kekuasaan untuk menunjuk penggantinya jika mereka wafat.

Wali Abdal dibagi menjadi tujuh orang. Tugas dari wali Abdal ini adalah menguasai dan menjaga ketujuh iklim yang ada di alam semesta. Tujuh wali tersebut berada di bawah pimpinan tujuh nabi yaitu Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Idris, Nabi Yusuf, Nabi Isa, dan Nabi Adam.

Ibnu Arabi berpendapat bahwa Wali Abdal melakukan amal perbuatan dengan menjauhi persoalan duniawai seperti selalu menahan lapar, terjaga di malam hari, lebih banyak memilih diam, dan mengasingkan diri dari keramaian.

Namun Kyai Saleh Darat memiliki pendapat lain. Berikut pembahasan mengenai ciri-ciri Wali Abdal.

Ilustrasi Wali Abdal. Foto: Risyal Hidayat/Antara.

Ciri-ciri Wali Abdal

Banyak kalangan menganggap bahwa Wali Abdal tidak pernah terlibat dalam persoalan duniawi, melainkan hanya berkutat pada ritual dan ibadah. Akan tetapi, anggapan tersebut dibantah oleh Kyai Saleh Darat dalam kitab berjudul "Minhajul Atqiya' Fi Syarhi Ma'rifat Al-Adzkiya."

Dengan mengutip perkataan Abu Darda', Kyai Saleh Darat memberikan pendapatnya tentang ciri-ciri seseorang Wali Abdal antara:

  1. Sikap wirai (berhati-hati), niat yang baik, dan hati yang selamat;

  2. Kasih sayang terhadap umat Islam, tidak menghujat, dan tidak pernah membenci;

  3. Tidak pernah membuat sedih atau menyakiti sesama manusia;

  4. Tidak menyusahkan orang yang di bawahnya;

  5. Tidak iri terhadap orang yang di atasnya;

  6. Baik kepada sesama manusia;

  7. Dermawan kepada semua manusia;

  8. Rendah hati terhadap semua manusia.

(VIO)