Konten dari Pengguna

Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi yang Mengindikasikan Peradangan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

com-Ilustrasi sakit gigi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi sakit gigi. Foto: Shutterstock

Gejala umum yang biasa dirasakan pasien setelah cabut gigi adalah nyeri pada bagian gusinya. Meski tidak berbahaya, hal ini nyatanya mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi jika terjadi infeksi selama masa penyembuhan.

Dalam dunia medis, infeksi setelah cabut gigi dikenal dengan istilah dry socket. Mengutip laman Mayoclinic, dry socket dapat terjadi ketika gusi yang bolong setelah cabut gigi mengalami peradangan.

Gumpalan darah yang seharusnya melindungi tulang dan syaraf selama proses pemulihan justru tidak terbentuk sempurna. Alhasil, gusi pun meradang dan pasien merasakan nyeri hebat di daerah tulang rahang.

Memang, seperti apa ciri infeksi setelah cabut gigi? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan dalam artikel berikut.

Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi

Infeksi setelah cabut gigi atau dry socket dapat terjadi ketika gumpalan darah tidak menutup lubang tempat pencabutan gigi dengan sempurna. Alhasil, tulang gigi dan syaraf yang seharusnya terlindungi pun mengalami peradangan.

Ilustrasi sakit gigi. Foto: Thinkstock

Dijelaskan dalam laman WEBMD, pasien yang mengalami dry socket akan merasakan sakit pada daerah gusi selama berhari-hari. Rasa sakit tersebut kemudian menjalar ke bagian telinga dan kepala. Selain itu, ada pula gejala lain yang meliputi:

  • Hilangnya sebagian atau seluruh bekuan darah di tempat pencabutan gigi. Daerah tersebut akan tampak kosong dan kering.

  • Terlihat tulang gigi di bagian soket (tempat pencabutan gigi).

  • Nyeri yang menjalar dari soket ke telinga, mata, pelipis atau leher pada sisi wajah yang sama dengan lokasi pencabutan gigi.

  • Bau dan rasa tidak enak di mulut.

Jika merasakan gejala tersebut pacsa pencabutan gigi, maka bisa dipastikan Anda terkena dry socket. Ada dua proses penyembuhan yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Membersihkan dan membalut area peradangan

Jika lubang tempat pencabutan gigi terasa kering, dokter akan membersihkannya untuk memastikan soket bebas dari makanan dan partikel lain. Ini dapat mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya infeksi.

Ilustrasi sakit gigi. Foto: Thinkstock

Dokter gigi juga akan melapisi soket dengan pembalut atau pasta obat khusus. Anda bisa menggantinya secara berkala sesuai dengan anjuran dokter.

Anda akan diresepkan air asin atau obat kumur oleh dokter. Mereka mungkin juga meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi di daerah tersebut.

2. Mengobati rasa sakit

Obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat membantu meredakan ketidaknyamanan Anda. Dokter gigi akan merekomendasikan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen (Motrin IB, Advil), atau acetaminophen (Tylenol).

Sebaiknya hindari mengonsumsi aspirin, karena dapat menyebabkan lebih banyak pendarahan di area peradangan. Kompres air dingin bisa membantu Anda mengurangi rasa nyeri.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu dry socket?

chevron-down

Dry socket dapat terjadi ketika gusi yang bolong setelah cabut gigi mengalami peradangan.

Apa ciri-ciri infeksi setelah cabut gigi?

chevron-down

Hilangnya sebagian atau seluruh bekuan darah di tempat pencabutan gigi. Daerah tersebut akan tampak kosong dan kering.

Bagaimana cara mengobati infeksi setelah cabut gigi?

chevron-down

Membersihkan area lubang tempat pencabutan gigi, membalutnya, dan meredakan nyerinya dengan bantuan obat.