Contoh Aksi Nyata Modul 2.2 Program Guru Penggerak

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksi Nyata Modul 2.2 adalah tugas yang berfokus pada penerapan Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE). Aktivitas ini merupakan bagian dari program Pendidikan Guru Penggerak yang wajib dikerjakan Calon Guru Penggerak (CGP).
Modul 2.2 adalah sebuah modul pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional siswa secara menyeluruh. Jadi, pembelajaran di kelas tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga pada pengembangan emosional siswa.
Melalui Aksi Nyata, CGP diharapkan dapat menerapkan PSE secara efektif di kelas yang akan membantu murid tumbuh secara holistik dalam aspek sosial dan emosional. Agar lebih paham, berikut ini contoh penerapan aksi nyata Modul 2.2.
Contoh Aksi Nyata Modul 2.2
Mengutip Modul 2.2: Pembelajaran Sosial dan Emosional oleh Caesilia Ika W, dkk., pada pelaksanaan Aksi Nyata, CGP diwajibkan untuk membuat tugas portofolio yang berisi bukti pelaksanaan aksi nyata.
Selain itu, CGP juga harus menyusun artikel yang ditulis dengan gaya masing-masing, namun harus mencakup empat komponen penting dalam kerangka 4P (4F), yaitu:
Peristiwa (Facts): Deskripsi singkat dari aksi yang dilakukan, termasuk latar belakang, tindakan yang diambil, dan hasilnya, dilengkapi dengan foto.
Perasaan (Feelings): Refleksi perasaan saat dan setelah aksi dilakukan.
Pembelajaran (Findings): Apa yang dipelajari dari pelaksanaan aksi, baik keberhasilan maupun kegagalan.
Penerapan ke Depan (Future): Rencana perbaikan atau langkah yang akan diterapkan di masa depan.
Untuk membantu CGP dalam merangkum proses yang telah dilakukan dan menjadikannya sebagai bahan refleksi untuk pengembangan diri lebih lanjut, simak contoh Aksi Modul Nyata 2.2 yang dikutip dari konten YouTube Heryanah Ana di bawah ini:
Tujuan Pembelajaran
Membagikan pemahaman tentang implementasi pembetajaran sosial dan emosional dengan 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan serta merefleksikannya.
Dokumentasi Kegiatan
(memuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan Aksi Nyata)
Refleksi Model 4p
1. Peristiwa (Facts)
Dalam kegiatan berbagi pemahaman kepada beberapa rekan guru, terlihat mereka sangat antusias menerima informasi baru tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE). Materi ini masih tergolong baru bagi beberapa guru, meskipun penerapannya sudah dilakukan secara tak langsung di dalam kelas, hanya saja belum terintegrasi secara formal dalam RPP. Saya memaparkan kompetensi sosial dan emosional (KSE) yang perlu disadari guru untuk membantu membangun pembelajaran yang lebih terstruktur dan berkaitan dengan interaksi di kelas maupun sekolah.
2. Perasaan (Feelings)
Saat kegiatan tersebut berlangsung, ada rasa khawatir apakah saya mampu menyampaikan konsep dasar pembelajaran sosial dan emosional kepada rekan-rekan guru. Namun, saya tetap berusaha berbagi praktik baik ini dengan harapan para guru dapat menerapkannya lebih efektif, terutama dalam kegiatan pembelajaran maupun di lingkungan sekolah.
3. Pembelajaran (Findings)
Hal yang bermanfaat dari proses tersebut adalah dengan kegiatan berbagi, informasi akan lebih mudah tersampaikan. Tidak hanya diri saya sendiri yang mengetahui konsep dari pembelajaran sosial dan emosional, namun juga rekan-rekan guru di sekolah. Guru-guru mulai menyadari arti pentingnya pembelajaran sosial dan emosional di lingkungan sekolah, serta berencana menerapkannya. Umpan balik yang saya terima adalah bahwa guru-guru akan mencoba mempraktikkan secara langsung teknik kesadaran penuh (mindfulness) untuk mewujudkan kompetensi sosial dan emosional pada diri murid.
4. Penerapan (Future)
Hal yang ingin saya perbaiki/tingkatkan agar berdampak lebih luas adalah membagikan pemahaman pembelajaran sosial dan emosional tidak hanya pada guru di sekolah saja, namun juga pada diri murid. Tujuannya agar tercipta anak didik yang memiliki kesadaran diri dalam berperilaku, manajemen diri dalam pengelolaan emosi atau pikiran, kesadaran sosial terhadap orang lain di lingkungannya, keterampilan berelasi dengan berkomunikasi secara efektif, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab atas pilihan-pilihan yang ada.
Baca Juga: 20 Contoh Pertanyaan Elaborasi Pemahaman Modul 2.2
(SAI)
