Contoh Amanat Pembina Upacara Beragam Tema sebagai Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari Senin, siswa sekolah di jenjang SD, SMP, dan SMA wajib mengikuti upacara bendera. Pelaksanaan upacara bendera harus diikuti dengan tertib dan penuh khidmat, khususnya saat pembina upacara menyampaikan amanat.
Amanat pembina upacara merupakan pidato berisi nasihat atau pesan mengenai tema tertentu yang disampaikan kepada peserta upacara. Topik yang diangkat dalam amanat biasanya disesuaikan dengan tema upacara pada hari tersebut.
Misalnya, jika upacara dilaksanakan dalam peringatan Hari Guru, maka pembina upacara dapat berbicara tentang perjuangan guru mengajar di masa pandemi Covid. Jika upacara untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional, maka yang dibahas adalah kurikulum pendidikan di Indonesia.
Posisi pembina upacara sendiri biasanya diisi oleh kepala sekolah atau guru. Agar pesannya dapat tersampaikan, seluruh siswa wajib mendengarkan amanat pembina upacara dengan saksama. Harapannya, mereka dapat menerapkan amanat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi guru yang terpilih menjadi pembina upacara dan kesulitan merangkai kata-kata, beberapa contoh amanat pembina upacara berikut ini mungkin bisa jadi referensi.
Baca juga: Contoh Bacaan Teks Doa Upacara Hari Senin di Sekolah
Contoh Amanat Pembina Upacara
Dikutip dari buku Kumpulan Pidato Sederhana karangan Sriyatun dan sumber lainnya, berikut contoh pembina upacara beragam tema sebagai referensi:
1. Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Guru
Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, berikut contoh amanat pembina upacara Hari Guru Nasional 2022:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua
Ibu dan Bapak guru sebangsa dan setanah air,
Tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar. Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi.
Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan.
Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah.
Sebenarnya, bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.
Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat.
Dalam Platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.
Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.
Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya. dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas.
Sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak, dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia. Saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para Guru Penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan kita, khususnya melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiri, dan membiasakan guru melakukan refleksi. Inovasi lainnya adalah kini perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah, kampus, dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif, yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik, dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi.
2. Contoh Amanat Pembina Upacara tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Pertama-tama marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kita semua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat wal'afiat. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga kepada kita sebagai pengikutnya.
Bapak-ibu guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan. Pada hari ini saya akan menyampaikan pidato tentang "Kebersihan Lingkungan Di Sekolah". Teman-teman, ketahui bahwa lingkungan merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup.Oleh karena itu kita harus menjaga kelestarian lingkungan kita agar kita dapat hidup dengan nyaman. Salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan adalah menjaga kebersihannya. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang kecil, tetapi terkadang sangat sulit dilakukan oleh kita.Contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya.
Saat ini kesadaran untuk menjaga kebersihan sangatlah kurang. Dilihat dari lingkungan sekolah kita yang masih terdapat sampah yang berserakan, entah sampah plastik makanan-minuman, atau kertas.
Padahal tempat sampah yang disediakan sekolah sudah memadai. Di setiap sudut sekolah terdapat tempat sampah, di dalam kelas pun terdapat tempat sampah. Namun tidak adanya kesadaran dari kita untuk membuang sampah pada tempatya sebagai wujud menjaga kebersihan lingkungan sekolah kita
Selain membuang sampah pada tempatnya, kita juga dapat menjalankan piket kelas sebagai aksi menjaga kebersihan lingkungan di lingkup sekolahan. Dan biasakan memilah sampah sesuai dengan kelompoknya sebelum dimasukkan ke tempat sampah.
Jenis sampah dibedakan menjadi 3, yaitu: 1. Sampah Basah yaitu sampah yang mudah terurai dan membusuk, contoh; sisa makanan, sayur dan buah-buahan, sampah kebun dan sampah dapur. 2. Sampah Kering yaitu sampah yang tidak bisa membusuk dan terurai secara alamiah, contoh: kertas, kardus, plastik, tekstil, karet, kaca, kaleng, dll 3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) yaitu sampah beracun dan reaktif yang sangat membahayakan kesehatan dan kehidupan organisme antara lain, baterai, cat, pestisida, sampah rumah sakit, dll. Tetapi tempat sampah yang biasa disediakan hanya 2 jenis, yaitu sampah basah dan sampah kering.
Tetapi pada akhirnya pemisahan sampah basah dan sampah kering tersebut akhirnya waktu dibuang itu disatukan kembali jadi sia-sia kita memilah sampah basah dan sampah kering kalau pada akhirnya juga disatukan kembali. Hal ini harus ada kerjasama antara pemerintah dan sekolah untuk pembuangan sampah basah dan sampah kering untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Sebagai penutup, saya hanya ingin menyampaikan pepatah, kebersihan adalah sebagian dari iman. Dengan ini saya berharap murid-murid peduli dan sadar dengan pentingnya menjaga kebersihan.
Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bertutur kata. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wali ilaihi Taufik Walhidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
3. Contoh Amanat Pembina Upacara tentang Pendidikan
Assalamu’alaikum wr.wb
Selamat pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua, sebelumnya, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah berkenan memberikan kita rahmatnya sehingga kita semua bisa berkumpul dalam acara ini tanpa ada satu halangan apapun.
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sedikit tentang masalah pendidikan yang terjadi negeri kita ini. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pendidikan di Indonesia masih tertinggal bila dibandingkan dengan banyak negara-negara berkembang lain. Hal ini disebabkan oleh banyak sebab. diantaranya adalah karena mahalnya biaya pendidikan, kurangnya pemerataan pendidikan di Indonesia, masih rendahnya sarana dan prasarana pendidikan, dan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
Masalah-masalah pendidikan tadi tentu saja bisa diatasi, tentunya dengan kerja sama berbagai pihak yang merasa masih peduli dengan pendidikan Indonesia. Semua pihak hendaknya ikut serta dalam upaya menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Guru bisa ikut membantu pendidikan dengan mengajar paramuridaysdengan baik, sabar, dan penuh perhatian, murid-murid juga bisa membantu pendidikan dengan cara belajar yang giat agar nanti bisa menjadi orang yang sukses dan nantinya bisa ikut serta dalam usaha pendidikan yang lebih tinggi. Intinya, semua pihak harus ikut aktif dalam usaha memajukan pendidikan,
Upaya memajukan pendidikan dengan cara menyelesaikan masalah-masalah pendidikan sangat penting. kenapa? Karena dengan cara inilah kita bisa menunjukkan pada dunia bahwa kita negara yang pantas disegani, dengan pendidikan, kita bisa meningkatkan taraf hidup, dengan pendidikan, kita bisa bersaing dengan negara-negara maju.
Jika kita mampu menyelesaikan masalah-masalah pendidikan seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, maka saya yakin, Indonesia bisa menjadi negara yang maju, atau bahkan mungkin bisa lebih maju dari Amerika serikat.
Untuk itulah, saya menghimbau kepada anak-anak sekalian, ikut serta dalam membantu menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia, karena hanya dengan itulah kita bisa membuktikan kepada dunia betapa hebatnya negara kila
Kiranya, hanya itu yang dapat saya sampaikan. Kurang dan lebihnya, saya mohon maaf.
Wassalamualaikum wr. wb.
(ADS)
Baca juga: Contoh Susunan Acara Apel Pagi di Sekolah
Frequently Asked Question Section
Apa itu amanat pembina upacara?

Apa itu amanat pembina upacara?
Amanat pembina upacara merupakan pidato berisi nasihat atau pesan mengenai tema tertentu yang disampaikan kepada peserta upacara.
Siapa pembina upacara di sekolah?

Siapa pembina upacara di sekolah?
Posisi pembina upacara sendiri biasanya diisi oleh kepala sekolah atau guru.
Apa yang dibahas dalam amanat pembina upacara?

Apa yang dibahas dalam amanat pembina upacara?
Topik yang diangkat dalam amanat biasanya disesuaikan dengan tema upacara pada hari tersebut.
