Contoh Ancaman Non Militer di Bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial Budaya

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
15 Juli 2021 9:34
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi korupsi, salah satu ancaman non militer di bidang politik. Foto: shutterstock, kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi korupsi, salah satu ancaman non militer di bidang politik. Foto: shutterstock, kumparan
ADVERTISEMENT
Meski tidak menggunakan senjata, ancaman non militer perlu diwaspadai oleh setiap negara. Pasalnya, jika dibiarkan, ancaman non militer dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan negara serta keselamatan segenap bangsa.
ADVERTISEMENT
Ancaman non militer dilakukan dari kekuatan bersenjata yang terorganisir. Bentuk-bentuk ancaman non militer antara lain perampokan, pembajakan, penyelundupan, perdagangan narkoba dan obat terlarang, imigran gelap, dan pencurian kekayaan alam.
Ancaman non militer dapat berubah menjadi ancaman militer apabila tingkat ancaman tersebut berkembang sampai membahayakan kedaulatan negara, kekuatan wilayah negara, dan kehormatan bangsa. Karena itu, ancaman non militer sama bahayanya dengan ancaman militer dan harus diwaspadai.
Ancaman non militer dapat menyerang berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya. Berikut contoh ancaman non militer di berbagai bidang.

1. Bidang Politik

Ancaman non militer di bidang politik dapat bersumber dari luar maupun dalam negeri. Mengutip buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Yusnawan Lubis dan Mohammad Sodeli, ancaman dari luar dilakukan suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Contohnya, intimidasi, provokasi, dan blokade politik.
ADVERTISEMENT
Sedangkan, ancaman dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan dalam mengerahkan massa untuk menumbangkan pemerintah yang berkuasa. Contoh lainnya yaitu KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme.

2. Bidang Sosial Budaya

Ilustrasi hedonisme, contoh ancaman non militer di bidang sosial budaya.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hedonisme, contoh ancaman non militer di bidang sosial budaya.
Dari dalam negeri, ancaman di bidang sosial budaya umumnya didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan pada masyarakat. Isu tersebut lah yang akan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, ancaman dari luar timbul sebagai akibat pengaruh negatif globalisasi. Globalisasi sendiri merupakan proses mendunianya suatu hal hingga batas antarnegara menjadi hilang. Contohnya:
  • Munculnya gaya hidup konsumtif.
  • Munculnya sifat hedonisme sehingga memicu perbuatan-perbuatan yang melanggar norma, seperti mabuk-mabukkan, pergaulan bebas, foya-foya, dan sebagainya.
  • Munculnya westernisasi, yaitu gaya hidup yang berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu. Misalnya, meniru gaya pakaian orang-orang barat yang bertolak belakang dengan nilai dan norma di Indonesia.
  • Muncul sikap individualisme.
  • Semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian semakin memudar.
  • Semakin luntrunya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
ADVERTISEMENT

3. Bidang Ekonomi

Globalisasi ternyata juga berpengaruh terhadap ekonomi suatu negara. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur sementara keterkaitan antara ekonomi nasional dan internasional semakin erat.
Hal ini menyebabkan peluang masuknya produk luar ke dalam pasar domestik menjadi terbuka lebar. Sehingga, produk dalam negeri mungkin saja akan tersaingi oleh produk luar negeri.
Akibatnya, perekonomian dalam negeri menjadi tidak stabil dan dikuasai oleh pihak asing, angka pengangguran semakin meningkat, timbulnya kesenjangan sosial, hingga semakin berkurangnya subsidi yang diberikan kepada rakyat.
(ADS)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020