Contoh Berbisnis dengan Allah SWT beserta Keutamaannya dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hubungan baik manusia dengan Allah dikenal dengan istilah habluminallah. Untuk menggapainya, manusia perlu menanamkan iman kepada Allah, memercayai keberadaan-Nya, serta menumbuhkan rasa cinta kepada-Nya.
Manusia perlu memahami bahwa segala hal yang ada di dunia ini adalah kuasa Allah SWT. Jika ingin meraih semua kenikmatannya, seorang Muslim dianjurkan untuk memohon dan berdoa kepada Allah.
Kemudian, ia juga dianjurkan untuk berbisnis dengan Allah SWT. Disebutkan dalam buku Sahabat Lama karya Fazza Faizah (2016), berbisnis dengan Allah adalah bisnis yang paling menguntungkan di dunia dan akhirat.
Sebab, manusia tidak akan memperoleh kerugian dan kekecewaan. Bagaimana contoh berbisnis dengan Allah yang bisa diterapkan dalam kehidupan? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Contoh Berbisnis dengan Allah
Istilah berbisnis dengan Allah tidak sepenuhnya sama seperti berbisnis dengan sesama manusia. Karena sejatinya Allah adalah zat yang Mahakaya, sehingga tidak membutuhkan apapun dari manusia.
Namun, contoh berbisnis dengan Allah dapat dilihat dari amalan yang dilakukan umat Muslim sehari-hari. Manusia menyembah Allah, melaksanakan semua perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.
Sama halnya ketika berbisnis dengan manusia, berbisnis dengan Allah juga memiliki risiko yang besar. Risiko ini datangnya bukan dari Allah SWT, melainkan dari godaan setan dan hawa nafsu.
Adakalanya, amalan yang dilakukan umat manusia ditolak oleh Allah SWT karena tidak ikhlas. Amalan tersebut dilakukan dengan pamrih, mengandung riya, kesombongan, dan lain-lain.
Untuk itu, hati dan pikiran perlu dikelola agar tidak terjerumus dalam dosa dan kesalahan. Dalam berbisnis dibutuhkan kewaspadaan. Umat Muslim hendaknya memerhatikan gerak-gerik serta kata-kata yang diucapkan.
Nabi Muhammad SAW berpesan agar berhati-hati dengan ulah hati dan pikiran yang bisa menjerumuskan pada rasa pamrih. Umat Muslim perlu mengutamakan sifat muraqabah, yakni selalu awas dan mawas diri.
Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasullah dalam kehidupan sehari-harinya. Rasulullah selalu berhati-hati dalam menjalankan setiap amalannya. Beliau juga senantiasa beristigfar tidak kurang dari 100 kali dalam sehari untuk memohon ampunan Allah SWT.
Dalam berbisnis dengan Allah, kewaspadaan perlu diutamakan. Jangan sampai umat Muslim mudah terpengaruh dengan rayuan dan iming-iming setan. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 268, Allah SWT berfirman:
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjanjikan untuk kamu ampunan dari-Nya dan karunia.”
Sebagaimana bisnis pada umumnya, berbisnis dengan Allah juga dapat membawa manfaat dan keutamaan. Umat Muslim yang berhasil kelak akan mendapatkan balasan surga.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka...” (QS. At-Taubah: 111)
Dalam Tafsir Misbah disebutkan bahwa bayaran bagi umat Muslim yang berbisnis dengan Allah tersebut sungguh mahal dan bernilai. Pembayaran tersebut tidak sebanding dengan barang yang dijual di dunia.
Di situlah kemurahan Allah SWT sebagai zat yang Mahakaya. Surga telah disiapkan sedemikian rupa kepada hamba-Nya, sehingga benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh mereka.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu habluminallah?

Apa itu habluminallah?
Habluminallah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan hubungan manusia dengan Allah SWT.
Bagaimana cara mendapatkan kenikmatan di dunia?

Bagaimana cara mendapatkan kenikmatan di dunia?
Jika ingin meraih semua kenikmatan yang ada di dunia, maka ia dianjurkan untuk memohon dan berdoa kepada Allah.
Kenapa berbisnis dengan Allah sangat menguntungkan?

Kenapa berbisnis dengan Allah sangat menguntungkan?
Sebab, manusia tidak akan memperoleh kerugian dan kekecewaan.
