Contoh Besaran Skalar dan Vektor beserta Cara Menyatakannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu fisika, besaran dibagi berdasarkan jenis satuannya dan ada tidaknya arah. Berdasarkan jenis satuannya, besaran dibagi menjadi dua golongan, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Selain itu, besaran dapat pula dikelompokkan berdasarkan nilai dan arah besaran. Pengelompokkan ini dibagi menjadi dua, yaitu besaran skalar dan vektor.
Dikutip dari buku Medan Elektromagnetika Terapan, besaran skalar merupakan besaran fisika yang hanya memiliki harga mutlak (absolut) tapi tidak mempunyai arah tertentu. Sedangkan besaran vektor merupakan besaran fisika yang memiliki harga mutlak (absolut) dan mempunyai arah tertentu.
Simak contoh serta cara menyatakan besaran skalar dan vektor dalam uraian berikut.
Contoh Besaran Skalar
Berikut contoh besaran skalar:
Massa (m)
Waktu (t)
Temperatur (T)
Volume (V)
Resistansi (R)
Energi (E)
Kalor/panas (Q)
Dan lain sebagainya.
Contoh Besaran Vektor
Contoh besaran vektor sebagai berikut:
Gaya (F)
Kecepatan (v)
Percepatan (a)
Intensitas medan listrik (E)
Intensitas medan magnetik (H)
Dan lain sebagainya.
Cara Menyatakan Besaran Skalar
Besaran skalar dapat dinyatakan dengan pernyataan sebagai berikut.
Panjang kursi taman adalah 1 m.
Suhu di Jogja hari ini ada 27 °C.
Jarak rumah Benny ke sekolah adalah 2 km.
Luas kebun Pak Rudi adalah 3 hektar.
Massa besi ini adalah 3 kg.
Cara Menyatakan Besaran Vektor
Besaran vektor dapat dinyatakan dengan pernyataan sebagai berikut.
Percepatan motor Rani adalah 4 m/s ke barat.
Meja guru digeser dengan gaya 10 N ke kiri.
Kecepatan mobil Pak Ahmad 40 km/jam ke selatan.
Pesawat melaju 700 km/jam dalam arah 10° ke tenggara.
(DND)
