Contoh Bisnis Plan Sederhana untuk Gaet Investor

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bisnis plan diperlukan untuk menyusun strategi bisnis yang terarah. Seseorang mungkin memiliki ide cemerlang, namun tanpa rencana yang matang, ide tersebut tidak akan bisa terealisasikan dengan memuaskan.
Seperti namanya, bisnis plan berisi rencana yang dikerjakan dalam suatu usaha. Meliputi alokasi sumber daya, perhatian pada faktor-faktor kunci, dan bagaimana cara mengolah permasalahan dan peluang yang ada.
Mengutip buku Ide Bisnis Modal Tipis 500 Ribuan oleh Evita P.Purnamasari (2020), bisnis plan berfungsi untuk menarik investor serta sebagai pengontrol bagi pengusaha, apakah dalam menjalankan bisnis nantinya sudah sesuai dengan koridor yang benar atau justru menyimpang.
Secara garis besar, struktur bisnis plan terdiri dari deskripsi bisnis, analisis pasar, rencana manajemen dan operasional, pembiayaan, serta kesimpulan usaha. Agar lebih mudah memahami, simak contoh bisnis plan berikut ini yang dikutip dari buku Jadi Jutawan dari Bisnis Sampingan karya Vicynthia:
Contoh Bisnis Plan Sederhana
TOKO PANTANG MUNDUR
I. Pendahuluan
Toko Pantang Mundur adalah sebuah toko yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari atau biasa disebut sebagai toko kelontong. Kami menjual barang-barang yang sebagian besar sangat diperlukan oleh semua orang mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan tambahan, sehingga perputaran barang dagangan menjadi cepat.
Sebagai sebuah usaha dagang, kami mendapatkan barang dagangan langsung dari distributor sehingga harga yang kami dapatkan bisa lebih rendah jika dibandìngkan harus membeli barang dari agen. Saat ini kami menggunakan lahan seluas 6 x 9 m untuk menjalankan usaha toko kelontong ini.
Permintaan yang stabil dan cenderung meningkat membuat kami yakin bahwa usaha ini akan semakin berkembang di kemudian hari jika kami bisa menambah modal kerja untuk usaha kami. Kebutuhan yang akan datang adalah untuk pengembangan tempat yang lebih besar sehingga kami bisa menyediakan barang kebutuhan para konsumen lebih lengkap lagi.
II. Analisis Permintaan-Penawaran dan Persaingan Usaha
Menurut pengamatan dan survei yang kami lakukan di lingkungan tempat kami membuka usaha toko kelontong ini, kami mendapatkan data sebagai berikut:
1. Jumlah Kepala Keluarga di lingkungan Kami sebanyak 300 Kepala Keluarga
2. Pendapatan rata-rata setiap Kepala Keluarga adalah Rp 1000.000,-.
3. Persentase biaya hidup dan pendapatan adalah sebesar 80% atau Rp 800.000,- per bulan
4. Rata-rata biaya hidup untuk kebutuhan pokok per bulan adalah 60% dari total biaya hidup per bulan atau sebesar 60% X Rp 800.000 yaitu Rp 480.000,-
5. Pengeluaran yang dibelanjakan di lingkungan sendiri adalah 25% dari biaya hidup utama atau 25% x Rp480.000, yaitu Rp 120.000,
6. Dari pengeluaran yang dibelanjakan di lingkungan sendiri tersebut, 40% dibelanjakan kepada pedagang keliling dan 60% dibelanjakan di toko kelontong atau sebesar 60% x Rp 120.000,- yaitu Rp 72.000,-
7. Saat ini terdapat satu toko kelontong lain yang terdapat di lingkungan Kami
8. Jika pengeluaran belanja itu díbagi dua dengan toko kelontong yang lain maka potensi permintaan kebutuhan hidup sehari-hari untuk berbelanja di toko kami adalah sebesar Rp36.000 per Kepala Keluarga per bulan atau setara Rp10.800.000 per bulan.
III. Analisis SWOT
Selain data permintaan dan penawaran, kami juga telah melakukan analisis SWOT untuk toko kami sebagai berikut:
1. Strength
Dibandingkan dengan toko kelontong lain yang ada di lingkungan kami, toko kami menyediakan kebutuhan lebih lengkap dan lokasi yang lebih strategis.
2. Weakness
Lahan untuk menyimpan dan memajang kebutuhan masih kecil sehingga toko kami terlihat seperti penuh dan terkadang menjadi kendala bagi pembeli untuk melihat barang yang akan mereka beli.
3. Opportunity
Dengan semakin bertambahnya Kepala Keluarga, memungkinkan potensi penjualan akan semakin naik.
4. Threat
Akan adanya toko kelontong lain yang membuka usaha di lingkungan kami.
IV. Rencana Keuangan
(Terlampir)
V. Penutup
Toko kelontong merupakan toko penyedia kebutuhan hidup sehari-hari, oleh karena itu barang yang dijual adalah barang-barang yang memiliki perputaran cepat sehingga risiko barang tidak terjual menjadi sangat kecil.
Melalui proposal ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan kredit berupa modal kerja sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Modal itu akan Kami pergunakan untuk merenovasi bangunan agar kami memiliki lahan yang lebih luas untuk membuka toko kelontong tanpa harus menunggu lama. Sebab, kami yakin bahwa omset penjualan kami akan meningkat hingga 200% jika kami bisa menyediakan lahan yang lebih luas. Dengan lahan bisnis luas, barang-barang yang Kami sediakan bisa lebih banyak dan lengkap untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.
Demikian proposal ini Kami buat, besar harapan Kami agar pengajuan ini bisa disetujui. Atas perhatiannya Kami ucapkan terima kasih.
Bandung, 11 Januari 2010
Haryanto Wibowo
Pemilik
Frequently Asked Question Section
Apa itu Bisnis Plan?

Apa itu Bisnis Plan?
Bisnis plan atau perencanaan bisnis adalah dokumen yang berisi rencana-rencana apa yang dikerjakan dalam suatu usaha, meliputi alokasi sumberdaya, perhatian pada faktor-faktor kunci, dan bagaimana cara mengolah permasalahan dan peluang yang ada.
Fungsi Bisnis Plan

Fungsi Bisnis Plan
Menarik investor agar mendanai usaha serta sebagai pengontrol bagi pengusaha, apakah dalam menjalankan bisnis nantinya sudah sesuai dengan koridor yang benar atau justru menyimpang.
Struktur Bisnis Plan

Struktur Bisnis Plan
Struktur Bisnis Plan secara umum yaitu deskripsi bisnis, analisis pasar, rencana manajemen dan operasional, pembiayaan, serta kesimpulan usaha.
(ERA)
