Konten dari Pengguna

Contoh Dalil Aqli dalam Akidah Islam untuk Memperkuat Argumentasi Beragama

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock

Untuk memperkuat argumentasi agama, seseorang memerlukan dalil yang kuat. Dalam akidah Islam, dalil dibedakan menjadi dua jenis di mana salah satunya adalah dalil aqli.

Mengutip buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas X Kurikulum 2013, dalil aqli adalah dalil yang didasarkan pada penalaran akal sehat manusia. Seseorang yang tidak mampu menggunakan akalnya karena ada gangguan, maka tidak dibebani untuk memahami akidah.

Segala hal yang menyangkut akidah tidak boleh diyakini secara asal-asalan, melainkan harus didasarkan pada keyakinan yang dipelajari sesuai dengan kemampuan akal. Bagaimana contoh dalil aqli?

Contoh Dalil Aqli dalam Akidah Islam

Dalam Islam, penggunaan akal merupakan hal yang wajib dilakukan. Sebab, ada banyak ayat yang menyinggung persoalan tersebut.

Dikutip dari buku Ilmu Kalam: Formula Meluruskan Keyakinan Umat di Era Digital, Alquran telah menyebutkan kata "akal" sebanyak 49 kali dan seluruhnya berupa fiil mudhari' yaitu kata kerja yang menunjukkan suatu pekerjaan di masa mendatang.

Ilustrasi anak Islam membaca Al-Quran. Foto: Shutter Stock

Ini menandakan bahwa penggunaan akal lebih bersifat futuristik. Akal bisa menjadi padangan yang bersifat prediktif jauh ke depan. Berfikir dengan menggunakan akal, berarti mengembara di alam ide menuju masa depan.

Ada banyak contoh dalil aqli dalam akidah Islam, salah satunya membahas tentang kewajiban amal jam’i atau amal yang dilakukan secara berjamaah. Menurut Prof. Dr. Ali Abdul dalam buku Dakwah Fardiyah: Metode Membentuk Pribadi Muslim, kewajiban dalam amal jam'i dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kewajiban dakwah ilallah

Dakwah ilallah termasuk kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan oleh perorangan. Karena itu, diperlukan kontribusi orang lain yang mau bekerja sama untuk mewujudkannya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, hukum amal jam’i adalah wajib, begitu pun dengan dakwah ilallah. Hal ini didasarkan pada perkataan para salaf yang sangat logis dan rasional. Mereka mengungkapkan:

"Sesuatu yang kewajiban tidak dapat sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu itu wajib hukumnya."

Ilustrasi ayah berdoa. Foto: Shutter Stock

2.Menentang kebatilan dan kemunkaran

Hukum bekerja sama dalam menentang kebatilan dan kemungkaran adalah wajib dalam Islam. Sebab, orang yang berpikiran sehat tidak mungkin membenarkan hal tersebut.

Kebatilan dan kemungkaran dengan segala penjabarannya, seperti kesewenang-wenangan, penindasan, dan perampasan hak bisa mendatangkan mudharat bagi umat Muslim. Terlebih jika pelakunya itu merupakan kelompok.

Oleh karena itu, tidaklah mungkin menentang kebatilan dan kemunkaran sendiri. Perkara ini harus diselesaikan bersama-sama dalam bentuk amal jam’i. Dengan begitu, tipu daya setan pun dapat terhindarkan.

3. Beramal untuk Islam dan berdakwah ke jalan Allah

Suatu amalan yang dilakukan bersama-sama bisa mendatangkan manfaat yang besar, termasuk dalam hal beramal dan berdakwah untuk Islam. Orang yang diberkahi kelebihan harta bisa membantu yang miskin, yang diberhaki kelebihan ilmu bisa mengajarkan kepada sesama, dan seterusnya.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan dalil aqli?

chevron-down

Dalil aqli adalah dalil yang didasarkan pada penalaran akal sehat.

Apa yang dimaksud amal jam'i?

chevron-down

Amal jam'i adalah amal yang harus dilakukan secara berjamaah atau bersama-sama.

Bagaimana contoh dalil aqli?

chevron-down

Ada banyak contoh dalil aqli, salah satunya membahas amal jam'i. Adapun perkara yang dibahas adalah tentang kewajiban dakwah ilallah, kewajiban menentang kebatilan, dan kewajiban beramal untuk Islam.