Contoh Dharar dan Dhirar dalam Islam, Simak Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh dharar dan dhirar berkaitan erat dengan larangan bagi umat muslim untuk merugikan orang lain dalam bentuk apa pun. Dalam Islam, dharar dan dhirar merupakan salah satu prinsip dasar hidup yang perlu dipahami umat muslim.
Istilah dharar dan dhirar berasal dari salah satu riwayat hadis yang berbunyi "laa dharara wa laa dhirara". Berikut adalah keterangan hadisnya:
عَنْ أَبِـيْ سَعِيْدٍ سَعْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ سِنَانٍ الْـخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّـى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
Artinya: "Dari Abu Sa’îd Sa’d bin Malik bin Sinan al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda, 'Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain.'" (HR. Al-Baihaqi, Al-Hakim, dan Ad-Daraquthni)
Hadis ini menerangkan bahwa umat muslim tidak diperbolehkan membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Sebab, tindakan yang merugikan pada gilirannya bisa kembali kepada orang yang melakukan. Rasulullah bersabda:
مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَلله, وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ
Artinya: "Barangsiapa yang memberi kemudaratan kepada seorang muslim, maka Allah akan memberi kemudaratan kepadanya, barang siapa yang menyusahkan seorang muslim, maka Allah SWT akan menyusahkan dia." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Supaya memahami lebih jelas mengenai dharar dan dhirar, berikut ini adalah pengertian beserta contohnya yang bisa dipahami.
Pengertian Dharar dan Dhirar
Dalam bahasa Arab, ada dua istilah yang dipakai untuk menunjukkan pengertian bahaya atau mudarat, yaitu kata-kata ضَرَرٌ (dharar) dan ضِرَارٌ (dhirar). Kedua kata tersebut mempunyai arti yang sama, tetapi objeknya berbeda.
Menurut Ibnu Rajab dalam kitab Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam, pengertian dharar dan dhirar adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Dharar
Dharar adalah melakukan perbuatan yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi dapat merugikan atau membahayakan orang lain. Terkadang, dharar dapat mencakup perbuatan yang tidak disengaja.
2. Pengertian Dhirar
Dhirar adalah perbuatan seseorang yang merugikan orang lain dan dirinya sendiri dengan cara yang tidak diperbolehkan. Dhirar biasanya mencakup perbuatan yang disengaja.
Contoh Dharar dan Dhirar
Mengutip buku Pengantar Kaidah Fikih oleh Amrullah Hayatudin, dkk., berikut adalah contoh dharar dan dhirar yang bisa dipahami umat muslim:
1. Contoh Dharar
Dharar adalah tindakan seseorang yang menguntungkan bagi dirinya, tetapi dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain. Berikut beberapa contoh dharar:
Seseorang yang menyetel musik dengan suara keras dan tindakannya mengganggu orang lain.
Seseorang yang menjual barang dengan harga yang mahal melebihi rata-rata harga pasar.
Seorang suami yang tidak pulang ke rumahnya dalam waktu yang lama serta tidak menafkahi keluarganya.
2. Contoh Dhirar
Dhirar adalah perbuatan seseorang yang merugikan orang lain, padahal tidak ada manfaatnya sama sekali. Berikut beberapa contoh dhirar:
Seseorang yang merokok karena dapat mendatangkan bahaya kesehatan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.
Seseorang yang membuang sampah sembarangan sehingga merugikan orang lain dan merusak lingkungan.
Seseorang yang mengganggu tetangga karena berselisih paham, seperti melempar batu ke rumah tetangga, menghalangi pagar rumah tetangga, dan sebagainya.
(SFR)
