Contoh Essay PPG Prajabatan 2025 Bagian A dan B

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka peluang bagi calon guru untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2025. Pendaftarannya sendiri telah dimulai sejak 14 Oktober 2025.
Untuk dapat mengikuti program ini, calon peserta harus melewati beberapa tahapan seleksi, salah satunya adalah penulisan essay. Essay ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan menjadi alat seleksi sekaligus sarana refleksi diri bagi calon guru.
Nantinya, setiap peserta akan diminta menjawab sekitar 24 pertanyaan yang kemudian diuraikan dalam bentuk essay. Untuk memudahkan proses penulisan, simak contoh essay PPG Prajabatan 2025 bagian A dan B selengkapnya berikut ini.
Contoh Essay PPG Prajabatan 2025
Essay PPG Prajabatan 2025 sebaiknya diisi berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing calon guru agar terhindar dari plagiasi. Sebagai referensi, berikut ini contoh essay bagian A dan B yang bersumber dari kanal YouTube Calon Guru (Kanjeng Mariyadi) dalam video bertajuk Cara Mengisi Esai PPG Bagi Calon Guru di SIM PKB ~ Tips Menulis Esai yang Benar agar Lolos.
Bagian A
A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru? Apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan motivasi tersebut?
A.1. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut? Bagaimana Anda mengatasinya?
Contoh: Tantangan menjadi guru antara lain menghadapi banyak isu hoaks di media sosial tentang marketplace guru, sehingga perlu kemampuan memilah informasi. Selain itu, guru honorer sering kesulitan ekonomi karena penghasilan yang kurang layak, padahal tugas guru sangat mulia. Guru harus profesional, berwibawa, dan tetap ramah saat mengajar. Sikap siswa yang kurang sopan juga jadi tantangan, sehingga perlu menanamkan nilai 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun). Guru juga harus aktif menangani perundungan di sekolah dan berperan sebagai agen perubahan untuk memberikan pendidikan berkualitas.
A.2. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Contoh: Saya memiliki keunggulan dalam menerapkan metode pembelajaran terbaru yang tidak monoton, seperti e-learning. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), e-learning memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja. Metode ini menciptakan lingkungan baru yang mendukung kemajuan belajar dan bisa meningkatkan hasil belajar secara efektif. Selain itu, e-learning dapat memperpendek waktu belajar dan mengurangi biaya. Dengan dukungan teknologi komputer dan jaringan, siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran tidak lagi terbatas di ruang kelas.
A.3. Bagaimana hasilnya?
Contoh: Hasil dari kerja keras saya dalam mewujudkan motivasi sebagai guru adalah kelulusan saya dari program S1 Pendidikan Jasmani di Universitas Merdeka dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,70. Setelah lulus, saya langsung mencari kesempatan mengajar hingga akhirnya menjadi tenaga pendidik di SMA. Selama masa perkuliahan, saya banyak memperoleh pengetahuan tentang metode, media, dan evaluasi pembelajaran yang efektif.
Bagian B
B. Ceritakan pengalaman Ketika Anda perlu mempelajari hal-hal baru untuk meningkatkan performa. Hal-hal baru apa yang Anda pelajari?
B.1. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan/dikembangkan? Mengapa Anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?
Contoh: Untuk mengetahui area yang perlu saya tingkatkan, saya rutin melakukan refleksi diri, meminta masukan dari rekan dan mentor, serta membandingkan praktik saya dengan standar kompetensi guru. Saya juga mengikuti pelatihan, membaca literatur pendidikan, dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Dari proses ini, saya menyadari perlu memperbaiki penggunaan metode pembelajaran yang beragam dan pemanfaatan teknologi di kelas.
Sebagai calon pendidik, saya bertanggung jawab menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan efektif. Peningkatan kompetensi ini penting agar saya bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta kreatif. Dengan terus berkembang, saya yakin bisa memberikan kontribusi positif dalam pendidikan.
B.2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan tau berbeda yang Anda lakukan dalam proses pengembangan? Berikan contoh yang spesifik!
Contoh: Untuk mengembangkan diri, saya aktif mengikuti pelatihan, webinar, dan workshop yang relevan dengan dunia pendidikan. Saya juga rutin membaca buku, artikel, dan jurnal ilmiah untuk memperluas wawasan dan mengikuti perkembangan terbaru. Selain itu, saya rajin melakukan refleksi diri terhadap praktik mengajar dan terbuka menerima masukan dari rekan sejawat maupun dosen pembimbing.
Sebagai pendekatan kreatif, saya membuat blog pribadi yang berisi refleksi harian, ide pembelajaran, dan tantangan saat mengajar, sekaligus aktif membuat konten edukatif di media sosial yang mendapat respons positif. Saya juga mengikuti program job shadowing di sekolah nonformal untuk mempelajari metode pembelajaran alternatif yang lebih fleksibel. Semua ini saya lakukan agar menjadi pendidik yang reflektif, adaptif, dan terus berkembang.
B.3. Apa tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut? Bagaimana Anda mengatasinya?
Contoh: Dalam proses pengembangan diri, saya menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan manajemen prioritas. Sebagai calon guru yang juga masih menempuh pendidikan, saya harus membagi waktu antara kuliah, tugas, praktik mengajar, dan pengembangan diri, yang kadang membuat saya kewalahan.
Selain itu, saya pernah merasa kurang percaya diri saat mencoba metode baru dalam pembelajaran, terutama ketika belum banyak rekan yang melakukannya. Rasa takut gagal dan penilaian orang lain sempat menghambat.
Untuk mengatasi hal ini, saya mulai menerapkan manajemen waktu yang disiplin dengan jadwal harian dan prioritas. Saya juga belajar menerima proses belajar yang membutuhkan keberanian dan waktu. Dukungan komunitas dan mentor membantu membangun rasa percaya diri saya. Saya yakin setiap tantangan adalah bagian dari proses berkembang menjadi pendidik yang lebih baik.
B.4. Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut? Bagaimana Anda menerapkannya dalam peran Anda?
Contoh: Dengan mengembangkan sikap reflektif dan proaktif dalam belajar, saya merasakan peningkatan kepercayaan diri, keterampilan mengajar, dan kemampuan beradaptasi di kelas. Saya menjadi lebih peka terhadap kebutuhan siswa dan mampu merancang pembelajaran yang menarik serta efektif. Sebagai calon guru, saya terus mengevaluasi praktik mengajar, terbuka menerima masukan, dan mencari solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Sikap ini membantu saya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, partisipatif, dan berpihak pada siswa.
Baca juga: Bidang Studi PPG Prajabatan 2025, Jadwal, dan Persyaratannya
(RK)
