Konten dari Pengguna

Contoh Format Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1 Guru Penggerak

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1 adalah tugas yang perlu dibuat oleh peserta program Guru Penggerak. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1 adalah tugas yang perlu dibuat oleh peserta program Guru Penggerak. Foto: Unsplash.com

Saat mengikuti program Guru Penggerak, para calon guru penggerak (CGP) umumnya akan dibekali sejumlah modul. Salah satunya adalah modul 2.1.

Melalui modul 2.1, CGP mempelajari cara merancang pembelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Setelah memahaminya, peserta CGP akan diminta untuk membuat tugas Demonstrasi Kontekstual.

Pada Demonstrasi Kontekstual modul 2.1, CGP akan menerapkan pengetahuan mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan mengaktualisasikannya dalam pembelajaran.

Format Tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 2.1

Ilustrasi seseorang membuat tugas Demonstrasi Kontekstual modul 2.1. Foto: Unsplash.com

Dalam modul 2.1 Guru Penggerak, CGP akan diberi tugas Demonstrasi Kontekstual untuk merancang pembelajaran salah satu mata pelajaran dengan ketentuan:

  • Disusun berdasarkan analisis kebutuhan belajar siswa yang dilakukan terlebih dahulu.

  • Mengidentifikasi minimal satu strategi diferensiasi konten, proses, atau produk.

  • Memperhatikan rubrik penilaian rencana pembelajaran untuk membantu dalam membuat RPP tersebut.

  • Rancangan pembelajaran ini harus diunggah melalui folder Google Drive yang telah ditentukan.

Secara umum, tugas modul 2.1 ini disusun berdasarkan format yang hampir sama dengan RPP. Namun, CPG perlu melampirkan hasil analisis kebutuhan belajar siswa sesuai dengan apa yang dipahami pada pembelajaran modul 2.1.

Mengutip modul Demonstrasi Kontekstual Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) karya Tubagus Rangga Wira Mahendra, tugas demonstrasi kontekstual modul 2.1 umumnya disusun dengan format sebagai berikut:

  • Formulir Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid

  • Analisis Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid Berdasarkan Kesiapan Belajar Murid

  • Analisis Pemetaan Kebutuhan Belajar Murid Berdasarkan Profil Belajar Murid (Gaya Belajar)

  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

    • Kompetensi Inti

    • Kompetensi Dasar

    • Tujuan Pembelajaran

    • Kegiatan Pembelajaran

    • Penilaian Pembelajaran

  • Lampiran-Lampiran

    • Sumber dan Media Pembelajaran

    • Alat dan Bahan Pembelajaran

    • Materi Ajar

    • Model Pembelajaran

    • Penugasan

    • Lembar Kerja Peserta Didik

    • Instrumen Penilaian

      • Penilaian Sikap

      • Penilaian Pengetahuan

      • Penilaian Keterampilan

Demonstrasi aktual modul 2.1 perlu disusun berdasarkan materi yang telah dipelajari pada modul 2.1 Misalnya, pada bagian analisis kebutuhan siswa, CGP diharapkan dapat melakukan identifikasi berdasarkan konsep pembelajaran berdiferensiasi.

CGP juga diharapkan dapat merancang pembelajaran sesuai hasil analisis kebutuhan siswa yang telah ditetapkan berdasarkan formulir yang disebarkan terlebih dahulu.

Baca Juga: Materi Diseminasi Budaya Positif Modul 1.4 Guru Penggerak

Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi

CGP mempelajari cara merancang pembelajaran yang memenuhi kebutuhan belajar murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Foto: Pexels.com

Menurut Fauzi Amin Nasir dalam buku Pendekatan Coaching Supermik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi, pembelajaran berdiferensiasi adalah proses belajar mengajar di mana peserta didik dapat mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan, apa yang disukai, dan kebutuhannya masing-masing.

Setidaknya, ada tiga aspek yang dapat membedakan siswa, yaitu:

  • Kesiapan, yakni indikator yang melihat sejauh mana siswa memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran.

  • Minat, yakni hal-hal yang digemari atau disukai oleh peserta didik.

  • Profil belajar, yakni pendekatan atau bagaimana cara yang paling disenangi peserta didik agar mereka dapat memahami pelajaran dengan baik.

Menurut buku Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi karya Anggraeni, dkk, untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan siswa, ada empat elemen yang perlu diperhatikan oleh guru, yakni:

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten adalah isi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa di kelas. Diferensiasi konten dilakukan dengan menyesuaikan isi pembelajaran dengan tingkat kesiapan siswa dan menentukan metode pembelajarannya melalui profil belajar siswa.

2. Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses merupakan aktivitas yang dilaksanakan siswa selama pembelajaran. Aktivitas siswa baiknya dilakukan dengan menyesuaikan keterampilan yang dimiliki siswa serta tingkat kesulitan dan cara pencapaian yang berbeda.

3. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk adalah hasil dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Produk dalam pembelajaran diferensiasi bertujuan untuk mengukur kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman peserta didik setelah menyelesaikan pembelajaran.

4. Lingkungan Belajar

Guru perlu memperhatikan lingkungan belajar saat ingin menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Lingkungan pembelajaran yang dimaksud mencakup organisasi kelas secara personal, sosial, dan fisik.

Lingkungan pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan tingkat kesiapan, minat, dan gaya belajar peserta didik agar mereka tetap termotivasi dalam proses pembelajaran.

(SAI)