Contoh Isim Maushul Mudzakkar dan Muannats beserta Pengertiannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara bahasa, isim maushul disebut sebagai kata penghubung. Isim ini berfungsi menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kesatuan.
Mengutip buku Qiroatul Kutub At-tarbawiyah karya Ainul Yaqin (2019), isim maushul memiliki shilah yang berada setelahnya dan memiliki ‘aid. Adapun shilah tersebut dapat berupa jumlah fi’il dan fa’il, mubtada dan khobar, serta ismiyyah. Sedangkan ‘aidnya dapat berupa dhomir yang kembali pada isim maushul.
Jika dipadankan dengan kalimat bahasa Indonesia, maka isim maushul memiliki arti “yang”. Bentuk kata dasar dari isim ini adalah الَّذِي.
Contoh isim maushul dapat ditemui dalam beberapa konteks kalimat. Seperti apa? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Contoh Isim Maushul
Dalam materi bahasa Arab, isim maushul digolongkan sebagai isim makrifat. Isim ini memperjelas kata benda yang sudah jelas dengan menggunakan kalimat yang terletak sesudah isim maushul itu sendiri.
Mengutip buku Bahasa Arab Autodidak 2 karya Ustadz Rusdianto (2019), kalimat yang jatuh setelah isim maushul disebut juga sebagai shilah (anak kalimat). Isim maushul dapat menggabungkan dua kalimat menjadi satu. Berikut contohnya yang bisa Anda simak:
1. Isim maushul mudzakkar
جَاءَ التَّلْمِيذُ: Murid itu telah datang (kalimat 1)
التِّلْمِيذُ يَحْمِلُ المِدَقَّ: Murid itu membawa ulek-ulek (kalimat 2)
Murid yang membawa ulek-ulek itu telah datang (gabungan kalimat 1 dan 2): جاءَ التَّلْمِيدُ الَّذِي يَحْمِلُ المدق
2. Isim maushul muannats
جَاءَ تِلْمِيْذةٌ : Murid itu telah datang (kalimat 1)
تِلْمِيْذةٌ يَحْمِلُ المِدَقَّ: Murid itu membawa ulek-ulek (kalimat 2)
Murid yang membawa ulek-ulek itu telah datang (gabungan kalimat 1 dan 2): جانتِ العِلْمِيذَةُ الَّتِي تَحْمِلُ المِطْحَنَةَ
Perbedaan bentuk isim maushul mudzakkar dan muannats perlu diketahui karena penggunaan kedua kalimat tersebut tidaklah sama. Bila dipakai untuk memperjelas kata benda yang tergolong mudzakkar, isim maushul juga harus mudzakkar, begitu pun sebaliknya.
Baik isim maushul mudzakkar atau muannats, masing-masing akan berubah dari bentuk asalnya kepada bentuk yang lain. Ini berlaku bila digunakan untuk memperjelas kata benda yang jumlah bilangannya dual dan plural.
Dirangkum dari buku Cepat dan Mudah Belajar Bahasa Arab karya Ustadz Rusdianto (2018), berikut contoh isim maushul tunggal dan jamak selengkapnya yang bisa Anda simak:
Para Muslim yang membaca Alquran itu telah berdiri: قَامَ المُسْلِمُوْنَ الَّذِينَ يَقْرَأُوْنَ الْقُرْآنَ
Para Muslimah yang membaca Alquran itu telah berdiri: قَامَتِ المُسْلِمَاتُ اللَّاتِي يَقْرَتْنَ الْقُرْآنَ
Orang-orang yang berimaan pada yang ghaib: الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ
Dan mereka yang beriman pada Alquran yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad): وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ
Apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman: وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu isim maushul?

Apa itu isim maushul?
Secara bahasa, isim maushul disebut juga kata penghubung.
Apa bentuk dasar dari isim maushul?

Apa bentuk dasar dari isim maushul?
Bentuk kata dasar dari isim ini yaitu الَّذِي.
Apa arti isim maushul dalam kalimat bahasa Indonesia?

Apa arti isim maushul dalam kalimat bahasa Indonesia?
Jika dipadankan dengan kalimat bahasa Indonesia, maka isim maushul memiliki arti “yang”.
