Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025: Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program PPG 2025 mewajibkan calon guru memahami dan menghayati prinsip dasar pendidikan. Salah satu modul penting yang dipelajari adalah Modul 3 yang membahas tentang "Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai."
Sebagai bagian dari penilaian, peserta diminta menyusun jurnal pembelajaran yang berisi pemahaman, penerapan, dan refleksi terhadap materi. Jurnal ini menjadi tolok ukur kompetensi pedagogik dan kepribadian, dan harus diunggah ke platform resmi Ruang GTK.
Untuk membantu proses penyusunan, berikut contoh jurnal Modul 3 PPG 2025 yang bisa dijadikan referensi.
Contoh Jurnal Modul 3 PPG 2025
Mengutip channel YouTube Kang UY, berikut contoh jurnal Modul 3 PPG 2025 yang disusun secara sistematis dan dapat dijadikan acuan dalam menyusun tugas serupa:
JUDUL JURNAL: JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3: FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI
JUDUL AKSI NYATA: FILSAFAT PANCASILA DAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL
A. Filsafat sebagai Landasan Filosofi Pendidikan Indonesia
Filsafat pendidikan di Indonesia berperan sebagai dasar ideologis yang membentuk arah dan tujuan pendidikan nasional. Landasannya berasal dari pandangan hidup bangsa yang tertuang dalam Pancasila, UUD 1945, serta kearifan budaya lokal. Peran filsafat ini tidak hanya bersifat normatif, melainkan juga menjadi acuan praktis dalam merancang, menjalankan, dan menilai sistem pendidikan di Indonesia.
Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan:
Sila ke-1: Pendidikan menanamkan iman, takwa, dan sikap toleransi antarumat beragama.
Sila ke-2: Guru membentuk sikap adil, empati, dan menghargai hak asasi manusia.
Sila ke-3: Semangat persatuan dan cinta tanah air ditanamkan melalui penghargaan terhadap keberagaman.
Sila ke-4: Pembelajaran mendorong siswa aktif bermusyawarah dan berpendapat.
Sila ke-5: Setiap siswa diberi hak belajar yang adil tanpa diskriminasi.
B. Pendidikan Nilai dan Penguatan Karakter
Pendidikan nilai memiliki peran sentral dalam membentuk karakter bangsa. Lebih dari sekadar menyampaikan ilmu, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia agar tumbuh menjadi pribadi utuh yang bermoral, menjunjung budaya, dan memiliki integritas.
Ada beberapa pendekatan utama yang digunakan dalam pendidikan nilai, antara lain:
Keteladanan: Guru berperan sebagai panutan melalui perilaku, ucapan, dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai positif.
Internalisasi: Nilai ditanamkan secara mendalam melalui pengalaman emosional dan proses reflektif yang berulang.
Pembiasaan: Aktivitas yang dilakukan secara rutin, seperti bersikap jujur dan disiplin, akan membentuk karakter secara konsisten.
Keterlibatan Aktif: Siswa didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pembelajaran yang bermakna, guna menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat gotong royong.
Kontekstualisasi: Nilai-nilai dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar materi pembelajaran lebih relevan dan mudah diterapkan.
C. Nilai-Nilai Prefesi Guru dalam Konteks PPG
Guru sebagai pendidik profesional tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa. Dalam program PPG, nilai-nilai profesi guru menjadi pedoman etis dalam bersikap dan mengambil keputusan dalam menjalankan tugas mendidik.
Adapun nilai-nilai utama dalam profesi keguruan meliputi:
Profesionalisme: Guru harus menguasai kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional, serta senantiasa mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan peningkatan profesional.
Integritas: Sikap jujur dan konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan menjadi dasar utama dalam menjalankan profesi.
Tanggung Jawab: Peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
Keteladanan: Sebagai tokoh yang dilihat publik, guru harus memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sosial.
Keadilan: Setiap siswa berhak mendapat perlakuan yang adil tanpa memandang suku, agama, ras, atau latar belakang sosial ekonomi.
D. Kode Etik Profesi Guru
Kode etik berfungsi sebagai acuan moral bagi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Beberapa peran penting dari kode etik antara lain:
Menjamin terjaganya integritas dalam profesi keguruan.
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru.
Menuntun perilaku guru agar tetap profesional dalam setiap tindakan.
Memberikan perlindungan bagi peserta didik dari tindakan yang tidak etis.
Mencegah terjadinya penyalahgunaan jabatan atau kewenangan oleh guru.
E. Contoh Implementasi Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran PPKn (Kelas 5 SD)
Mata Pelajaran: PPKn
Tema: Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Tengah Keberagaman
Pendekatan: Pembelajaran Berbasis Nilai dan Proyek (Project-Based Value Learning)
I. Tujuan Pembelajaran:
Siswa mampu memahami arti penting persatuan dalam kehidupan yang beragam.
Siswa dapat menunjukkan sikap toleransi, rasa cinta terhadap tanah air, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
II. Nilai-Nilai yang Ditekankan:
Persatuan
Toleransi
Nasionalisme
Tanggung jawab
Kejujuran
Kerja sama (gotong royong)
III. Rangkaian Kegiatan Pembelajaran:
Pendahuluan:
Menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa saat berinteraksi dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda.
Membangkitkan semangat belajar melalui pertanyaan pemantik yang merangsang diskusi dan refleksi.
Kegiatan Inti:
Menyaksikan tayangan video tentang kehidupan harmonis dalam masyarakat yang beragam.
Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan studi kasus tentang konflik sosial.
Merancang dan mempresentasikan poster bertema “Bersatu dalam Perbedaan.”
Penutup:
Siswa melakukan refleksi pribadi terhadap nilai-nilai yang telah dipelajari.
Diberikan tugas untuk menerapkan tindakan nyata menjaga persatuan di lingkungan sekolah.
IV. Asesmen:
Observasi sikap: Melalui penilaian kerja kelompok
Evaluasi produk: Poster dan presentasi kelompok
Evaluasi kognitif: Ujian tulis pemahaman konsep
V. Penguatan Literasi dan Numerasi:
Literasi: Membaca kisah inspiratif tokoh nasional seperti Ki Hadjar Dewantara dan R.A. Kartini.
Numerasi: Membuat grafik data tentang keragaman suku di Indonesia berdasarkan wilayah.
VI. Pengayaan dan Remedial:
Pengayaan: Siswa diberikan kesempatan menonton video pembelajaran yang mengangkat tema keberagaman budaya di Indonesia.
Remedial: Siswa yang belum memahami konsep persatuan mengikuti sesi diskusi terbimbing bersama guru untuk memperdalam pemahaman.
VII. Dokumentasi Pembelajaran:
Foto guru menerangkan makna sila-sila Pancasila menggunakan media pembelajaran.
Foto siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok membahas studi kasus keberagaman.
Foto siswa mempresentasikan hasil karya poster bertema “Bersatu dalam Perbedaan” di depan kelas.
Foto guru memandu sesi refleksi dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan bersama siswa.
Foto siswa menempelkan poster hasil kerja kelompok di dinding kelas sebagai bentuk komitmen menjaga persatuan.
Baca Juga: Contoh Jawaban Refleksi Modul 1 Topik 1 PPG Guru Tertentu 2025
(ANB)
