Contoh Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025 untuk Dijadikan Referensi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025 wajib membuat jurnal pembelajaran sesuai modul yang telah dipelajari. Jurnal tersebut disusun dan diunggah setelah peserta menyelesaikan latihan pemahaman, cerita reflektif, serta post test.
Salah satu modul yang harus dijadikan jurnal adalah Modul 1 tentang Pembelajaran Berdiferensiasi. Modul ini menekankan pendekatan pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan profil belajar masing-masing peserta didik.
Jurnal ini nantinya disusun berdasarkan pengalaman guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Jika membutuhkan panduan dalam penulisannya, simak contoh jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025 berikut.
Contoh Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025
Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi harus memiliki minimal 300 kata dan diunggah dalam format PDF. Bagi guru yang membutuhkan referensi, berikut contoh jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025 yang disadur dari kanal YouTube Pak Guru Wali.
Contoh jurnal ini dapat dimodifikasi sesuai dengan pengalaman masing-masing guru di kelas.
Aksi Nyata: Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas 1 SD
Pendahuluan
Sebagai guru kelas 1 SD, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi menjadi langkah penting untuk menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan dan kemampuan siswa yang beragam. Melalui pendekatan ini, setiap siswa dapat memperoleh dukungan yang sesuai dengan gaya belajar, minat, dan tingkat pemahaman mereka, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Konsep Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang menyesuaikan cara belajar dengan perbedaan individu setiap siswa. Konsep ini meliputi:
1. Diferensiasi Konten: Menyediakan materi yang sesuai dengan kemampuan siswa, termasuk variasi materi tambahan, penyesuaian tingkat kesulitan, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar.
2. Diferensiasi Proses: Menerapkan metode pengajaran yang beragam agar sesuai dengan gaya belajar siswa, seperti stasiun belajar, diskusi kelompok, atau pembelajaran berbasis proyek.
3. Diferensiasi Produk: Memberikan beragam jenis tugas dan penilaian yang memungkinkan siswa menunjukkan pemahaman sesuai dengan kekuatan dan preferensi masing-masing.
Rencana Pembelajaran Berdiferensiasi
Kelas: I SD
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Tema: Mengenal Huruf dan Kata
Durasi: 2 x 45 menit (2 pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran
- Siswa mampu mengenal dan menulis huruf vokal maupun konsonan.
- Siswa mampu menyusun kata sederhana dari huruf-huruf yang telah dipelajari.
- Siswa mampu membaca kata sederhana dengan lancar.
B. Diferensiasi Konten
- Siswa Berkemampuan Tinggi: Materi tambahan berupa pengenalan huruf bersuara dan tidak bersuara, serta latihan membaca kata yang lebih kompleks.
- Siswa Berkemampuan Menengah: Fokus pada pengenalan huruf vokal dan konsonan, serta latihan menulis huruf dan membaca kata sederhana.
- Siswa Berkemampuan Dasar: Pengenalan huruf secara visual dengan bantuan gambar, serta latihan menulis huruf menggunakan tracing.
C. Diferensiasi Proses
Stasiun Belajar:
- Stasiun 1: Identifikasi huruf dan kata menggunakan kartu huruf dan gambar.
- Stasiun 2: Latihan menulis huruf di papan tulis atau kertas tracing.
- Stasiun 3: Membaca kata sederhana dengan buku bergambar atau kartu kata.
Pendampingan:
- Siswa yang kesulitan mendapatkan waktu tambahan dan bimbingan langsung dari guru di stasiun.
- Siswa yang lebih mandiri mengerjakan aktivitas menantang dengan bimbingan minimal.
D. Diferensiasi Produk
- Siswa Berkemampuan Tinggi: Membuat poster kata dengan huruf dan gambar yang sesuai, membaca kata dalam kalimat sederhana, serta menyusun kalimat sendiri.
- Siswa Berkemampuan Menengah: Menyusun buku mini dengan huruf dan kata, serta menggunakan huruf dan gambar untuk membuat kata sederhana.
- Siswa Berkemampuan Dasar: Menyelesaikan worksheet dengan tracing huruf, mencocokkan huruf dengan gambar, dan menulis huruf dengan bantuan guru.
E. Aktivitas Kelas
- Pengenalan (15 menit): Diskusi singkat tentang huruf yang akan dipelajari, didukung video atau gambar terkait.
- Stasiun Belajar (30 menit): Rotasi antar stasiun dengan aktivitas yang disesuaikan kebutuhan siswa.
- Latihan Mandiri (20 menit): Menyelesaikan tugas individu atau kelompok kecil sesuai produk yang ditentukan.
- Penutupan (10 menit): Diskusi kelas mengenai aktivitas dan presentasi hasil kerja siswa.
F. Penilaian
- Formatif: Observasi selama aktivitas stasiun belajar, penilaian tugas dan partisipasi siswa.
- Sumatif: Evaluasi hasil kerja produk akhir, tes membaca dan menulis huruf serta kata sederhana.
Mengenalkan Pembelajaran Berdiferensiasi kepada Rekan Guru
Saya telah memperkenalkan pembelajaran berdiferensiasi kepada rekan guru, menjelaskan tiga komponennya: konten, proses, dan produk. Saya memberi contoh penerapan, seperti materi dengan tingkat kesulitan berbeda, stasiun belajar dan diskusi kelompok, serta variasi tugas sesuai kemampuan siswa.
Saya juga berbagi pengalaman praktis dalam menyusun stasiun belajar dan menyediakan pilihan produk, sehingga rekan guru dapat memahami dan mulai menerapkan strategi ini untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa.
Dokumentasi dan Umpan Balik
Baca juga: Contoh Jurnal Modul 1 PPG 2025 PGSD untuk Dijadikan Referensi
(RK)
