Konten dari Pengguna

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Lengkap dengan Variasi Polanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat Foto: Unsplash

Dalam bahasa Indonesia, kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah kalimat majemuk bertingkat. Kalimat ini terdiri dari dua klausa, yakni klausa bawahan (anak kalimat) dan klausa atasan (induk kalimat).

Menurut Rika Lestari dalam bukunya yang berjudul Ringkasan & Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP, kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat ini disebut juga dengan kalimat luas atau kompleks.

Kalimat majemuk dapat dikenali dengan beberapa ciri tertentu, di antaranya mengandung penggabungan atau perluasan, perluasan membentuk pola kalimat baru, terdapat perubahan intonasi, dan subjek serta predikat yang lebih dari satu.

Sementara itu kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu unsurnya diperluas sehingga membentuk pola baru. Agar lebih memahaminya, simak contoh kalimat majemuk bertingkat di bawah ini!

Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat Foto: Unsplash

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat identik dengan penggunaan kata hubung seperti jika, kalau, supaya, sejak, agar, sedangkan, walaupun, ketika, padahal.

Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat yang dikutip dari buku Get Success UN+SPMB Bahasa Indonesia karangan Nani Darmayanti dan buku Cara Mudah UAS 2007 SD yang ditulis oleh tim Matrix Media Literata:

  • Sejak berpisah dengan kekasihnya, ia selalu murung.

  • Karena banyak yang tidak datang, rapat dibatalkan.

  • Jika hujan, ia tidak pergi ke sekolah.

  • Nenek akan datang jika tidak hujan.

  • Pekerjaan rumahku sudah selesai ketika ibu pulang dari kantor.

  • Jojo bekerja terlalu larut malam, sehingga jatuh sakit.

  • Kakak tidak pergi karena macet.

  • Sewaktu saya masuk rumah, ia sedang menelepon.

  • Kebakaran terjadi ketika penduduk tertidur pulas.

  • Kakak terlalu banyak makan sehingga perutnya sakit.

  • Seandainya saya tahu sore ini akan turun hujan, saya pasti membawa payung.

  • Meskipun hatinya sangat sedih, ia tidak pernah menangis di hadapan orangtua.

  • Alangkah baiknya kamu meneruskan usaha ayah daripada menganggur di rumah.

  • Ayah bekerja dari pagi hingga sore agar mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

  • Walaupun mengantuk, Zoya tetap belajar dengan tekun.

Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat Foto: Unsplash

Variasi Pola Kalimat Majemuk Bertingkat

Mengutip buku Bahasa Indonesia 3 tulisan Ahmad Aibdli, dkk., ada beberapa variasi pola kalimat majemuk bertingkat, antara lain adalah:

1. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti subjek.

Contoh: Gadis kecil yang mengenakan baju merah itu membaca puisi di panggung.

2. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti predikat.

Contoh: Dia berusaha menafsirkan setiap kata naskah resensi cerpen.

3. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti objek.

Contoh: Adik membaca buku yang menceritakan petualangan si topeng.

4. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti keterangan.

Contoh: Ibu sedang menyiapkan makan pagi ketika petugas pos datang mengantar surat.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud Kalimat Majemuk?

chevron-down

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat ini disebut juga dengan kalimat luas atau kompleks.

Apa yang Dimaksud Kalimat Majemuk Bertingkat?

chevron-down

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu unsurnya diperluas sehingga membentuk pola baru.

Bagaimanakah Ciri-ciri Kalimat Majemuk Bertingkat?

chevron-down

Ciri-ciri kalimat majemuk, yakni memuat kata hubung seperti jika, kalau, supaya, sejak, agar, sedangkan, walaupun, ketika, padahal.