Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Konten dari Pengguna
Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat Lengkap dengan Variasi Polanya
14 Agustus 2021 16:12 WIB
·
waktu baca 1 menitTulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dalam bahasa Indonesia , kalimat majemuk dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah kalimat majemuk bertingkat. Kalimat ini terdiri dari dua klausa, yakni klausa bawahan (anak kalimat) dan klausa atasan (induk kalimat).
ADVERTISEMENT
Menurut Rika Lestari dalam bukunya yang berjudul Ringkasan & Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP, kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat ini disebut juga dengan kalimat luas atau kompleks.
Kalimat majemuk dapat dikenali dengan beberapa ciri tertentu, di antaranya mengandung penggabungan atau perluasan, perluasan membentuk pola kalimat baru, terdapat perubahan intonasi, dan subjek serta predikat yang lebih dari satu.
Sementara itu kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat tunggal yang salah satu unsurnya diperluas sehingga membentuk pola baru. Agar lebih memahaminya, simak contoh kalimat majemuk bertingkat di bawah ini!
Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat identik dengan penggunaan kata hubung seperti jika, kalau, supaya, sejak, agar, sedangkan, walaupun, ketika, padahal.
ADVERTISEMENT
Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat yang dikutip dari buku Get Success UN+SPMB Bahasa Indonesia karangan Nani Darmayanti dan buku Cara Mudah UAS 2007 SD yang ditulis oleh tim Matrix Media Literata:
Variasi Pola Kalimat Majemuk Bertingkat
Mengutip buku Bahasa Indonesia 3 tulisan Ahmad Aibdli, dkk., ada beberapa variasi pola kalimat majemuk bertingkat, antara lain adalah:
ADVERTISEMENT
1. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti subjek.
Contoh: Gadis kecil yang mengenakan baju merah itu membaca puisi di panggung.
2. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti predikat.
Contoh: Dia berusaha menafsirkan setiap kata naskah resensi cerpen.
3. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti objek.
Contoh: Adik membaca buku yang menceritakan petualangan si topeng.
4. Kalimat majemuk bertingkat klausa bawahan pengganti keterangan.
Contoh: Ibu sedang menyiapkan makan pagi ketika petugas pos datang mengantar surat.
(GTT)