Contoh Kalimat Perintah dalam Bahasa Indonesia, Ciri-ciri, dan Jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimat perintah dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu bentuk komunikasi yang penting. Oleh sebab itu, penting untuk memahami contoh kalimat perintah agar bisa menggunakannya dengan tepat.
Secara umum, penggunaan kalimat perintah adalah untuk memberikan arahan, instruksi, atau permintaan kepada orang lain. Kalimat perintah juga kerap disebut sebagai kalimat imperatif.
Selengkapnya, simak beberapa contoh kalimat perintah dalam bahasa Indonesia di bawah ini.
Pengertian Kalimat Perintah
Sebelum mengetahui contohnya, mari membahas tentang pengertian kalimat perintah. Dikutip dari buku Kitab Bahasa Indonesia oleh Agus Wiyanto, kalimat perintah adalah kalimat yang dibentuk untuk memancing responsi berupa tindakan.
Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam bentuk penulisannya. Lalu, dalam bentuk lisan, kalimat ini ditandai dengan nada atau intonasi yang tinggi.
Dikutip dari buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia oleh Yunus Abidin, kalimat perintah cukup mudah untuk dikenali karena memiliki ciri-ciri khusus. Berikut ciri-ciri kalimat perintah beserta contohnya:
1. Menggunakan Partikel -lah atau -kan
Ciri pertama yang bisa dikenali dari kalimat perintah adalah penggunaan partikel -lah atau -kan pada kata kerjanya. Untuk contohnya adalah sebagai berikut:
Bawalah pakaian yang sudah kamu siapkan agar besok bisa liburan dengan tenang!
Tenanglah, semua hal buruk ini pasti berlalu.
Antarkan buah ini ke rumah bibi di Kampung Durian.
Dapatkan hati orang yang kau suka atau kamu akan kehilangannya.
2. Menggunakan Kata Perintah
Selanjutnya, kalimat perintah akan menggunakan kata perintah di bagian depan. Beberapa kata-kata tersebut antara lain adalah tolong, ayo, mari, silakan, dan lain sebagainya.
Berikut ini untuk contoh kalimatnya:
Tolong bantu aku mengerjakan tugas mata pelajaran yang sulit ini.
Ayo berangkat sekarang sebelum terlambat.
Mari lestarikan seluruh budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita!
Silakan menikmati makanan dan minuman yang sudah dihidangkan.
3. Memiliki Pola Inversi
Pola kalimat yang digunakan dalam kalimat perintah adalah inversi. Jadi, kalimat inversi merupakan suatu kalimat yang predikatnya terletak di bagian kiri subjek atau predikatnya berada sebelum subjek. Contohnya adalah sebagai berikut:
Pulang, ya, Nak! Ibu sudah rindu padamu.
Makan yang banyak supaya kamu tidak lapar!
Tutup pintu, angin dari luar terlalu dingin.
Dalam bentuk verbal atau lisan, ciri utama kalimat perintah adalah intonasinya yang naik. Biasanya juga disertai penekanan di beberapa suku kata.
Jenis-jenis Kalimat Perintah
Setelah memahami contoh kalimat perintah, penting juga untuk mengetahui apa saja jenis-jenisnya. Dalam buku Kitab Bahasa Indonesia karya Agus Wiyanto, disebutkan ada empat jenis kalimat perintah berdasarkan strukturnya.
Ada kalimat perintah sebenarnya, kalimat persilahan, kalimat ajakan, dan kalimat larangan. Berikut penjelasannya:
1. Kalimat Perintah Sebenarnya
Kalimat ini ditandai oleh intonasi kalimat perintah dan bila predikatnya (P) kata kerja intransitif, bentuk kata kerja itu tetap. Bila P-nya kata kerja transitif, bentuk kata kerjanya tanpa meng-.
Untuk memperhalus perintah, biasanya ditambahkan partikel -lah, dan kata-kata: tolong, coba, harap, dan sebagainya, serta intonasinya dibuat tidak terlalu keras. Berikut contohnya:
Masuk!
Duduklah!
Keluar dari sini sekarang juga!
Tolong, belikan penggaris di toko itu!
2. Kalimat Ajakan
Kalimat ini ditandai oleh intonasi perintah dan penambahan kata ayo atau mari yang sering ditambah -lah menjadi ayolah atau marilah.
Bedanya dengan kalimat perintah biasa dan persilahan, yaitu tindakan yang dilakukan kalimat ajakan ini adalah bukan orang yang diajak berbicara saja, melainkan juga orang yang berbicara. Berikut contohnya:
Ayo, kita ke sana!
Mari tuntaskan apa yang sudah dimulai!
Mari kita beri pelajaran dia!
Ayolah, kita habiskan kue ini!
3. Kalimat Persilahan
Kalimat persilahan ditandai oleh pola intonasi kalimat perintah dan penambahan kata silakan atau dipersilakan yang diletakkan pada awal kalimat. Berikut contohnya:
Silakan masuk, Pak!
Dipersilakan Ibu-ibu mengambil makanan di sana!
Silakan minum, Dik!
Dipersilakan untuk segera memasuki ruangan!
4. Kalimat Larangan
Terakhir, ada kalimat larangan ditandai oleh pola intonasi perintah dan penambahan kata jangan yang diletakkan di awal kalimat. Partikel -lah juga sering ditambahkan untuk memperhalus larangan. Berikut contohnya:
Jangan membuang sampah di sini!
Jangan berteriak-teriak sekeras itu!
Janganlah menyombongkan keluargamu!
Janganlah sia-siakan masa muda!
Contoh Kalimat Perintah dalam Bahasa Indonesia
Mari menuju ke pembahasan utama, yaitu contoh kalimat perintah dalam bahasa Indonesia. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah contoh-contohnya:
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!
Urutkan bilangan di bawah ini dari yang terkecil hingga yang terbesar!
Aduklah hingga merata agar semua bumbu tercampur!
Jangan menyalakan air dari keran yang berwarna merah jika cuaca panas.
Jangan berteriak di kamar pasien yang berwarna hijau. Pasien Darurat!
Jangan melewati jalan ini dengan kendaraan roda 4.
Tolong tuliskan materi ini di papan tulis!
Carilah referensi tugas di perpustakaan
Jagalah bicaramu, perhatikan dengan siapa kamu berbicara!
Tolong perlihatkan surat-suratnya!
Mari kita berbagi momen menyenangkan di bawah langit berawan!
Ayo kita habiskan waktu bersama sambil menikmati suasana berawan yang menenangkan!
Mari kita ajak teman-teman untuk berkumpul di tempat favorit kita di hari berawan ini!
Ayo kita ciptakan kenangan indah di bawah langit yang penuh awan!
Mari kita rayakan hari berawan dengan kegiatan yang menyenangkan bersama keluarga dan teman!
Mari kita selesaikan dengan cara terbaik untuk semua!
Jangan ragu untuk berkomunikasi secara terbuka!
Ayo kita tunjukkan apresiasi kita terhadap upaya bersama!
Mari kita nikmati cuaca berawan dengan berjalan-jalan di taman!
Ayo kita manfaatkan cuaca berawan untuk melakukan piknik bersama!
Apabila Anda menemui kendala dalam pekerjaan, jangan ragu untuk meminta bantuan.
Jika ingin meminjam buku di perpustakaan, jangan lupa membawa kartu anggota.
Kalau sedang berada di area publik, tolong jaga kebersihan dan rapihkan tempat duduk.
Jika sedang berkendara, pastikan untuk memakai helm demi keselamatan Anda.
Jika terjadi kebakaran, segera keluar dari bangunan dan panggil bantuan.
Jika sudah selesai menggunakan peralatan, tolong matikan dan simpan dengan rapih.
Apabila hujan turun, bawalah payung saat keluar rumah.
Apabila Anda merasa lapar, silakan makan camilan yang sudah disediakan.
Jika lampu ruangan mati, nyalakan lampu darurat yang ada di sudut ruangan.
Jika kamu tidak bisa datang ke pertemuan, tolong beri tahu saya sebelumnya.
Jika ada tamu yang datang, bukakan pintu dengan ramah.
Kalau kamu sudah selesai mengerjakan tugas, tolong kumpulkan di meja guru.
Jika mobil mogok di tengah jalan, segera panggil bengkel terdekat.
Kalau sudah waktunya, tolong bangunkan adikmu untuk bersekolah.
Jika Anda ingin pesan makanan, tekan tombol bel di meja.
Lebih baik ibu guru masuk setelah bel istirahat berbunyi.
Lebih baik kamu makan dengan telur rebus daripada pizza yang tidak bergizi itu!
Lebih baik Yayan pergi ke sekolah naik sepeda!
Lebih baik kamu membeli baju olahraga!
Lebih baik ayah pergi ke sekolah menjemput adik.
Sebaiknya kamu pulang sekarang!
Sebaiknya kita pergi ke kamar untuk tidur!
Sebaiknya kamu gosok gigi sebelum tidur!
Sebaiknya kakak memasak ikan goreng dengan sambal terasi!
Sebaiknya ayah membelikanku sepeda untuk pergi ke sekolah.
Seharusnya kamu jangan lewat jalan berlubang itu!
Seharusnya ibu pergi ke pasar naik motor itu.
Seharusnya kamu mengerjakan PR tadi malam!
Seharusnya ayah menjemputku hari ini, bukan kemarin!
Seharusnya kamu menambahkan garam lebih banyak ke makanan ini!
Seharusnya kamu jangan makan jajanan itu!
Seharusnya kamu datang lebih awal hari ini!
Alangkah lebih baik bapak pulang mengambil surat terlebih dahulu.
Alangkah lebih baik kalau kakak mengambil nomor antrian dahulu.
Alangkah lebih baik kamu membeli obat ini agar cepat sembuh.
Alangkah lebih baik jika kamu pergi rumah sakit untuk memeriksa matamu.
Alangkah lebih baik jika ibu membawakanku makanan yang banyak.
Alangkah lebih baik jika kamu pulang hari Jumat untuk menghindari macet di jalan.
Alangkah lebih baik kamu membaca buku ini untuk menambah pengetahuan.
Alangkah lebih baik jika besok kita pergi bersama-sama untuk berolahraga.
Baca Juga: Memahami Definisi Prosedur beserta Struktur Teksnya dalam Bahasa Indonesia
(SFN)
