Konten dari Pengguna

Contoh Kegiatan Distribusi Beserta Pengertian dan Jenisnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kegiatan distribusi penjualan mobil. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kegiatan distribusi penjualan mobil. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Distribusi menjadi kegiatan ekonomi yang menghubungkan antara produksi dan konsumsi. Kegiatan distribusi memiliki tujuan untuk menyalurkan barang hasil produksi dari produsen ke konsumen.

Seseorang yang melakukan kegiatan distribusi disebut sebagai distributor. Dalam pelaksanaannya, kegiatan distribusi dibagi menjadi dua macam, yakni langsung dan tidak langsung.

Saluran distribusi langsung merupakan proses penyaluran barang dari produsen yang dilakukan langsung ke konsumen tanpa ada perantara. Sedangkan distribusi tidak langsung merupakan proses penyaluran barang dari produsen ke konsumen dengan melalui suatu lembaga seperti agen.

Ilustrasi kegiatan distribusi penjualan sembako. Foto: Dok. Soni

Setiap kegiatan saluran distribusi akan membutuhkan biaya, sehingga pelaksanannya yang panjang dapat menyebabkan harga barang dan jasa menjadi lebih mahal. Semakin panjangnya tahapan distribusi, semakin mahal pula harga barang tersebut.

Terdapat lima faktor yang memengaruhi pemilihan saluran distribusi. Di antaranya adalah sifat barang, luas daerah pemasaran, jumlah produk yang dihasilkan, sarana komunikasi dan transportasi, serta biaya pengangkutan.

Dalam kegiatan ekonomi yang satu ini terdapat suatu hal yang disebut jangkauan distribusi. Hal itu adalah ukuran kemampuan produsen atau distributor dalam menjangkau konsumen yang tersebar di berbagai daerah.

Untuk mengerti gambaran kegiatan distribusi, berikut beberapa contoh dari proses ekonomi tersebut yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

  • Agen membeli beras dari seorang petani. Kemudian agen membawa berasa tersebut ke kota tujuan dan menjualnya ke para pedagang warung kelontong

  • Pedagang membeli buah dari petani. Lalu, buah itu dijual kepada pedagang eceran atau toko buah kecil

  • Pengrajin anyaman bambu langsung menjual barang produksinya kepada konsumen tanpa melalui agen

  • Pabrik mobil menjual hasil produksinya melalui dealer di berbagai daerah

  • Penerbit menjual hasil cetakannya ke toko buku.

(DNA)