Contoh Konflik Sosial di Masyarakat dan Jenis-jenisnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara bahasa, konflik berasal dari kata ‘confligo’ yang berarti bertabrakan, bertubrukan, terbentur, dan bentrokan. Sedangkan secara istilah, konflik adalah perjuangan yang dilakukan oleh individu ataupun kelompok untuk mendapatkan hal-hal tertentu seperti nilai, status, kekuasaan, dan otoritas.
Pertentangan dan perselisihan yang terjadi di lingkungan masyarakat disebut juga sebagai konflik sosial. Menurut Lewis A. Coser, perselisihan ini berkenaan erat dengan status, kuasa, dan sumber-sumber kekayaan yang persediaannya terbatas.
Secara garis besar, konflik sosial dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk. Apa saja? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut.
Contoh Konflik Sosial di Masyarakat
Konflik sosial terjadi karena pengaruh beberapa faktor. Dikutip dari jurnal berjudul Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konflik Sosial oleh Suwandi Sumartias dan Agus Rahmat, faktor tersebut antara lain perihal identitas sosial, sosial ekonomi, kredibilitas tokoh, motif, kepribadian, keyakinan dan komunikasi.
Bicara soal contoh konflik sosial di masyarakat, wujudnya dapat diuraikan secara luas berdasarkan jenis-jenisnya. Jika dilihat dari sifatnya, konflik sosial dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni konflik destruktif dan konflik konstruktif.
Berikut penjelasannya dikutip dari jurnal berjudul Konflik Sosial dan Alternatif Pemecahannya:
1. Konflik Destruktif
Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang, rasa benci, dan dendam dari seseorang ataupun kelompok terhadap pihak lain.
Pada konflik ini terjadi bentrokan-bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda seperti konflik Poso, Ambon, Kupang, Sambas, dan lain sebagainya.
2. Konflik Konstruktif
Merupakan konflik yang bersifat fungsional. Konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan.
Konflik konstruktif akan menghasilkan suatu konsensus dari berbagai pendapat tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Misalnya perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi.
Kemudian, berdasarkan posisi pelaku yang terlibat, konflik sosial bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Konflik Vertikal
Merupakan konflik antarkomponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki. Contohnya, konflik yang terjadi antara atasan dengan bawahan dalam sebuah kantor.
2. Konflik Horizontal
Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama. Contohnya konflik yang terjadi antarorganisasi massa.
3. Konflik Diagonal
Merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim. Contohnya konflik yang terjadi di Aceh
Lalu, ditilik dari sifat pelaku yang terlibat, konflik sosial dibedakan menjadi dua jenis yakni:
Konflik terbuka, yaitu konflik yang diketahui oleh semua pihak. Contohnya konflik Palestina dengan Israel.
Konflik tertutup, yaitu konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat konflik.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu konflik?

Apa itu konflik?
Konflik adalah perjuangan yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk memperoleh hal-hal langka seperti nilai, status, kekuasaan, dan otoritas.
Apa itu konflik sosial?

Apa itu konflik sosial?
Konflik sosial adalah perselisihan yang terjadi dan berkenaan erat dengan status, kuasa, serta sumber-sumber kekayaan yang persediaannya terbatas.
Apa contoh dari konflik terbuka?

Apa contoh dari konflik terbuka?
Contohnya konflik Palestina dengan Israel.
