Konten dari Pengguna

Contoh Kosakata Bahasa Bali Sehari-hari Berdasarkan Tingkatan Kruna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bahasa Bali sehari-hari. Foto: Freepik.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bahasa Bali sehari-hari. Foto: Freepik.

Bahasa daerah merupakan salah satu bentuk keanekaragaman budaya di Indonesia. Bahasa daerah digunakan oleh penduduk atau masyarakat yang berasal dari daerah atau suku yang sama. Hal yang sama berlaku untuk masyarakat Bali yang menggunakan bahasa Bali dalam kesehariannya.

Putu Setia dalam buku Mendebat Bali menyebutkan, banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke Bali membuat masyarakat di sana jarang menggunakan bahasa daerahnya. Banyak generasi muda, terutama yang tinggal di perkotaan, kesulitan berbicara dalam bahasa Bali.

Atas dasar kekhawatiran tersebut, bahasa Bali pun dirasa diajarkan kembali kepada generasi muda saat ini. Tujuannya agar penggunaan bahasa Bali beserta budayanya tidak tergerus zaman dan tetap lestari dalam waktu lama.

Mengutip buku Ayo Mengenal Indonesia: Bali karangan Tuhu Ningsih, bahasa Bali sehari-hari disebut bahasa Bali Kapara atau bahasa Lumbrah. Bahasa ini memiliki dialek yang berbeda, yaitu dialek bahasa Bali Aga dan dialek bahasa Bali umum.

Layaknya bahasa Jawa, ragam Bahasa Bali sehari-hari juga memiliki tingkatan bahasa. Mulai dari bahasa kasar, bahasa madia, dan bahasa alus.

Tingkatan itu ditandai dengan perbedaan kosakata yang digunakan untuk berkomunikasi. Penggolongan ragam kosakata bahasa Bali disebut dengan kruna. Berikut macam-macam kruna dan contoh kosakatanya yang digunakan dalam bahasa Bali sehari-hari.

Macam-Macam Kruna dalam Bahasa Bali Sehari-hari

Ilustrasi budaya bali. Foto: Freepik.

Mengutip dari situs Kemdikbud, berikut macam-macam kruna dan contoh kosakatanya dalam bahasa Bali Sehari-hari yang menarik untuk diketahui:

Kruna Mider

Kruna Mider merupakan sebutan untuk kosakata netral yang tidak mempunyai bentuk halus atau kasar dan dapat digunakan dalam segala situasi. Contoh:

  • Desa artinya desa.

  • Katik artinya lidi.

  • Gadang artinya warna hijau.

  • Lubak artinya musang.

Kruna Kasar

Kruna kasar adalah sebutan kosakata yang memiliki bentuk alus. Contohnya:

  • Yang atau icing artinya aku.

  • Ene artinya ini.

  • Apa artinya apa.

  • Eda artinya jangan.

  • Pules artinya tidur.

Kruna Alus

Kruna alus terbagi menjadi kruna alus madia, kruna alus sor, kruna alus mider, dan kruna alus singgih. Berikut penjelasan singkat beserta contoh kosakatanya:

  • Kruna alus madia

Kruna alus madia merupakan bentuk kosakata yang hampir mirip dengan kosakata alus dan kasar. Contohnya:

  • Niki artinya ini.

  • Napi artinya apa.

  • Ampun artinya sudah.

  • Sira artinya siapa.

Kruna alus sor

Kruna alus sor adalah bentuk kosakata alus yang digunakan untuk merendahkan diri. Contohnya:

  • Nunas artinya makan.

  • Budal artinya pulang.

  • Wasta artinya nama.

  • Ipun artinya ia.

Kruna alus mider

Kruna alus mider adalah bentuk kosakata halus yang digunakan untuk golongan atas atau bawah. Contohnya:

  • Rauh artinya datang.

  • Memargi artinya berjalan.

  • Eling artinya ingat.

  • Lali artinya lupa.

Kruna alus singgih

Kruna alus singgih adalah bentuk kosakata halus yang digunakan untuk menghormati atau memuliakan orang tua atau golongan atas. Contohnya:

  • Ngandika atau mawacana artinya berkata.

  • Ngaksi atau nyuryani artinya melihat.

  • Makolem artinya tidur.

  • Seda, lebar, atau lepas artinya mati.

  • Ngrayunang atau munggah artinya makan.

  • Nyumpena artinya mimpi.

(IPT)