Contoh LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi 2023 Terbaru

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi merupakan salah satu projek yang ditugaskan bagi mahasiswa program PPG Dalam Jabatan 2023. Melalui tugas ini, diharapkan mahasiswa dapat menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ditemuinya di kelas.
Nantinya, mahasiswa akan diminta untuk mengidentifikasi masalah yang muncul di sekolah. Kemudian, mereka akan mengeksplorasi berbagai alternatif solusi untuk menyelesaikannya.
Tentunya, ada standar dan indikator khusus yang akan ditetapkan. Di akhir lembar kerjanya, mahasiswa akan memaparkan analisis hasil pengamatan secara detial.
Misalnya dengan menuliskan penyebab masalah, faktor yang memengaruhi, solusi, dan lain-lain. Berikut ini contoh LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi 2023 terbaru yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Contoh LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi 2023
Sebenarnya, untuk mengisi LK 2.1 ini bisa disesuaikan dengan masalah yang dihadapi masing-masing mahasiswa. Oleh karena itu, jawabannya bisa berbeda.
Indikator yang diukur terdiri dari masalah terpilih yang akan diselesaikan; akar penyebab masalah; eksplorasi alternatif solusi; dan analisis alternatif solusi. Tiap indikator tersebut bisa diisi dengan lengkap sesuai dengan kondisi rilnya.
Khusus kolom “analisis alternatif solusi”, mahasiswa bisa mengisinya dengan berbagai sumber. Misalnya dari hasil kajian literatur, wawancara, jurnal, dan lain-lain. Berikut ini contoh pengisian LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi 2023 yang bisa Anda simak:
Kasus pertama
1. Masalah terpilih yang akan diselesaikan:
Peserta didik memiliki semangat belajar yang rendah.
2. Akar penyebab masalah:
Pembelajaran yang dilakukan tidak berpusat pada siswa.
3. Eksplorasi alteernatif solusi:
Menurut Anggraini V.D & Mukhadis, penggunaan mode pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa.
Sedangkan dari hasil wawancara, solusi yang bisa diterapkan yaitu:
Guru harus mempersiapkan rancangan pembelajaran yang dapat membuat motivasi belajar siswa meningkat.
Membuat media pembelajaran menarik.
Memberikan motivasi belajar di awal dan akhir pembelajaran.
Kasus kedua
1. Masalah terpilih yang akan diselesaikan:
Rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
2. Akar penyebab masalah:
Penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariatif.
Pemilihan media yang kurang tepat.
3. Eksplorasi alteernatif solusi:
Berdasarkan kajian literatur, solusi untuk masalah ini sesuai akar penyebabnya adalah guru menggunakan model Project Based Learning untuk pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Kemudian, guru mengembangkan media pembelajaran powerpoint interaktif berbasis humanisme pada tema nilai-nilai Pancasila. Di samping itu, diperlukan juga implementasi nilai-nilai Pancasila pada anak SD dengan metode Contextual Teaching Learning.
Metode ini dianggap selaras dengan karakteristik materi yang diajarkan kepada siswa. Melalui metode Contextual Teaching Learning diharapkan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Contoh LK 2.3 Pembuatan Rencana Aksi dan Panduan Mengisinya
(MSD)
