Contoh Mobilitas Horizontal dan Vertikal dalam Kehidupan Bermasyarakat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mobilitas sosial adalah perpindahan atau gerak sosial yang dilakukan seseorang atau kelompok dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Biasanya, mobilitas sosial dilakukan dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup seseorang atau kesejahteraan kelompok.
Mobilitas berasal dari bahasa latin mobils yang berarti mudah dipindahkan atau bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan kata sosial mengandung makna seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial.
Dalam buku Siswa IPS oleh Kemendikbud, mobilitas sosial diartikan sebagai seseorang yang mengalami perubahan kedudukan atau status sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain. Baik menjadi lebih tinggi maupun lebih rendah, ataupun hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan atau posisi yang berarti.
Dalam praktiknya, mobilitas sosial dibagi menjadi mobilitas horizontal dan vertikal. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bentuk-bentuk mobilitas sosial, simak penjabaran berikut!
Bentuk Bentuk Mobilitas Sosial
Mobilitas Horizontal
Dikutip dari website ristekdikti.go.id, mobilitas horizontal mengacu pada perpindahan geografis atau tempat tinggal juga peralihan individu dari suatu kelompok sosial ke kelompok lainnya secara sejajar. Dalam mobilitas horizontal tidak terjadi perubahan kedudukan seseorang di dalam masyarakat.
Masih dari sumber yang sama, contoh mobilitas horizontal yang terjadi di masyarakat adalah sebagai berikut:
Kepala Sekolah SMP yang dipindah tugaskan menjadi kepala sekolah SMP lain.
Perpindahan masyarakat dari desa satu ke desa lainnya.
Mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa satu ke desa yang lainnya dalam geografis yang sama.
Mobilitas Vertikal
Berbeda dengan mobilitas horizontal, mobilitas vertikal dipandang sebagai suatu perpindahan individu dari suatu posisi sosial ke posisi yang lain secara tidak sederajat. Bentuk mobilitas ini dibagi menjadi dua, yakni mobilitas sosial vertikal atas atau social climbing dan mobilitas vertikal turun atau social sinking. Adapun penjalasan bentuk-bentuk mobilitas vertikal adalah sebagai berikut:
Mobilitas Vertikal Atas (Social Climbing)
Dikutip dari buku Siswa IPS oleh Kemendikbud, mobilitas vertikal atas merupakan terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang, dari berstatus rendah ke status yang lebih tinggi.
Contoh mobilitas vertikal atas dalam kehidupan sehari-hari adalah seorang karyawan yang memiliki prestasi yang baik dipromosikan menjadi kepala bagian, manajer, bahkan direktur suatu perusahaan. Contoh lain dari bentuk mobilitas vertikal ini yaitu terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari lapisan sosial yang sudah ada.
Mobilitas Vertikal Turun (Social Sinking)
Masih dari sumber yang sama, mobilitas vertikal bawah adalah proses penurunan status kedudukan seseorang. Proses ini seringkali menimbulkan gangguan karena adanya perubahan pada hak dan kewajiban padanya.
Dalam bidang pekerjaan, mobilitas vertikal bawah dapat terjadi karena berhalangan melaksanakan tugas, memasuki masa pensiun, turun jabatan, atau dipecat. Contoh dari mobilitas vertikal bawah di dalam kehidupan masyarakat yakni seorang pegawai yang diturunkan dari pangkatnya karena melanggar aturan perusahaan sehingga menjadi pegawai biasa.
(IPT)
