Konten dari Pengguna

Contoh Modul Kokurikuler SMP sebagai Referensi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh modul kokurikuler SMP. Foto: Pexels/Ron Lach
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh modul kokurikuler SMP. Foto: Pexels/Ron Lach

Kegiatan kokurikuler menjadi salah satu bagian penting dalam Kurikulum Merdeka, termasuk di jenjang SMP. Kokurikuler sendiri merupakan aktivitas pembelajaran di luar jam intrakurikuler.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi yang telah dipelajari di kelas. Harapannya, siswa mampu memahami materi secara lebih aplikatif sekaligus mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Agar pelaksanaan berjalan terarah, guru perlu menyiapkan modul sebagai panduan kegiatan. Simak artikel ini untuk contoh modul kokurikuler SMP!

Contoh Modul Kokurikuler SMP

Ilustrasi contoh modul kokurikuler SMP. Foto: Husniati Salma/unsplash

Modul kokurikuler umumnya disusun mulai dari tujuan pembelajaran, rancangan kegiatan, hingga asesmen yang akan diberikan kepada siswa. Sebagai gambaran, berikut contoh modul kokurikuler SMP, dihimpun dari buku Panduan Kokurikuler terbitan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

PERENCANAAN KOKURIKULER

-----------------------------------------------------------

Nama satuan pendidikan: SMP Generasi Unggul

Kelas: VII

Tema: Peduli lingkungan

Alokasi waktu: 114 JP

Lokasi kegiatan: Lingkungan satuan pendidikan

A. Dimensi Profil Lulusan

1. Penalaran kritis

2. Komunikasi

B. Tujuan Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi

1. Menganalisis interaksi antar komponen ekosistem dan pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem (mata pelajaran IPA)

2. Mempresentasikan gagasan sebagai solusi pemecahan masalah secara kritis dan kreatif (mata pelajaran Bahasa Indonesia)

C. Praktik Pedagogis

Pembelajaran berbasis proyek.

D. Lingkungan Belajar

Memberi kesempatan kepada murid untuk menganalisis kondisi lingkungan sekitar secara berkolaborasi bersama teman sekelas dan melakukan aksi nyata sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi.

E. Kemitraan Pembelajaran

Kolaborasi guru IPA dan Bahasa Indonesia

F. Pemanfaatan Digital

Laptop, infocus, video, dan powerpoint.

G. Kegiatan

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan.

2. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok secara heterogen.

3. Murid diminta memirsa video tentang komponen ekosistem dan kaitannya dengan kerusakan alam.

4. Murid dan guru berdiskusi mengenai isi video dan mengaitkan dengan komponen ekosistem yang ada di lingkungan sekitar.

5. Murid melakukan kunjungan ke lingkungan sekitar satuan pendidikan untuk melakukan pengamatan tentang komponen-komponen ekosistem yang ada.

6. Murid berdiskusi dalam kelompok tentang kondisi ekosistem dan permasalahan yang terjadi. Tiap kelompok dapat memilih kondisi ekosistem yang berbeda.

7. Murid mengumpulkan data tentang alternatif solusi permasalahan lingkungan.

8. Murid merancang solusi terhadap permasalahan yang ditemukan.

9. Murid membuat karya tentang solusi permasalahan dengan menggunakan berbagai media.

10. Murid mempresentasikan karyanya dengan berbagai media secara berkelompok

11. Murid melakukan refleksi kegiatan yang telah dilakukan.

12. Murid membuat kesepakatan terkait apa hal konkret yang akan dilakukan bersama untuk membantu keseimbangan ekosistem.

H. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anekdotal.

Sumatif: Penilaian kinerja dengan instrumen rubrik.

Baca Juga: Apa Itu Kokurikuler? Cari Tahu Jawabannya di Sini

(NSF)