Konten dari Pengguna

Contoh Naskah Drama Sumpah Pemuda yang Menginspirasi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi naskah drama Sumpah Pemuda. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi naskah drama Sumpah Pemuda. Foto: Pexels

Daftar isi

Naskah drama Sumpah Pemuda berisi teks reka adegan peristiwa Sumpah Pemuda yang diprakasai para tokoh pemuda Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan pada 28 Oktober 1928.

Tak hanya bertujuan untuk mengenang semangat dan perjuangan para pemuda di masa lalu saja, drama Sumpah Pemuda juga dapat memperkenalkan sejarah Indonesia pada generasi bangsa.

Artikel ini akan membagikan contoh naskah drama Sumpah Pemuda yang bisa dijadikan referensi.

Naskah Drama Sumpah Pemuda

Ilustrasi naskah drama Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash/Debby Hudson

Drama merupakan bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia melalui dialog dan tindakan. Berdasarkan buku Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Potensi Lokal oleh Duwi Purwati, S.Pd., saat menulis naskah drama, penulis dapat menuangkan ide dan pendapat dalam tulisan.

Penulis naskah drama harus memahami cara menganalisis struktur dan dialog dalam naskah sehingga dapat membangun cerita yang menarik. Ada banyak ide peristiwa yang bisa dijadikan drama, salah satunya Sumpah Pemuda.

Disadur dari Naskah Drama Sumpah Pemuda oleh Sabna Hipi, berikut contoh naskah drama Sumpah Pemuda yang menginspirasi:

Di tempat Kongres Pemuda pertama.

Moh Tabrani (Jong Java): "Assalamualaikum Wr. Wb."

Anggota Kongres: "Waalaikumsalam Wr. Wb."

Moh Tabrani (Jong Java): "Putra-putri Indonesia dan semua yang hadir di sini, atas nama panitia kongres pertama, saya ucapkan selamat datang pada Anda semua, sebagai pejuang kemerdekaan tanah air bangsa kita.

Di kongres ini adalah sebagai tonggak sebagai sejarah bagi para pemuda yang harus bersatu padu jika kita ingin mencapai tujuan milik kita bersama, yaitu sebuah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Dengan ini saya akhiri pidato saya, Mohammad Tabrani dari Jong Java, berterima kasih kepada hadirin anggota kongres yang telah hadir. Semoga kongres ini dapat memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Merdeka!"

Anggota Kongres: "Merdeka! Merdeka! Merdeka!"

Moh Tabrani: "Terima kasih saudara-saudara semua. Tujuan diadakannya kongres ini adalah untuk mewujudkannya persatuan dan kesatuan. Pertama-tama kita harus membentuk badan sentral."

Moh Yamin: "Benar sekali bung, yang kita butuhkan sekarang adalah organisasi yang dapat menampung semua aspirasi."

Perwakilan Islamiten Bond: "Kita akan membentuk pemerintahan dalam bentuk federasi. Di mana setiap daerah dapat memajukan daerahnya sendiri."

Jong Ambon: "Bukan seperti itu bung, akan lebih bagus bila pemerintahan pusat dan daerah harus bisa menyatu dalam membangun pemerintahan. Karena apabila suatu daerah dibiarkan mandiri dan tak bisa berkembang, maka akan menjadi suatu masalah."

Kongres pertama dilaksanakan, tetapi belum membuahkan hasil, yakni membentuk badan sentral organisasi pemuda.

Moh Tabrani (Jong Java): "Saudara-saudara, pada kesempatan kali ini tampaknya kita belum menghasilkan suatu kesepakatan."

Perwakilan Jong Minahasa: "Kita sudah menghasilkan sebuah keputusan, tetapi belum diterima anggota perkumpulan daerah lainnya."

Moh Yamin: "Benar, yang kita butuhkan sekarang adalah anggota dari PPPI."

Perwakilan Sekar Rukun: "Kalau begitu kita harus menunggu."

Jong Ambon: "Tapi tentunya, aspek bahasa sangat penting. Sangat tidak mungkin kita meninggalkan aspek bahasa pada saat ini."

Moh Yamin: "Benar sekali bung, padahal saya yakin Bahasa Melayu adalah Bahasa yang cocok untuk dijadikan bahasa persatuan. Kalau begitu kita lanjutkan pembahasan di kongres kedua nanti."

Moh Tabrani: "Baiklah, kalau begitu kita akan lanjutkan di kongres kedua di gedung KJB nanti. Keputusan ktelah kita sepakati. Mari kita persiapkan untuk kongres kedua nanti."

Pada 27 Oktober 1928, terlaksanalah kongres kedua di gedung KJB. Soegondo Joyopuspito selaku perwakilan PPPI sekaligus ketua kongres pemuda membuka acara tersebut.

Soegondo Joyopuspito: "Selamat pagi, Assalamualaikum Wr. Wb."

Anggota Kongres: "Waalikumsalam Wr. Wb."

Soegondo Joyopuspito: "Para hadirin, perkenalkan saya ketua PPPI, Soegondo Joyopuspito, terima kasih bagi kalian yang telah hadir dalam kongres kedua pemuda ini.

Pada kongres pertama, kita masih belum menemukan kesepekatan. Kita merupakan bangsa yang terjajah, bangsa yang ingin merdeka, kita butuh persatuan dan kesatuan, tak perlu ditakutkan, kita harus melaksanakan kongres kedua ini.

Para hadirin dan perwakilan daerah, kita semuanya harus bersatu untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Sekian."

Moh Yamin: "Saya setuju bahwa kita harus bersatu demi tercapainya persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia."

Kongres kedua pun dilaksanakan. Kemudian, Moh Yamin menyampaikan pidatonya yang dikenal sebagai Pidato Sumpah Pemuda. Sebelum Moh Yamin menyampaikan pidato, Wage Rudolf Supratman menperdengarkan lagu Indonesia Raya ciptaannya dengan biola tanpa lirik.

Moh Yamin: "Hasil dari keputusan kongres pemuda kali ini telah disepakati oleh para pemuda-pemudi, memutuskan, kami putra-putri Indonesia mengaku berdarah satu, tanah air Indonesia. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bagnsa Indonesia. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia."

Setelah itu, semua anggota Kongres Pemuda Kedua sama-sama menyatakan Sumpah Pemuda secara bersama-sama.

Baca Juga: 3 Pidato Bahasa Inggris tentang Sumpah Pemuda

Naskah Sumpah Pemuda

Ilustrasi naskah drama Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash.com/Leonardus Bima S. Laiyanan

Mengutip museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, berikut isi naskah Sumpah Pemuda yang ditulis Moh Yamin.

Pertama

Kami putra dan putri Indonesia,

mengaku bertumpah darah yang satu,

tanah Indonesia.

Kedua

Kami putra dan putri Indonesia,

mengaku berbangsa yang satu,

bangsa Indonesia.

Ketiga

Kami putra dan putri Indonesia,

menjunjung bahasa persatuan,

bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda memiliki makna yang mendalam bagi warga Indonesia. Disadur dari situs fahum.umsu.ac.id, makna Sumpah Pemuda, yaitu:

  • Menyatukan perjuangan Indonesia.

  • Mendorong semangat juang bagi generasi muda untuk meningkatkan rasa cinta tanah air.

  • Sebagai bukti cinta tanah air.

  • Menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

  • Menekankan kebangaan akan bahasa Indonesia.

  • Ajakan untuk menjaga keutuhan bangsa.

  • Sumpah Pemuda sebagai semangat nasionalisme para pemuda Indonesia.

(NSF)