Contoh Naskah Pidato Tahun Baru Islam 1 Muharram

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
22 Juli 2022 7:59
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi umat Islam yang memperingati tahun baru Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi umat Islam yang memperingati tahun baru Islam. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Tahun baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram. Biasanya, umat Muslim di Indonesia menyambutnya dengan beragam bentuk perayaan, mulai dari berkumpul dengan keluarga, mengadakan lomba, kirab, pengajian akrab, dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Merujuk buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah milik Ida Fitri Shohibah, bulan Muharram merupakan satu di antara empat bulan suci yang ada di Islam (Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab). Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta’ala yang artinya:
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram” (QS. At Taubah : 36).
Bagi masyarakat Jawa, momen ini juga dikenal dengan istilah bulan Suro. Mereka kerap memperingatinya dengan acara pengajian beserta penyampaian pidato keagamaan. Pidato yang disampaikan juga tidak begitu panjang karena dikhawatirkan akan membuat bosan para pendengarnya.
Sebagai referensi, berikut contoh naskah pidato tahun baru Islam singkat namun penuh makna yang dikutip dari beberapa sumber.
ADVERTISEMENT

Contoh Naskah Pidao Tahun Baru Islam

Ilustrasi menyampaikan pidato tahun baru Islam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyampaikan pidato tahun baru Islam. Foto: Pixabay

Contoh 1

Assalamu'alaikum wr.wb
بِسْمِ اللهِ الرّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلىَ اَشْرَفِ اْللأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِناَ وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, اَمَّا بَعْدُ
Pertama-tama marilah kita panjatkan puja puji syukur kita kepada Allah SWT. Selanjutnya shalawat serta salam semoga selalu tercurah dan limpahkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad Saw. Sebentar lagi kita akan memasuki 1 Muharram. Kita sambut kehadirannya sebagai Tahun Baru Hijriyah, sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT. Karena kita masih diberi umur dan kesehatan sehingga kita dapat memasuki tahun baru hijriyah ini dengan selamat dan sejahtera.
Bulan Muharram yang merupakan permulaan tahun Hijriyah ini adalah bulan yang mulia dan terpuji. Rasulullah SAW sendiri menyebutkan bahwa bulan Muharram adalah bulan Allah. Sebab itu, di dalam menyambut tahun baru hijriyah ini marilah kita tingkatkan amal kebaikan kita sesuai dengan arti yang terkandung dalam tahun Hijriyah, yaitu nama tahun di mana Khalifah Umar bin Khattab telah menetapkannya agar seluruh umat Islam senantiasa mengingat peristiwa hijrah Rasul untuk menegakkan agama Islam.
ADVERTISEMENT
Allah SWT berfirman dalam surat Fatir ayat 37 yang berbunyi:
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
Artinya: "Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?"
Ayat di atas memberi pelajaran kepada kita, bahwa setiap orang yang diberi umur panjang hendaknya mau berpikir mengenai apa yang telah diperbuatnya di masa lalu, atau dengan kata lain merenungkan perbuatan yang telah diperbuat. Lalu, dari renungan itu seseorang akan berbenah diri tentang perbuatan yang salah haruslah diubah agar menjadi benar dan yang kurang hendaknya ditambah supaya menjadi sempurna, demikian seterusnya sehingga amalan kita menjadi semakin sempurna.
ADVERTISEMENT
Akhirnya marilah kita senantiasa berdoa agar pada saat memasuki tahun baru hijriyah nanti kita selalu diberi petunjuk menuju jalan yang lurus oleh Allah SWT. Bukan jalan orang-orang yang dimurkai-Nya. Amin ya robbal 'alamin.
Demikian pidato dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan. Wassalamu'alaikum wr. wb

Contoh 2

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Hadirin yang telah hadir di peringatan 1 Muharram yang sedang kita laksanakan, pada kesempatan ini saya bermaksud memberikan sedikit pemahaman kepada kita semua mengenai peristiwa 1 Muharram ini.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia karena agama Islam menjadi agama yang banyak dianut oleh masyarakatnya. Seperti halnya umat agama lain, masyarakat muslim juga memiliki hari-hari peringatan yang kemudian ditetapkan oleh pemerintah menjadi hari libur nasional. Salah satunya adalah hari peringatan 1 Muharram yang merupakan hari pertama dalam tahun baru menurut perhitungan kalender Islam. Tentunya kita sebagai umat Islam harus memahami makna dan asal-usul penetapannya sehingga pengetahuan kita bertambah mengenai apa yang menjadi kebiasaan kita.
ADVERTISEMENT
Peringatan 1 Muharram dilaksanakan menurut perhitungan yang merujuk pada peredaran bulan sebagai acuannya. Tahun Hijriyah yang merupakan sebutan untuk tahun dalam Islam dihitung dengan siklus Sinodik Bulan dimana total hari dalam satu tahunnya adalah 354, 36708 hari atau lebih sedikit dibandingkan dengan 1 tahun dalam kalender Masehi. Penetapan kalender Hijriah dan 1 Muharram dilakukan pada zaman Khalifah Umar Bin Affan. Pada saat itu Khalifah Umar mendapat teguran akibat menulis sebuah surat tanpa adanya angka tahun di dalamnya.
Pada akhirnya Khalifah Umar memutuskan untuk menetapkan tahun di mana terjadinya peristiwa Hijrahnya Rasulullah SAW sebagai tonggak awal penanggalan dalam Islam dan penamaan kalender Islam tersebut. Dalam peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW hanya tahun saja yang digunakan sebagai acuan karena bulan di mana terjadinya peristiwa tersebut bukanlah pada bulan Muharram.
ADVERTISEMENT
Terlepas dari serangkaian peristiwa yang terjadi setelahnya, Hijrah menjadi titik awal kebangkitan Islam sehingga penamaan dalam kalender yang berlaku dalam Islam menempatkan kata Hijriyah di dalamnya. Sudah sepatutnya tahun baru Islam menjadikan kita lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Perlu kita perhatikan bahwa kesadaran dan pemahaman akan hikmah yang terkandung dalam perayaan 1 Muharram seharusnya lebih besar dibandingkan perayaannya itu sendiri. Jangan terjebak pada euforia yang membuat kita lupa kepada Allah SWT.
Akhinya demikianlah yang dapat saya sampaikan. Atas kesalahan yang saya lakukan saya mohon maaf. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Contoh 3

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Yang saya hormati, para hadirin sekalian,
Tibanya 1 Muharram yang merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah sudah semestinya menghadirkan semangat baru pada kita. Didasari peristiwa yang melatarbelakangi penamaan pada tahun tersebut, keteladanan yang sama mesti kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kita ketahui bahwa peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW merupakan kejadian di mana Rasulullah yang pada saat itu berada di Mekkah melakukan perjalanan ke madinah untuk pertama kalinya. Layaknya sesorang yang menempati wilayah baru maka penerimaan masyarakat menjadi hal yang tidak dapat dipastikan.
ADVERTISEMENT
Namun, apa yang terjadi pada Rasulullah SAW merupakan sesuatu yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketika memasuki Madinah Rasulullah SAW disambut dengan penuh kegembiraan oleh hampir seluruh kaum muslimin di Madinah. Hal tersebut menggambarkan betapa Rasulullah SAW menjadi sosok pemimpin yang dicintai karena kesempurnaan akhlaknya, hingga mereka yang belum pernah berjumpa sekalipun turut bergembira dengan kehadiran beliau. Kisah ini menjadi begitu menggetarkan jiwa dan tercatat dalam sejarah sepanjang masa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa sosok Rasulullah SAW merupakan pemimpin yang berakhlak sempurna. Ketika suatu saat Aisyah Radhiyallahu’anha ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW, maka beliau menjawab bahwa akhlak Rasul adalah Alquran yang artinya segala hal berhubungan dengan perilaku dan perkataan Rasul adalah sesuai dengan apa yang ada pada Alquran. Bahkan, Rasulullah SAW pun mendapat julukan sebagai Alquran berjalan. Kesempurnaan akhlak Rasul ini dibuktikan ketika menjadi pemimpin di Madinah di mana Rasulullah SAW menjamin keselamatan kaum kafirin, sehingga mereka dapat hidup dengan aman.
ADVERTISEMENT
Sikap ini mencerminkan akhlak Rasulullah SAW yang senantiasa bersikap adil dan memenuhi janjinya dan secara nyata menggambarkan apa yang ada di dalam Alquran. Keteladan yang Rasul contohkan sudah selayaknya kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang pemimpin, dua sikap tersebut menjadi slah satu kunci yang harus diterapkan agar terciptanya keamanan bagi negeri ini. Adil berarti pemimpin harus memberikan hak menurut kewajibannya pada setiap orang dan tidak memihak ke salah satu sisi. Adapun menepati janji berarti tidak ingkar terhadap janji yang telah diucapkan.
Sebab itulah, mari kita jadikan momen tahun baru Islam 1442 H ini untuk mengevaluasi akhlak yang belum sempurna dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Para hadirin yang dirahmati Allah SWT, cukup sekian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga pidato ini bermanfaat dan mohon maaf jika ada salah kata. Terima kasih, Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.
ADVERTISEMENT
(VIO)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020