Contoh PBL PPG PAI 2024 untuk Analisis Masalah Pembelajaran di Kelas

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PPG PAI 2024 dimulai secara serentak pada Jumat (12/7) lalu. Program ini diikuti oleh 13.409 guru yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
PPG PAI (Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam) sendiri sudah dijalankan sejak 4 tahun lalu. Dalam program ini, Direktorat PAI menjalin sinergi dengan Pemeritah Daerah utuk menciptakan guru yang profesional dan kompeten di tiap sekolah.
PPG PAI pun terus dijalankan dengan skema biaya dari Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Kerja sama ini melibatkan sekitar 48 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) PTKIN di seluruh Indonesia.
Ketika mengikuti PPG PAI, guru akan diminta untuk menyusun bahan ajar berdasarkan metode Problem Based Learning (PBL). Jika butuh referensinya, simak contoh PBL PPG PAI selengkapnya dalam artikel berikut.
Contoh Problem Based Learning PPG PAI 2024
Trianto dalam buku Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (2007) menjelaskan bahwa PBL dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir (thingking) dan mengatasi masalah (problem solving). Sehingga, siswa bisa lebih dewasa dan mandiri.
Sementara di program PPG PAI, PBL diperlukan guru untuk merefleksikan masalah-masalah yang sering dihadapinya di sekolah. Lewat metode ini, guru bisa menganalisis masalah tersebut dan mencari solusinya.
PBL bisa disusun berdasarkan materi ajar tertentu yang sulit dipahami atau kurang diminati oleh siswa. Misalnya soal hafalan Alquran, penjelasan akidah akhlak, dan lain-lain.
Ada 4 aspek pokok yang mesti dianalisis dalam PBL ini, yakni Identifikasi Masalah Pembelajaran, Eksplorasi Penyebab Masalah, Analisis Penyebab Masalah, dan Penetapan Solusi Masalah. Berikut contoh PBL PPG PAI 2024 selengkapnya yang bisa Anda simak:
Analisa Bahan Ajar dengan Metode Problem Based Learning
1. Identifikasi Masalah Pembelajaran
Murid sulit untuk menghafalkan ayat-ayat Alquran ditinjau dari perkembangan fisik, kognifif, emosi, dan sosial.
2. Eksplorasi Penyebab Masalah
Dari sudut pandang fisik:
Kurang aktivitas fisik, guru-guru mayoritas melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Murid kurang aktivitas di luar jam sekolah karena mereka banyak menghabiskan waktu dengan bermain handphone.
Dari sudut pandang emosional:
Beban kognitif yang banyak bisa membuat berkurangnya minat belajar.
Ketidakmampuan murid untuk menghafal bisa menambah kecemasan karena ketika mereka tidak snaggup menghafal bisa menurunkan prestasi akademiknya.
Dari sudut pandang sosial:
Kehidupan murid yang akrab dengan handphone bisa membuat kesenjangan dalam pergaulan.
3. Analisis Penyebab Masalah
Adapun akar masalah di atas bisa terjadi karena adanya tekanan dari orangtua yang menuntut anaknya berprestasi. Kalaupun saat ini tidak ada sistem ranking, tapi masih ada saja sekolah yang menerapkan sistem ranking. Sehingga menimbulkan kecemasan bahkan stress.
Dari sisi guru, masih ada saja yang menyampaikan materi ajar dengan metode ceramah dan monoton. Hal ini dapat menimbulkan kebosanan.
4. Penetapan Solusi Masalah
Melakukan observasi langsung dengan berbaur bersama murid-murid.
Melakukan wawancara terhadap murid-murid secara keseluruhan atau random sampling.
Melakukan refleksi dan analisis dari masalah yang dihadapi.
Baca juga: Piloting PPG Daljab 2024: Pengertian dan Mekanisme Pelaksanaannya
(MSD)
