Konten dari Pengguna

Contoh Pembelajaran Berdiferensiasi di TK untuk Referensi Guru

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Guru Mengajar Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Guru Mengajar Foto: Shutter Stock

Taman Kanak-Kanak (TK) hadir untuk mempersiapkan tumbuh kembang anak agar siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk mendukung tujuan tersebut, pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang banyak diterapkan.

Mengutip buku Pembelajaran Berdiferensiasi yang Kreatif dan Inovatif karya Riyanti Susiloningtyas dkk., pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pengakuan terhadap perbedaan individual antarsiswa. Dengan begitu, proses belajar dapat disesuaikan dengan kesiapan, minat, dan profil belajar masing-masing.

Dalam lingkup taman kanak-kanak, guru dapat menyesuaikan aktivitas, media pembelajaran, maupun cara pendampingan agar seluruh peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Berikut beberapa contoh pembelajaran berdiferensiasi di TK yang dapat diterapkan guru.

Contoh Pembelajaran Berdiferensiasi di TK

Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Foto: Shutter Stock

Pada pembelajaran berdiferensiasi, guru berperan sebagai fasilitator yang menyesuaikan kegiatan belajar dengan kebutuhan, minat, serta kemampuan setiap anak. Penerapannya dilakukan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk, sehingga setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang optimal.

Dikutip dari jurnal Strategi Guru PAUD dalam Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Keberagaman Gaya Belajar Anak Usia Dini karya Siti Fatimah dkk., berikut contoh pembelajaran berdiferensiasi di TK yang dapat diterapkan guru:

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten merupakan strategi pembelajaran yang dilakukan dengan menyesuaikan materi dan media belajar sesuai tingkat perkembangan, kemampuan, serta kebutuhan setiap anak.

Guru dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar agar materi lebih mudah dipahami. Berikut di antaranya:

  • Buku cerita bergambar.

  • Kartu huruf atau kartu angka.

  • Video edukasi.

  • Permainan edukatif sederhana.

  • Alat peraga atau benda konkret yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Sebagai contoh, saat belajar mengenal angka, anak yang sudah mampu berhitung dapat diberikan tantangan menghitung benda dalam jumlah lebih banyak. Sementara itu, anak yang masih belajar mengenal angka dapat menggunakan balok atau kartu angka dengan pendampingan guru.

2. Diferensiasi Proses

Diferensiasi proses memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui cara yang paling sesuai dengan gaya belajarnya. Guru dapat menyediakan berbagai aktivitas, seperti bermain peran, menggambar, bernyanyi, maupun eksperimen sederhana.

Adapun contoh pembelajaran dengan tema hewan, guru dapat menerapkan kegiatan sebagai berikut:

  • Anak yang senang bergerak diajak bermain dengan menirukan gerakan berbagai jenis hewan.

  • Anak yang menyukai aktivitas visual diberi tugas mewarnai atau mengamati gambar hewan.

  • Anak yang senang berinteraksi diajak berdiskusi atau bercerita tentang hewan bersama teman dalam kelompok kecil.

3. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk memberi kebebasan kepada anak untuk menunjukkan pemahamannya melalui berbagai bentuk hasil karya. Dengan demikian, setiap anak dapat mengekspresikan kemampuan dan kreativitasnya sesuai potensi yang dimiliki.

Contohnya, setelah mempelajari tema alam, ada anak yang membuat kolase dari daun kering, ada yang menggambar pemandangan, ada pula yang menceritakan kembali materi di depan kelas.

Guru kemudian menilai hasil belajar berdasarkan perkembangan dan kemampuan masing-masing anak, bukan membandingkan satu anak dengan anak lainnya.

Baca Juga: 6 Ide Kegiatan Seru dan Edukatif untuk Anak TK

(ANB)