Konten dari Pengguna

Contoh Pembukaan Khutbah Jumat yang Dapat Dijadikan Referensi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khutbah, Sumber: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Khutbah, Sumber: Flickr

Setiap hari Jumat, setiap laki-laki Muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah shalat Jumat. Dalam pelaksanaan shalat Jumat, umat Muslim akan mendengarkan khutbah Jumat terlebih dahulu yang dibawakan seorang khotib.

Mengutip dari buku Ringkasan Shahih Muslim oleh Zaki Al-din, umat Muslim yang mendengarkan khutbah sampai selesai dan mengerjakan shalat Jumat setelahnya, dosa-dosanya yang telah diperbuat akan diampuni.

Bagi khotib yang bertugas untuk menyampaikan khutbah juga harus mengetahui rukun-rukunnya. Khutbah harus diawali dengan bacaan hamdalah, membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW, dan dilanjutkan dengan membaca ayat-ayat Allah.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits. “Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan manusia dengan mengucapkan hamdalah dan memuji Allah.” (HR Abu Daud)

Jadi, sudah sepatutnya seorang khotib menghafal bacaan-bacaan pembukaan khutbah Jumat. Bagi yang belum tahu, berikut adalah contoh pembukaan khutbah Jumat berjudul “Meneladani Sikap Nabi terhadap Wabah” yang dikutip dari laman NU Online.

Shalat Jumat, Sumber: Flickr

Contoh Pembukaan Khutbah Jumat

Alhamdulillahi robbil ‘alamin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi-u mazidahu

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ (التوبة: ٥١)

Jamaah sidang khutbah Jumat hafidhakumullah, Pada kesempatan yang penuh berkah ini, khatib mengingatkan diri sendiri dan hadirin sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt; menjalankan seluruh perintah dan menghindari seluruh larangan-Nya; juga senantiasa berusaha menghadirkan Allah dalam tiap kesadaran dan gerak-gerik kita.

Jamaah sidang khutbah Jumat yang semoga dirahmati Allah,

Banyak jalan bagaimana musibah itu hadir di tengah-tengah manusia, termasuk wabah virus Corona sebagaimana yang kita alami sekarang ini. Sebagian peneliti menilai, SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 muncul akibat tindakan semena-mena manusia terhadap satwa liar (kelelawar). Satwa liar memang dikenal menjadi sumber penyakit menular baru.

Namun demikian, bagaimanapun saat peristiwa ini telah terjadi, kita mesti meyakininya sebagai bagian dari ketentuan Allah atas kehidupan ini. Selebihnya, kita perlu introspeksi (muhasabah) atas berbagai perilaku salah kita. Al-Qur'an surat at-Taubah ayat 51 mengingatkan:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَاۚ هُوَ مَوْلٰىنَا وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ (التوبة:٥١)

Artinya: Katakanlah (Muhammad), 'Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.

(ADB)