Contoh Penulisan Kata Pun sebagai Partikel dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut kaidah penulisan bahasa Indonesia, kata pun termasuk ke dalam jenis partikel atau kata tugas. Secara semantic (makna kata), partikel tidak memiliki makna atau hanya digunakan secara gramatikal.
Menukil buku Bijak Berbahasa Indonesia Teori dan Aplikasi, partikel dalam bahasa Indonesia terdiri dari -kah, -lah, -pun, -tah, dan -per. Partikel dapat mempunyai makna apabila digunakan dalam kalimat atau pada kata yang belum memiliki arti jika berdiri sendiri.
Selain itu, partikel tidak dapat diturunkan ke dalam bentuk kata lain dan memiliki peran dalam membentuk frasa atau kalimat. Penggunaan partikel dalam kalimat amat penting untuk dipelajari. Sebab, masih banyak orang yang salah dalam menentukan partikel dipisah atau disambung dengan kata.
Contoh Penulisan Kata Pun
Penulisan kata pun penting untuk dipelajari, karena sering ditemukan kesalahan dalam penulisannya. Berikut contoh penulisan kata pun yang benar, dikutip dari buku Kitab Bahasa Indonesia oleh Agus Wiyanto.
1. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Contohnya:
Jika engkau berani, maka saya pun berani.
Hari libur pun mereka tetap belajar.
Mengurus diri sendiri pun masih perlu bantuan.
2. Partikel pun ditulis serangkai, yakni pada kata yang sudah dianggap padu. Hanya ada 12 kata rangkaian pun, yaitu andaipun, adapun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, maupun, meskipun, kendatipun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun.
Contohnya:
Baik siswa maupun guru harus memakai dasi hitam.
Walaupun tidak diundang, Toni tetap akan datang.
Andi tetap berangkat sekolah meskipun hujan turun.
Partikel dalam Bahasa Indonesia
Partikel merupakan kata tugas yang berfungsi sebagai pembatas makna benda (nomina). Berikut partikel dalam bahasa Indonesia yang dijelaskan dalam buku Berfikir Cerdas dengan Bahasa Indonesia karya Rahma Barokah T.J.
1. Penulisan partikel -pun
Partikel -pun digunakan dalam kalimat deklaratif. Penulisannya dipisah dari kata yang yang diikutinya. Kaidah penulisannya sebagai berikut:
Pun sebagai penegas arti kata sebelumnya. Contohnya, “Mereka pun akhirnya setuju dengan usulan tersebut.”
Pun digunakan bersama -lah untuk menandakan perbuatan atau proses yang mulai berlaku. Contohnya, “Hujan pun turunlah dengan derasnya.”
2. Partikel -tah
Partikel -tah digunakan dalam kalimat interogatif, namun penanya tidak memerlukan jawaban. Biasanya digunakan dalam sastra lama. Contohnya: “Siapatah gerangan orang yang mau menolongku?”
3. Partikel -lah
Partikel -lah digunakan dalam kalimat imperatif atau deklaratif. Penggunaan partikel -lah adalah sebagai berikut:
Pada kalimat imperatif untuk memperhalus nada perintah. Contohnya, “Pergilah sekarang sebelum hujan turun!”
Pada kalimat deklaratif untuk memberikan ketegasan yang lebih keras. Contohnya, “Dari ceritamu, jelaslah kamu yang salah.”
4. Partikel -kah
Partikel -kah biasa digunakan sebagai penegas kalimat interogatif. Penggunaan partikel -kah adalah sebagai berikut:
Berguna untuk mengubah kalimat deklaratif menjadi interogatif. Contohnya, “Hari inikah pekerjaan itu harus selesai?”
Membuat kalimat lebih formal dan halus dalam kalimat interogatif. Contohnya, “Apakah ayahmu sudah datang?”
Memperjelas kalimat interogatif, jika tidak disertai kata tanya. Contohnya, “Akan datangkah dia nanti malam?”
(DND)
