Konten dari Pengguna

Contoh Perdagangan Internasional dan Penjelasannya dalam Ilmu Ekonomi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekspor cangkang sawit. Foto: Akbar Tado/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekspor cangkang sawit. Foto: Akbar Tado/Antara Foto

Perdagangan Internasional adalah kegiatan transaksi jual-beli barang dan jasa antarnegara. Perdagangan ini dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.

Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Mengutip buku Ekonomi 2 untuk SMA/MA Kelas XI oleh Agus Mahfudz, dkk., perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Ada banyak contoh perdagangan internasional yang terjadi secara global. Apa saja? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Perdagangan Internasional dan Contohnya

Contoh perdagangan internasional dapat dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya. Mengutip buku Modul Ekonomi SMA Kelas XI oleh Sri Nur Mulyati, berikut jenis-jenis perdagangan internasional dan contohnya yang bisa Anda simk:

Mobil-mobil yang akan diekspor dimasukkan ke kapal kargo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Foto: Wendiyanto/kumparan

1. Ekspor

Ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri. Contohnya, ketika Indonesia melakukan ekspor pakaian ke Amerika Serikat. Itu artinya Indonesia menjadi negara yang melakukan penjualan pakaian. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam melakukan ekspor, yitu ekspor Biasa dan ekspor tanpa L/C.

Perbedaan dari keduanya terletak di penggunaan letter of credit sebagai alat pembayaran. Ekspor biasa adalah penjualan ke luar negeri dengan segala ketentuan yang berlaku, yang kemudian ditujukan ke pembeli menggunakan L/C. Sementara Ekspor Tanpa L/C bisa terjadi jika mendapat izin khusus dari departemen perdagangan.

2. Impor

Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri. Impor ini kebalikan dari ekspor. Artinya, jika Amerika Serikat membeli kelapa sawit dari Indonesia, dapat dikatakan bahwa Amerika Serikat melakukan impor kelapa sawit.

3. Barter

Merupakan transaksi dengan saling menukarkan barang satu sama lain. Barter dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan nilai suatu barang, untuk kemudian dibayar kembali dengan barang yang memiliki nilai yang sesuai dan disepakati. Contohnya Indonesia menukar pesawat dengan beras ketan Thailand dan pepsi ditukar dengan kapal perang Uni Soviet.

Ilustrasi beras impor. Foto: Shutterstock

4. Konsinyasi (Consignment)

Transaksi dengan sistem “menitipkan barang” disebut dengan konsinyasi. Dalam lingkup internasional, barang-barang yang mau dijual “dititipkan” di pasar internasional dulu menunggu adanya pembeli. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara dilelang.

Contoh perdagangan konsinyasi adalah bisnis action figure. Saat ini, bisnis action figure hanya dikuasai oleh 5 perusahaan berbeda, yakni Mattel, Namco Bandai, Lego, Hasbro dan Jakks Pacific. Tidak semua mainan ini bisa ditemukan di Indonesia sehingga para kolektor harus mencarinya hingga ke luar negeri.

5. Package Deal

Merupakan kegiatan perdagangan internasional yang berguna untuk memperluas pasar suatu produk. Sistem ini dilakukan dengan cara membuat perjanjian dagang (trade agreement) dengan suatu negara. Isi perjanjian tersebut berupa ketetapan jumlah barang yang akan diekspor ke negera lain atau diimpor ke negara tertentu

6. Border Crossing

Border Crossing adalah perdagangan yang terjadi di negara yang saling berbatasan dan berdasarkan perjanjian tertentu. Tujuan perdagangan ini adalah untuk memudahkan penduduk yang berada di negara perbatasan agar lebih mudah dalam berbelanja.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan perdagangan internasional?

chevron-down

Perdagangan Internasional adalah kegiatan transaksi jual-beli barang dan jasa antarnegara. Perdagangan ini dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Apa yang dimaksud dengan impor?

chevron-down

Ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri. Contohnya, ketika Indonesia melakukan ekspor pakaian ke Amerika Serikat.

Apa keuntungan dari perdagangan internasional?

chevron-down

Perdagangan internasional pun turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.