Contoh Puisi tentang Maulid Nabi untuk Meneladani Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maulid Nabi merupakan peringatan hari besar agama Islam yang jatuh pada 12 Rabi’ul Awal. Perayaan Maulid Nabi biasanya diperingati dengan memanjatkan doa, bersholawat, mengadakan pengajian, bersedekah, menggelar lomba keagamaan, dan lain sebagainya.
Salah satu lomba yang biasa digelar untuk memperingati Maulid Nabi adalah baca puisi. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk memuji dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW.
Dikutip dari buku Seni Mengenal Puisi karangan Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, puisi adalah suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan hati penyair. Puisi disusun dengan bahasa yang indah serta padat akan makna.
Gelaran lomba puisi tentang Maulid Nabi bertujuan untuk meneladani sikap Rasulullah SAW. Melalui puisi, kisah-kisah hidup Rasulullah SAW dirangkum dengan syair-syair indah puisi yang sarat akan makna.
Contoh Puisi tentang Maulid Nabi
Puisi tentang Maulid Nabi sebaiknya dibuat dengan rasa bangga dan penuh kasih sayang akan sosok Nabi Muhammad SAW. Puisi yang dibuat dengan penuh perasaan akan lebih menyentuh ketika dibaca.
Berikut contoh puisi yang dapat dijadikan sumber inspirasi dikutip dari buku Tarian Pena (Antologi Puisi) karangan Muthi’ Ahmad dan Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta karangan Siswa-Siswi SMA An-Nuriyyah Bumiayu Tahun 2021-2022.
Puisi Maulid Nabi karanga Muthi’ Ahmad
Gelapnya malam yang begitu mencekam
Seakan membuat lentera menjadi padan
Hati yang tidak karuan…
Ingin sekali mendapati sebuah siraman
Siraman ruhani…
Membuat hati ini menjadi suci
Bagaikan gelas guci..
Yang penuh dengan intan yang murni
Perbedaan adalah suatu rahmat
Di balik itu terdapat beribu nikmat
Tanpa mengedepankan sikap sok taat
Dengan hujaah yang diplomat
Adalah merupakan implementasi kemantapan i’tiqad
Atas diberikannya limpahan rahmat
Bukannya kok dianggap sesat…
Puisi Muhammad SAW karangan Bilqis Sakilatul Mawaddah
Muhammad sang peneduh jiwa
Terdengar tangisan bahagia
Angin yang berhembus selembut sutra
Terasa hangat pelukan sang Ibunda
Menyambut lahirnya seorang bayi istimewa
Bagai butir mutiara penyejuk jiwa
Sang Muhammad bin Abdullah
Dengan kekurangannya yang tak bisa menulis dan membaca
Menuntunnya dalam takdir Allah SWT
Ketika dalam kesunyiannya di Gua Hiro, mendapatkan wahyu pertamanya
Dakwah yang sulit diterima masyarakat
Godaan-godaan dan siksaan tak bisa dihindarkan
Ketika perang tanpa henti membela Islam
Yang harus diteladani umatnya hingga sekarang
Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad
Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu untuk selalu dikenang umatmu
Hingga hari akhir nanti tiba
Wahai Rasulku, Nabiku, dan Junjunganku
Selamatkanlah kami hambamu yang hina ini dengan syafaatmu
Wahai sang peneduh jiwaku…
(DND)
