Konten dari Pengguna

Contoh Puisi tentang Maulid Nabi untuk Meneladani Rasulullah SAW

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi tentang Maulid Nabi. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi tentang Maulid Nabi. Foto: pixabay.com

Maulid Nabi merupakan peringatan hari besar agama Islam yang jatuh pada 12 Rabi’ul Awal. Perayaan Maulid Nabi biasanya diperingati dengan memanjatkan doa, bersholawat, mengadakan pengajian, bersedekah, menggelar lomba keagamaan, dan lain sebagainya.

Salah satu lomba yang biasa digelar untuk memperingati Maulid Nabi adalah baca puisi. Ini bisa menjadi salah satu cara untuk memuji dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari buku Seni Mengenal Puisi karangan Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, puisi adalah suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan hati penyair. Puisi disusun dengan bahasa yang indah serta padat akan makna.

Gelaran lomba puisi tentang Maulid Nabi bertujuan untuk meneladani sikap Rasulullah SAW. Melalui puisi, kisah-kisah hidup Rasulullah SAW dirangkum dengan syair-syair indah puisi yang sarat akan makna.

Ilustrasi Puisi tentang Maulid Nabi. Foto: freepik.com

Contoh Puisi tentang Maulid Nabi

Puisi tentang Maulid Nabi sebaiknya dibuat dengan rasa bangga dan penuh kasih sayang akan sosok Nabi Muhammad SAW. Puisi yang dibuat dengan penuh perasaan akan lebih menyentuh ketika dibaca.

Berikut contoh puisi yang dapat dijadikan sumber inspirasi dikutip dari buku Tarian Pena (Antologi Puisi) karangan Muthi’ Ahmad dan Antologi Puisi Skenario Kuasa Sang Pencipta karangan Siswa-Siswi SMA An-Nuriyyah Bumiayu Tahun 2021-2022.

  • Puisi Maulid Nabi karanga Muthi’ Ahmad

Gelapnya malam yang begitu mencekam

Seakan membuat lentera menjadi padan

Hati yang tidak karuan…

Ingin sekali mendapati sebuah siraman

Siraman ruhani…

Membuat hati ini menjadi suci

Bagaikan gelas guci..

Yang penuh dengan intan yang murni

Perbedaan adalah suatu rahmat

Di balik itu terdapat beribu nikmat

Tanpa mengedepankan sikap sok taat

Dengan hujaah yang diplomat

Adalah merupakan implementasi kemantapan i’tiqad

Atas diberikannya limpahan rahmat

Bukannya kok dianggap sesat…

Ilustrasi Puisi tentang Maulid Nabi. Foto: freepik.com
  • Puisi Muhammad SAW karangan Bilqis Sakilatul Mawaddah

Muhammad sang peneduh jiwa

Terdengar tangisan bahagia

Angin yang berhembus selembut sutra

Terasa hangat pelukan sang Ibunda

Menyambut lahirnya seorang bayi istimewa

Bagai butir mutiara penyejuk jiwa

Sang Muhammad bin Abdullah

Dengan kekurangannya yang tak bisa menulis dan membaca

Menuntunnya dalam takdir Allah SWT

Ketika dalam kesunyiannya di Gua Hiro, mendapatkan wahyu pertamanya

Dakwah yang sulit diterima masyarakat

Godaan-godaan dan siksaan tak bisa dihindarkan

Ketika perang tanpa henti membela Islam

Yang harus diteladani umatnya hingga sekarang

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad

Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu untuk selalu dikenang umatmu

Hingga hari akhir nanti tiba

Wahai Rasulku, Nabiku, dan Junjunganku

Selamatkanlah kami hambamu yang hina ini dengan syafaatmu

Wahai sang peneduh jiwaku…

(DND)