Contoh Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS dan Format Penyusunannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil atau Latsar CPNS adalah tahap penting yang wajib diikuti setiap CPNS sebelum resmi menjalankan tugas di instansi pemerintah. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter, memperkuat kompetensi, serta menanamkan nilai-nilai ASN agar siap bekerja sesuai peran dan tanggung jawabnya.
Salah satu bagian penting dari pelatihan ini adalah penyusunan laporan aktualisasi. Laporan ini dibutuhkan untuk menerapkan materi pelatihan ke dalam praktik kerja nyata.
Topik atau isu yang diangkat dalam rancangan aktualisasi disesuaikan dengan permasalahan yang ada di instansi terkait. Sebagai petunjuk, simak contoh rancangan aktualisasi Latsar CPNS berikut ini!
Format Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS
Menurut Bagas Yulistyati Setyawan dalam bukunya Alur Pikir Aktualisasi (2022:1), Latsar CPNS meliputi pembekalan mengenai konsep aktualisasi, tahapan penyusunan dan penyajian rancangan, pelaksanaan aktualisasi, hingga penyajian hasil.
Pelatihan ini diselenggarakan secara terstruktur dan terintegrasi, mencakup metode klasikal (pembelajaran di kelas) serta nonklasikal (praktik di lapangan). Tujuannya adalah memastikan CPNS memiliki pemahaman yang sejalan dengan kompetensi sosial kultural dan bidang yang mereka pilih.
Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan, setiap CPNS wajib membuat laporan aktualisasi. Dokumen ini memuat rencana penerapan nilai dasar ASN dan kompetensi teknis ke dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Laporan aktualisasi perlu disusun secara sistematis sesuai format yang ditentukan. Berikut format laporan berdasarkan Petunjuk Penyusunan Rancangan dan Laporan Aktualisasi CPNS BPSDM Sumatera Utara:
Bagian Awal
Cover
Daftar Isi
Lembar Persetujuan Laporan Aktualisasi
Berita Acara Seminar Laporan Aktualisasi
Kata Pengantar
Daftar Tabel, Gambar, dan Lampiran
BAB I: Pendahuluan
Latar Belakang
Tupoksi Organisasi
Tujuan
Manfaat
BAB II: Identifikasi dan Analisis Isu
Identifikasi Isu
Analisis Isu dan Penetapan Isu Terpilih (core isu)
Dampak Isu Terpilih
Role Model
BAB III: Strategi Penyelesaian Isu Terpilih
Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif
Relevansi Rencana Kegiatan dengan Nilai-Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK)
Keterkaitan dengan Peran PNS dalam NKRI menuju SMART Governance
Rancangan Aktualisasi
Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi
BAB IV: Aktualisasi, Habituasi, dan Penguatan Kompetensi Teknis
Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi
Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas
Manfaat Aktualisasi
Hambatan dan Strategi Mengatasi
Perubahan Isu Sebelum dan Sesudah Aktualisasi
BAB V: Penutup
Simpulan
Rekomendasi
Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Lampiran
Baca juga: Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS, Ini Petunjuk Penyusunannya
Contoh Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh rancangan aktualisasi Latsar CPNS yang pernah dibuat peserta sebelumnya:
Contoh 1: Optimalisasi Pengelolaan Arsip di Pengadilan Agama Nabire
Contoh laporan berjudul Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil pada Pengadilan Agama Nabire oleh Galang Rambu Anarqi Familu, A.Md (2021) mengangkat isu belum optimalnya pengelolaan arsip dinamis aktif (tekstual) di Sub Bagian Umum Kesekretariatan Pengadilan Agama Nabire.
Isu tersebut dipilih karena arsip memiliki peran vital sebagai pusat ingatan, sumber informasi, serta media pengawasan dalam proses perencanaan, analisis, hingga pertanggungjawaban kerja. Solusi yang ditawarkan meliputi:
Menyediakan fasilitas pengelolaan arsip dinamis aktif (map folder, guide, dan out indikator).
Melaksanakan pengelolaan arsip sesuai peraturan dan perundang-undangan.
Membuat panduan singkat pengelolaan arsip untuk petugas.
Membuat panduan peminjaman dan pengembalian arsip.
Membuat video kampanye kesadaran pentingnya arsip.
Contoh 2: Pengelolaan Bahan Makanan dengan Metode FIFO
Contoh lain ditulis oleh Aldo Reskia Putra (2019) yang membahas isu kerusakan bahan makanan basah di instalasi gizi akibat penyimpanan yang kurang tepat. Bahan yang rusak sering tercampur dengan bahan baru sehingga menyebabkan kerugian, baik dari sisi anggaran maupun waktu.
Solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode FIFO (First In, First Out) dengan langkah-langkah:
Menyusun draft SOP penyimpanan bahan makanan berbasis FIFO.
Membuat kartu stok dan pelabelan tanggal kedaluwarsa.
Menata ulang bahan makanan sesuai prinsip FIFO.
Melakukan sosialisasi metode penyimpanan FIFO kepada juru masak.
Dengan memahami format penulisan dan meninjau contoh yang ada, CPNS dapat menyusun laporan aktualisasi yang lebih sistematis dan bermanfaat bagi instansi tempatnya bertugas.
(SLT)
