Contoh Sikap Sila Keempat Pancasila di Lingkungan Keluarga

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi. Hal tersebut turut tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara, tepatnya pada sila keempat yang berbunyi, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.”
Sila keempat ini memuat nilai pokok kerakyatan, di mana rakyat berperan sebagai pemilik dan pemegang kedaulatan negara. Warga negara Indonesia harus menjunjung tinggi hasil keputusan musyawarah dan harus bertanggung jawab melaksanakan setiap keputusan tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila seperti dikutip dari Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SD/M Kelas V yang disusun oleh Tim Tunas Karya Guru (2017):
Warga negara Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Keputusan yang menyangkut kepentingan bersama harus diambil dengan bermusyawarah secara mufakat dan kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi hasil keputusan musyawarah dan melaksanakannya dengan baik serta penuh tanggung jawab.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur, mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak memaksakan kehendak.
Keputusan yang diambil juga harus dipertanggungjawabkan secara moral, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila keempat dilambangkan dengan kepala banteng. Banteng merupakan binatang yang suka berkumpul, sama seperti manusia yang mengambil keputusan secara musyawarah, kekeluargaan, dan gotong royong.
Contoh Sikap Sila Keempat Pancasila di Lingkungan Keluarga
Rakyat Indonesia sudah sepatutnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila, tak terkecuali sila keempat. Pengamalan sila keempat ini dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
Adapun contoh sikap sila keempat dalam lingkungan keluarga yang dapat diterapkan sehari-hari antara lain:
Menyelesaikan setiap masalah dalam keluarga melalui musyawarah.
Baik anak maupun orangtua mau menerima dan mempertimbangkan pendapat satu sama lain.
Tidak memaksakan kehendak kepada sesama anggota keluarga.
Mendengarkan dan mematuhi nasihat orangtua.
Menerima dan menghargai keputusan yang telah diambil dari hasil musyawarah.
Setiap anggota keluarga harus bertanggung jawab melaksanakan keputusan hasil musyawarah.
Mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.
(ADS)
