Contoh Sintak Model Pembelajaran PBL dalam Modul Ajar

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif memecahkan masalah. Fokus utamanya bukan pada hafalan, melainkan pada penyelesaian masalah nyata yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Namun sebelum menerapkan metode PBL, guru perlu memperhatikan beberapa hal penting, salah satunya yaitu sintak pembelajaran. Sintak ini merujuk pada tahapan atau langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menerapkan metode tersebut.
Pemahaman terhadap sintak PBL sangat penting agar pendidik dapat menerapkannya secara tepat kepada peserta didik. Lalu, seperti apa contoh sintak model pembelajaran PBL yang biasa digunakan dalam modul ajar? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Contoh Sintak PBL dalam Modul Ajar
Dikutip dari buku Pembelajaran Menulis dengan Model Kolaborasi, sintak merupakan langkah-langkah atau urutan kegiatan dalam proses pembelajaran. Setiap model memiliki sintak yang berbeda-beda, disesuaikan dengan pendekatan dan tujuannya masing-masing.
Menyadur dari jurnal Analisis Penerapan Sintaks Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kelas X, berikut ini contoh sintak PBL dalam modul ajar yang perlu diketahui.
1. Orientasi Peserta Didik Pada Masalah
Peserta didik diberikan suatu permasalahan yang relevan dengan konteks kehidupan nyata. Masalah ini harus terbuka dan menantang untuk mendorong pemikiran kritis peserta didik. Dalam hal ini, guru memiliki peran untuk:
Memperkenalkan masalah yang akan dipelajari oleh peserta didik.
Membantu peserta didik memahami masalah serta mengidentifikasi aspek-aspek penting dari permasalahan tersebut.
Memberikan motivasi agar peserta didik terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah.
2. Mengorganisasikan Peserta Didik
Pada tahap ini, guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi apa saja yang sudah mereka ketahui, apa yang perlu dipelajari, serta bagaimana cara mempelajarinya. Adapun peran guru adalah:
Membantu peserta didik membentuk kelompok belajar.
Membimbing peserta didik dalam merumuskan tujuan belajar serta menyusun rencana pembelajaran yang akan mereka jalankan.
Menyediakan sumber belajar yang relevan dan mendukung proses pencarian informasi oleh peserta didik.
3. Membimbing Peserta Didik Secara Individu Maupun Kelompok
Di tahap ini, peserta didik dibimbing oleh guru untuk mengumpulkan data dan informasi, baik berupa pengetahuan, konsep, maupun teori, dengan berbagai metode. Peran guru pada tahap ini antara lain:
Memberikan bimbingan kepada peserta didik selama mereka melakukan penyelidikan untuk memecahkan masalah.
Mendorong peserta didik menggunakan berbagai sumber belajar dan metode penelitian yang sesuai.
Membantu peserta didik dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan mereka.
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
Guru membimbing peserta didik untuk menentukan solusi terbaik dari berbagai alternatif yang telah ditemukan. Selanjutnya, peserta didik menyusun laporan hasil penyelesaian masalah menggunakan PowerPoint. Peran guru meliputi:
Membantu peserta didik mengembangkan produk atau solusi yang dihasilkan dari pemecahan masalah.
Mendorong peserta didik menyajikan hasil belajar mereka secara kreatif dan menarik kepada orang lain.
Memberikan umpan balik konstruktif atas hasil kerja dan presentasi peserta didik.
5. Menganalisa dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
Guru memfasilitasi peserta didik dalam melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah yang telah mereka jalani. Dalam proses ini, guru berperan sebagai berikut:
Membantu peserta didik menganalisis dan mengevaluasi langkah-langkah pemecahan masalah yang telah dilakukan.
Mendorong peserta didik mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka selama proses pemecahan masalah.
Membimbing peserta didik mengembangkan strategi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah di masa depan.
Baca juga: Alasan Mengikuti PPG Prajabatan yang Perlu Diketahui Calon Guru
(RK)
