Contoh Studi Kasus PPG PAI 2025 tentang LKPD

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) merupakan tahap akhir dalam program PPG. UKMPPG PPG Kemenag 2025 batch 3 dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Oktober 2025, sedangkan untuk batch 4 belum diketahui.
Dalam tahap tersebut, guru akan diminta menulis studi kasus sepanjang 500 kata. Salah satu tema yang muncul adalah tentang penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam proses pembelajaran.
Guru peserta PPG PAI Kemenag 2025 diminta menulis studi kasus LKPD berdasarkan pengalaman nyata di kelas. Bagi yang masih kebingungan, berikut contoh studi kasus PPG PAI 2025 tentang LKPD yang bisa dijadikan referensi.
Studi Kasus PPG PAI 2025 tentang LKPD
Mengutip Kemenikdasmen, ada empat tema utama yang diangkat dalam studi kasus UKMPPG PPG 2025, yaitu penggunaan media, LKPD, strategi pembelajaran, dan penilaian. LKPD sendiri merupakan sarana bagi siswa untuk memahami materi sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis.
Pada praktiknya, banyak guru masih menghadapi kendala seperti LKPD yang terlalu padat, berisi soal hafalan, serta tidak disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Akibatnya, pembelajaran aktif dan berorientasi keterampilan berpikir tidak berjalan optimal. Untuk mengevaluasinya, guru peserta PPG PAI Kemenag 2025 diminta menjawab empat pertanyaan utama seputar LKPD, yakni:
Permasalahan apa yang pernah Anda hadapi?
Bagaimana upaya Anda untuk menyelesaikannya?
Apa hasil dari upaya Anda tersebut?
Pengalaman berharga apa yang bisa Anda petik ketika menyelesaikan permasalahan tersebut?
Contoh Studi Kasus PPG PAI 2025 tentang LKPD
Contoh studi kasus PPG PAI 2025 tentang LKPD di bawah ini bisa menjadi acuan guru dalam mengerjakan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG). Berikut referensinya yang dirangkum dari dokumen Studi Kasus PPG PAI 2025, Rany Nur (2025):
1. Mengidentifikasi Masalah Nyata di Kelas
Selama kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV, saya menemukan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami isi LKPD yang diberikan. Lembar kerja berisi terlalu banyak teks dan monoton sehingga kurang mendorong siswa untuk berpikir secara mandiri.
Hasil evaluasi menunjukkan hanya sekitar 35% siswa yang mampu menyelesaikan tugas dalam LKPD tanpa bantuan tambahan dari guru. Wawancara dengan beberapa siswa mengungkapkan bahwa mereka sering merasa bosan dan tidak memahami maksud instruksi dalam LKPD.
Guru pengampu pun menyadari bahwa lembar kerja tersebut belum disesuaikan dengan karakteristik anak-anak yang cenderung visual dan suka belajar melalui aktivitas.
2. Upaya Penyelesaian Berbasis Pembelajaran Aktif
Untuk mengatasi masalah tersebut, saya melakukan revisi dan penyusunan ulang LKPD dengan menerapkan prinsip pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain menggunakan bahasa yang lebih sederhana, menambahkan elemen visual seperti gambar dan tabel. Serta menyisipkan aktivitas kolaboratif seperti permainan peran, pembuatan mini-poster, dan diskusi kelompok kecil.
3. Mendeskripsikan Hasil dan Pengukuran Keberhasilan
Setelah menggunakan LKPD yang telah direvisi, terjadi peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Sebanyak 85% siswa mampu menyelesaikan tugas dengan benar dan mandiri, meningkat tajam dari sebelumnya yang hanya 35%.
Selama proses pembelajaran, siswa terlihat lebih antusias, aktif berdiskusi, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi.
Selain itu, hasil kuesioner sederhana menunjukkan bahwa 90% siswa menyukai LKPD baru karena dinilai “lebih mudah dipahami” dan “menyenangkan karena banyak gambar dan permainan”. Guru pengampu juga menyatakan bahwa LKPD versi baru ini meningkatkan rasa mandiri dan motivasi belajar siswa.
Baca juga: 15 Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 12 beserta Kunci Jawabannya
4. Refleksi dan Pembelajaran yang Didapat
Saya menyadari bahwa selain memuat materi, LKPD juga harus mampu mengajak siswa berpikir, merasa, dan bertindak aktif. LKPD yang dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik siswa terbukti dapat meningkatkan pemahaman serta keterlibatan mereka dalam pembelajaran di kelas.
Dengan kata lain, guru perlu secara rutin mengevaluasi serta menyesuaikan LKPD agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa.
(SLT)
