Konten dari Pengguna

Contoh Surat Kuasa dan Bagian-bagian Penting di Dalamnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh surat kuasa. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh surat kuasa. Foto: pixabay

Surat kuasa adalah surat yang berisi penyerahan wewenang dari satu pihak ke pihak lainnya yang diberikan kepercayaan. Surat kuasa biasanya dibuat karena pihak pemberi kuasa tidak dapat melakukan urusannya sendiri.

Surat kuasa dibagi menjadi dua jenis, yaitu formal dan nonformal. Keduanya dapat digunakan dan disesuaikan berdasarkan situasinya masing-masing.

Agar lebih memahaminya, berikut contoh surat kuasa lengkap dengan cara membuatnya.

Surat Kuasa

Mengutip buku Panduan Lengkap Membuat Surat-surat Kuasa karya Frans Satrio Wicaksono,SH., dalam pembuatan surat kuasa pidana dan perdata, ada bagian-bagian yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Judul

Judul dalam surat kuasa umumnya menyantumkan kata “Surat Kuasa” itu sendiri. Misalnya Surat Kuasa Membebankan Hak dan Tanggungan, Surat Kuasa Pengambilan BPKB.

  1. Kalimat Pembuka

Kalimat pembuka surat kuasa umumnya berisikan kalimat “Yang bertanda tangan di bawah ini:” atau bisa juga didahului waktu dan tempat dibuatnya surat kuasa, kemudian dilanjutkan kalimat “Yang bertanda tangan di bawah ini:”.

  1. Identitas Pemberi dan Penerima Kuasa

Identitas pemberi dan penerima kuasa adalah rincian informasi yang meliputi nama, umur, pekerjaan, alamat, dan nomor kartu identitas yang dimiliki dan masih berlaku. Jika pemberi atau penerima kuasa adalah badan hukum, maka identitasnya disesuaikan dengan anggaran dasar yang berlaku di badan hukum tersebut.

  1. Pemberian Sifat Kuasa

Di bagian ini, sifat dari kuasa dijelaskan dalam isi surat. Adapun sifatnya dibedakan menjadi dua, yaitu umum dan khusus. Sifat pemberian kuasa tidak boleh dilupakan. Sebab hal ini sangat penting dilakukan guna meminimalisir penyalahgunaan kekuasaan oleh penerima kuasa.

Ilustrasi contoh surat kuasa. Foto: pixabay
  1. Perbuatan yang Dikuasakan

Bagian ini merupakan inti dari surat kuasa yang berisi perbuatan yang dikuasakan pemberi kuasa kepada penerima kuasa. Perbuatan harus dirincikan waktunya, bagaimana perbuatan tersebut dapat dilakukan, kepada siapa mengurusnya, dan bagaimana spesifikasi perbuatannya.

  1. Klausul Hak Retensi

Dalam surat kuasa biasanya dicantumkan juga klausul hak retensi, yaitu hak bagi penerima kuasa untuk menahan benda yang ada di tangan penerima kuasa sampai piutang atau urusan diselesaikan oleh pemberi kuasa. Klausul hak retensi bisa dituliskan dengan kalimat “kuasa ini diberikan dengan hak retensi”.

  1. Pemberian Hak Substitusi

Pemberian kuasa dapat dilimpahkan dengan menggunakan surat kuasa hak substitusi. Ini bisa dilakukan dengan menuliskan kalimat “kuasa ini diberikan dengan hak substitusi”.

  1. Penutup

Kalimat penutup surat kuasa biasanya berisikan pesan terakhir sebelum pelaksanaan kuasa atau waktu pembuatannya. Contoh:

“Demikian surat kuasa ini diberikan untuk dikerjakan dengan itikad baik dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya”

  1. Pembubuhan Materai

Fungsi materai bukan sebagai pengesah surat kuasa, melainkan sebagai pajak atas dokumen yang akan diajukan sebagai barang bukti apabila terdapat sengketa di pengadilan. Pembubuhan materai bersifat wajib dan diatur dengan undang-undang untuk memenuhi kewajiban perpajakan.

  1. Tanda Tangan atau Cap Jempol

Setelah dirancang, dibahas bersama, dan disetujui, kedua belah pihak kemudian membubuhkan tanda tangan atau cap jempol di kolom yang telah disediakan. Ini sebagai tanda bahwa kedua pihak telah menyetujui semua yang terkandung dalam surat kuasa tersebut.

Contoh Surat Kuasa

Berikut contoh surat kuasa yang dikutip dari beberapa sumber:

Surat Kuasa Jual

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama:

Alamat:

Pekerjaan:

Selanjutnya disebut PEMBERI KUASA

Dengan ini menerangkan bahwa karena kesibukan yang tidak dapat dihindari, maka dengan ini memberikan kuasa penuh kepada:

Nama:

Alamat:

Pekerjaan:

Selanjutnya disebut PENERIMA KUASA

KHUSUS

Mewakili dan bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa untuk menjual sebuah …………………….. yang terletak di jalan …………………….. sesuai sertifikat terlampir.

Menerima segala dokumen berharga seperti, kuitansi dan pembayaran untuk jual beli …………………….. dan bukti atas kepemilikan atas …………………….. tersebut.

Membela kepentingan PEMBERI KUASA

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kota, tanggal, bulan, tahun.

PEMBERI KUASA PENERIMA KUASA

Sumber: Buku 150 Kumpulan Surat Perjanjian karya Eka Putra