Daerah yang Terkena Gempa Megathrust Selat Sunda, Apakah Jakarta Termasuk?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pernyataan bahwa gempa megathrust di Indonesia tinggal menunggu waktu. Megathrust adalah zona di mana dua lempeng tektonik bertemu, lalu salah satu lempengnya menyusup ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menimbulkan penumpukan energi yang besar dan akan dilepaskan dalam bentuk gempa.
Salah satu zona atau segmen megathrust yang diwaspadai oleh BMKG adalah Selat Sunda. Pasalnya, terakhir kali megathrust Selat Sunda melepaskan gempa besar terjadi di tahun 1757. Jadi, wilayah ini menyimpan potensi gempa yang besar.
Meski begitu, BMKG menekankan bahwa gempa megathrust Selat Sunda adalah potensi yang memang sudah ada sejak dahulu, dan tidak diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat. Jadi, masyarakat diimbau untuk tidak panik, dan pemerintah serta masyarakat diminta untuk bersiap guna meminimalkan dampak bencana.
Lantas, jika gempa megathrust Selat Sunda sungguhan terjadi, daerah mana yang akan terkena dampaknya? Simak daerah yang terkena gempa megathrust berikut ini.
Daerah yang Terkena Gempa Megathrust Selat Sunda
Merujuk Instagram resmi @infobmkg, zona megathrust Selat Sunda berpotensi melepaskan gempa berkekuatan 8.7 magnitudo (M). Dengan kekuatan sebesar itu, terdapat potensi tsunami di kawasan pesisir sekitar Selat Sunda.
Dikutip dari Britannica, Selat Sunda terletak di antara pulau Jawa bagian timur dan Sumatra. Selat ini menghubungkan Laut Jawa (Samudera Pasifik) dengan Samudra Hindia (selatan).
Jika megathrust Selat Sunda melepaskan energi, maka wilayah di sekitar pesisir barat dan selatan Lampung, serta pesisir barat Banten berpotensi terkena dampaknya, seperti gempa hingga tsunami. Dampaknya bisa menjangkau wilayah yang lebih luas lagi, tergantung lokasi sumber gempa, mekanisme patahan, serta kondisi dasar laut.
Dikutip dari laman Kementerian ESDM, gempa megathrust Selat Sunda juga berpotensi dirasakan hingga Jakarta jika kekuatannya berkisar antara 8 hingga 9,5M. Dampaknya bisa membuat beberapa bangunan atau infrastruktur tinggi rusak.
Zona Gempa Megathrust
Selain Selat Sunda, BMKG juga mewaspadai zona megathrust Mentawai-Siberut karena belum aktif lagi sejak gempa tahun 1797. Kondisi ini disebut seismic gap, yaitu wilayah yang secara geologis menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi.
Potensi gempa megathrust Mentawai-Siberut diperkirakan mencapai 8.9M. Jika segmen ini melepaskan energi, maka daerah yang terdampak bisa mencakup Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Bengkulu.
BMKG telah merilis data Peta Zona Gempa Megathrust beserta potensi kekuatannya pada 2025. Berikut ini rinciannya:
Megathrust Selat Sunda - 8,7 magnitudo
Megathrust Mentawai-Siberut - 8,9 magnitudo
Megathrust Aceh-Andaman - 9,2 magnitudo
Megathrust Nias-Simeulue - 8,7 magnitudo
Megathrust Batu - 7,8 magnitudo
Megathrust Mentawai-Pagai - 8,9 magnitudo
Megathrust Enggano - 8,4 magnitudo
Megathrust Jawa bagian barat-tengah - 8,7 magnitudo
Megathrust Jawa bagian timur - 8,7 magnitudo
Megathrust Sumba - 8,5 magnitudo
Megathrust Sulawesi Utara - 8,5 magnitudo
Megathrust Filipina - 8,2 magnitudo
Megathrust Papua - 8,7 magnitudo
Baca Juga: Peringatan Gempa Megathrust dari BMKG, Apakah akan Terjadi Dalam Waktu Dekat?
(DEL)
