Daftar Acara Cap Go Meh 2026 di Jakarta beserta Jadwalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cap Go Meh merupakan hari penutup rangkaian dari perayaan malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Pada tahun 2026, Cap Go Meh 2577 Kongzili jatuh pada Selasa 3 Maret.
Di Indonesia, Cap Go Meh telah berkembang menjadi agenda wisata budaya yang menjadi daya tarik masyarakat. Salah satu perayaan paling meriah dapat ditemukan di DKI Jakarta. Setiap tahunnya, beragam festival hingga pertunjukan seni tradisional digelar dan tersebar di berbagai sudut kota.
Selain menyaksikan parade budaya yang memukau, masyarakat juga dapat menikmati aneka kuliner khas yang siap melengkapi momen kebersamaan. Jika mendapatkan atmosfer keseruan acara Cap Go Meh di Jakarta, berikut daftar acara beserta jadwal dan lokasinya.
Jadwal dan Daftar Acara Cap Go Meh 2026 di Jakarta
Berdasarkan informasi dari laman Instagram resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta @disparekrafdki, perayaan Cap Go Meh tahun ini dibagi ke dalam dua sesi waktu. Berikut jadwal lengkap beserta lokasi penyelenggaraannya:
Hari & tanggal: Selasa, 3 Maret 2026
Waktu: Pukul 10.00–14.00 dan 16.00–18.00 WIB
Lokasi: Pancoran Chinatown Point Mall
Pada hari tersebut, pengunjung akan disuguhkan beragam pertunjukan budaya dan hiburan menarik yang siap memeriahkan suasana. Rangkaian acara yang akan meramaikan Cap Go Meh 2026 meliputi:
Bazar UMKM
Ondel-ondel
Tari Selendang Dendang
Barongsai dan Liong
Tanjidor
Egrang
Pastikan Anda datang sesuai dengan sesi waktu yang telah ditentukan, karena seluruh pertunjukan akan sesuai dengan jadwal, yakni pukul 10.00–14.00 dan 16.00–18.00 WIB. Dengan perencanaan waktu yang tepat, Anda bisa menikmati setiap keseruan acaranya.
Sejarah Perayaan Cap Go Meh
Dikutip dari laman Yahoo Lifestyle Singapore, Cap Go Meh atau perayaan hari ke-15 Tahun Baru Imlek memiliki beragam kisah dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun dalam budaya Tionghoa. Salah satu legenda populer berkaitan dengan Jade Emperor atau Kaisar Langit dalam kepercayaan Tionghoa.
Dikisahkan, burung bangau kesayangan sang Kaisar pernah turun ke bumi dan tewas dibunuh oleh penduduk desa. Peristiwa itu membuatnya murka hingga berniat menurunkan hujan api pada hari ke-15 bulan pertama dalam penanggalan lunar.
Demi menghindari bencana, seorang pria bijak menyarankan warga menggantung lampion merah dan menyalakan petasan agar desa terlihat seperti sudah terbakar.
Melihat hal tersebut, Kaisar Langit mengira bahwa hukumannya telah terlaksana dan akhirnya membatalkan niatnya. Peristiwa inilah yang kemudian melahirkan tradisi menyalakan lampion dan petasan setiap perayaan Cap Go Meh.
Baca Juga: 20 Ucapan Cap Go Meh 2026 Bahasa Mandarin beserta Artinya
(ANB)
