Konten dari Pengguna

Daftar Nominasi FFI 2026 Lengkap, Ghost in The Cell Raih 12 Nominasi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daftar nominasi FFI 2026 secara lengkap. Foto: festivalfilm.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daftar nominasi FFI 2026 secara lengkap. Foto: festivalfilm.id

Komite Festival Film Indonesia (FFI) mengumumkan daftar nominasi Piala Citra 2026 pada Senin (12/10) pukul 20.00 WIB. Pengumuman tersebut berlangsung di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN), serta ditayangkan melalui kanal YouTube resmi FFI.

Sebanyak 531 karya dari seluruh Indonesia mengikuti proses seleksi dan penjurian FFI 2026. Dari proses tersebut, nominasi ditetapkan dalam berbagai kategori, mulai dari film cerita panjang dan pendek, animasi dan dokumenter, hingga pemeranan serta penyutradaraan.

Adapun film yang masuk dalam nominasi meliputi Ghost in The Cell, Para Perasuk, Na Willa, Dopamin, dan Operasi Pesta Copet. Film-film tersebut bersaing dalam kategori utama dan teknis. Untuk tahu daftar nominasi FFI 2026 selengkapnya, simak informasi di bawah ini.

Daftar Nominasi FFI 2026

instagram embed

Berdasarkan unggahan yang dibagikan melalui akun Instagram @festivalfilmid, ada 22 kategori dalam nominasi FFI 2026. Ghost in The Cell menjadi film dengan nominasi terbanyak, yakni 12 nominasi, disusul Na Willa dengan 10 nominasi.

Pada posisi berikutnya, Para Perasuk meraih sembilan nominasi, disusul Semua Akan Baik-baik Saja, Monster Pabrik Rambut, dan Operasi Pesta Copet yang masing-masing memperoleh tujuh nominasi. Berikut daftar lengkap nominasi FFI 2026.

1. Film Cerita Panjang Terbaik

  • Dopamin (Starvision & Karunia Picture)

  • Ghost in The Cell (Come and See Pictures, Rapi Films, Barunson E&A & Legacy Pictures)

  • Na Willa (Visinema)

  • Operasi Pesta Copet (Imajinari)

  • Para Perasuk (Rekata Studio)

2. Sutradara Terbaik

  • Bernadus Raka (Nobody Loves Kay)

  • Edwin (Monster Pabrik Rambut)

  • Joko Anwar (Ghost in the Cell)

  • Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya)

  • Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)

3. Pemeran Utama Pria Terbaik

  • Abimana Aryasatya (Ghost in the Cell)

  • Angga Aldi Yunanda (Para Perasuk)

  • Ardit Erwandha (Tunggu Aku Sukses Nanti)

  • Marthino Lio (Badut Gendong)

  • Nicholas Saputra (Tukar Takdir)

4. Pemeran Utama Perempuan Terbaik

  • Christine Hakim (Semua Akan Baik-baik Saja)

  • Luisa Adreena (Na Willa)

  • Marsha Timothy (Tukar Takdir)

  • Meriam Bellina (Senin Harga Naik)

  • Shenina Cinnamon (Dopamin)

5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik

  • Aming (Ghost in the Cell)

  • Didi Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut)

  • Kristo Immanuel (Operasi Pesta Copet)

  • Teuku Rifnu Wikana (Dopamin)

  • Yoga Pratama (Ghost in the Cell)

6. Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

  • Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet)

  • Lydia Kandou (Ikatan Darah)

  • Maudy Ayunda (Para Perasuk)

  • Raihaanun (Semua Akan Baik-baik Saja)

  • Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti)

7. Penulis Skenario Asli Terbaik

  • Evelyn Afnilia (Tunggu Aku Sukses Nanti)

  • Joko Anwar (Ghost in the Cell)

  • Rino Sarjono & Edy Khemod (Operasi Pesta Copet)

  • Teddy Soeria Armadja (Dopamin)

  • Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra & Alicia Angelina (Para Perasuk)

8. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

  • Johanna Wattimena & Bernadus Raka (Nobody Loves Kay)

  • Mouly Surya (Tukar Takdir)

  • Ryan Adriandhy (Na Willa)

9. Pengarah Sinematografi Terbaik

  • Gunnar Nimpuno, I.C.S. (Para Perasuk)

  • Ical Tanjung, I.C.S. (Ghost in the Cell)

  • Vera Lestafa, I.C.S. (Dopamin)

  • Yadi Sugandi (Na Willa)

  • Yudi Datau, I.C.S. (Semua Akan Baik-baik Saja)

10. Penyunting Gambar Terbaik

  • Aline Jusria (Dopamin)

  • Aline Jusria (Operasi Pesta Copet)

  • Cesa David Luckmansyah (Semua Akan Baik-baik Saja)

  • Hendra Adhi Susanto (Senin Harga Naik)

  • Ryan Purwoko (Tunggu Aku Sukses Nanti)

11. Penata Artistik Terbaik

  • Ahmad Zulkarnaen & Wahyu Efata (Ikatan Darah)

  • Dennis Sutanto (Ghost in the Cell)

  • Menfo Tantono (Monster Pabrik Rambut)

  • Ong Hari Wahyu & Edy Wibowo (Para Perasuk)

  • Rini Sri Handayani (Na Willa)

12. Penata Busana Terbaik

  • Astrid Rosiana Ishak (Na Willa)

  • Gemailla Gea Geriantiana (Badut Gendong)

  • Gizza Ossiatzki (Operasi Pesta Copet)

  • Monika Paska (Ghost in the Cell)

  • Muthiara A. Revana (Monster Pabrik Rambut)

13. Penata Rias Terbaik

  • Aktris Handradjasa (Ikatan Darah)

  • Astrid Sambudiono (rias efek) & Albasirun Ucok (Abadi Nan Jaya)

  • Eba Sheba (Monster Pabrik Rambut)

  • Gunawan Saragih, Prio Prabu & Cherry Irawan (rias efek) (Badut Gendong)

  • Novie Ariyanti (Ghost in the Cell)

14. Penata Efek Visual Terbaik

  • Anu Eldipoe & Kalvin Irawan (Ghost in the Cell)

  • Bintang Adi Pradana & Harris Reggy (Monster Pabrik Rambut)

  • David A. Widya P., Concetta VFX & Dalang Digital Studio (Na Willa)

  • Gaga Nugraha Ramadhan (Badut Gendong)

  • Mattebox Visualworks (Abadi Nan Jaya)

15. Penata Suara Terbaik

  • Arief Budi Santoso & Fajar Yuskemal (Abadi Nan Jaya)

  • Fery Setiawan (Semua Akan Baik-baik Saja)

  • Siti Asifa Nasution & Satrio Budiono (Na Willa)

  • Sutrisno & Satrio Budiono (Para Perasuk)

  • Waim Ahmad Fahreizi & Andre Harihandoyo (Tunggu Aku Sukses Nanti)

16. Penata Musik Terbaik

  • Aghi Narottama (Ghost in the Cell)

  • Aria Prayogi & Rahardian Winursito (Badut Gendong)

  • Yennu Ariendra (Para Perasuk)

  • Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Nobody Loves Kay)

  • Yudhi Arfani & Zeke Khaseli (Tukar Takdir)

17. Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik

  • Alvin Witarsa (“Semua Akan Baik-baik Saja”, Semua Akan Baik-baik Saja)

  • Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa & Anindyo Baskoro (“Sikilku Iso Muni”, Na Willa)

  • Ipang Lazuadi (“Tandeman”, Operasi Pesta Copet)

  • Sal Priadi (“Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Monster Pabrik Rambut)

  • Tony Dwi Setiaji & Joko Anwar (“The Town Was Gone”, Ghost in the Cell)

18. Film Cerita Pendek Terbaik

  • Amelia, Amelia (Sutradara: Daphne; Produser: Anandita Devitarianti & Amalia Rusdi)

  • Dihapus Dari Peta (Sutradara: Maarij Reka; Produser: Nabila Maharani Ribusari)

  • Malam Sepanjang Nafas (Sutradara: Irwan Sebleku; Produser: Elsy Grazia)

  • Mothers Are Mothering (Sutradara: Khozy Rizal & Lam Li Shuen; Produser: Yulia Evina Bhara & Amerta Kusuma)

  • Alpha (Sutradara: Dhiwangkara Seta; Produser: Tia Sukma Sari)

19. Film Animasi Pendek Terbaik

  • Calabai (Sutradara dan Produser: Gina Korompot)

  • Drowned in Internet (Sutradara: Naufal Zhorif Aryawan; Produser: Nita Virena Nathania)

  • Enigma Wajah Arca (Sutradara dan Produser: Kresensia Adellitha Devalia)

  • Nyanyian di Angkringan (Sutradara: Shafiyyah Aida; Produser: Yansen Emanuel Irawan)

  • Stories of Sahaba: Talhah Ibn Ubaydullah – The Living Martyr (Sutradara: Bony Wirasmono; Produser: Taufik Ramadhan)

20. Film Dokumenter Panjang Terbaik

  • A Distorted Individual (Sutradara dan Produser: Adythia Utama)

  • I Saw Her in Motion (Sutradara dan Produser: Umi Utami)

  • Planet of Love (Sutradara: Ika Wulandari; Produser: Ika Wulandari & John Badalu)

  • The Last Supper (Whisper) (Sutradara: Daniel Rudi Haryanto; Produser: Rolando Ocvatio Purba, Yolinda Puspitarini & Daniel Budi Haryanto)

  • Tonggo Gedhek (Sutradara: Gama Triono; Produser: Tonny Trimarsanto)

21. Film Dokumenter Pendek Terbaik

  • Discordia (Sutradara: Dery Prananda; Produser: Nur Hidayat Perwitasari)

  • Mae Menjaga Masjid (Sutradara: Gladhys Elliona; Produser: Dewangkoro Rininugroho & Gladhys Elliona)

  • Murdijati Gardjito (Sutradara dan Produser: Hindra Setya Rini)

  • Sharp Objects (Sutradara dan Produser: Taufiqurrahman Kifu & Hattie Wade)

  • Sino (Sutradara: Gilang Akbar; Produser: Kezia Hapsari & Torra Buana)

22. Karya Kritik Film Terbaik

  • Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri (2024) (Penulis: Gladhys Elliona)

  • Dunia Setinggi Mata Na Willa (Penulis: Soni Triantonro)

  • Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya (Penulis: Yulaika Romadhani)

  • Melankolia Dalam Aruna dan Lidahnya (Penulis: Anton Kurnia)

  • Tubuh dan Ruang yang Hilang Dalam Pangku (Penulis: Ngurah Gede Adi Putra)

Baca juga: Daftar Film Peraih Piala Citra Terbanyak Sepanjang Sejarah

(RK)